Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siapa Sahabat di Samping Makam Rasulullah? Ini Kisah Abu Bakar & Umar

Kompas.com, 3 Mei 2026, 07:30 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di balik kemegahan Masjid Nabawi, terdapat sebuah ruang sederhana yang menyimpan sejarah besar umat Islam.

Ruangan itu bukan sekadar bagian dari masjid, melainkan tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad bersama dua sahabat terdekatnya.

Tak banyak yang menyadari, lokasi ini dulunya adalah kamar pribadi Rasulullah SAW bersama istrinya, Aisyah.

Dari ruang sederhana inilah, jejak cinta, persahabatan, dan pengabdian abadi terukir hingga hari ini.

Siapa Dua Sahabat di Samping Rasulullah?

Dua sahabat yang dimakamkan berdampingan dengan Rasulullah SAW adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.

Kedekatan mereka bukan hanya saat hidup, tetapi berlanjut hingga wafat. Ketiganya dimakamkan dalam satu ruangan yang kini berada di area Raudhah, bagian dari Masjid Nabawi yang dikenal sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa.

Dalam banyak literatur sejarah Islam, posisi ini bukan kebetulan. Ia merupakan simbol kedekatan spiritual dan peran besar keduanya dalam mendampingi Rasulullah SAW sejak awal dakwah hingga Islam berkembang luas.

Baca juga: Cara Resmi Masuk Raudhah di Masjid Nabawi, Jemaah Haji Wajib Tahu

Mengapa Rasulullah Dimakamkan di Rumahnya?

Saat Rasulullah SAW wafat pada tahun 11 Hijriah, para sahabat sempat berbeda pendapat tentang lokasi pemakamannya. Ada yang mengusulkan di masjid, di mimbar, bahkan di tempat beliau biasa memimpin shalat.

Namun, Abu Bakar Ash-Shiddiq datang membawa penjelasan yang menenangkan. Ia menyampaikan hadis yang pernah didengarnya:

“Tidaklah seorang nabi wafat kecuali dimakamkan di tempat ia wafat.” (HR Tirmidzi)

Riwayat ini menjadi titik temu perbedaan pendapat. Rasulullah SAW akhirnya dimakamkan di kamar Aisyah, tempat beliau menghembuskan napas terakhir.

Dalam buku Mengais Berkah di Bumi Sang Rasul karya Ahmad Hawassy dijelaskan bahwa keputusan ini tidak hanya mengikuti hadis, tetapi juga menjaga kesakralan dan penghormatan terhadap jasad Nabi.

Abu Bakar: Sahabat Setia hingga Akhir Hayat

Dua tahun setelah wafatnya Rasulullah, umat Islam kembali berduka. Khalifah pertama, Abu Bakar Ash-Shiddiq, wafat dalam usia 63 tahun.

Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai sahabat paling setia. Ia mendampingi Rasulullah dalam berbagai momen penting, termasuk hijrah dari Makkah ke Madinah, sebuah peristiwa yang menjadi tonggak sejarah Islam.

Dalam buku Sejarah Peradaban Islam karya J. Suyuthi disebutkan bahwa Abu Bakar adalah figur yang selalu membenarkan setiap perkataan Rasulullah, sehingga mendapat gelar Ash-Shiddiq.

Sebelum wafat, ia memiliki satu harapan sederhana, dimakamkan di sisi Rasulullah. Permintaan itu dikabulkan dan kini makamnya berada tepat di belakang Rasulullah SAW.

Baca juga: Mengapa Kubah Masjid Nabawi Berwarna Hijau? Ini Sejarah dan Maknanya

Umar bin Khattab: Pemimpin Adil yang Mengikuti Jejak

Sekitar sepuluh tahun kemudian, sejarah Islam kembali diuji. Umar bin Khattab, khalifah kedua yang dikenal tegas dan adil, wafat setelah mengalami penikaman saat hendak memimpin salat Subuh.

Peristiwa tragis itu terjadi pada tahun 23 Hijriah, ketika seorang budak bernama Abu Lulu’ah menikamnya.

Meski dalam kondisi kritis, Umar masih memikirkan satu hal, tempat peristirahatan terakhirnya.

Ia meminta izin kepada Aisyah untuk dimakamkan di samping Rasulullah dan Abu Bakar.
Awalnya, tempat itu telah disiapkan Aisyah untuk dirinya sendiri. Namun dengan penuh keikhlasan, ia memberikan tempat tersebut kepada Umar.

Momen ini menggambarkan betapa dalamnya rasa cinta dan penghormatan para sahabat kepada Rasulullah SAW.

Susunan Makam yang Sarat Makna

Posisi makam ketiga tokoh besar ini memiliki susunan yang khas dan penuh makna.
Dalam buku Utsman bin Affan RA karya Abdul Syukur Al-Azizi dijelaskan bahwa:

  • Di belakangnya, makam Abu Bakar, dengan posisi kepala sejajar bahu Rasulullah
  • Lalu di bagian paling belakang, makam Umar bin Khattab, dengan kepala sejajar bahu Abu Bakar

Susunan ini mencerminkan kesinambungan kepemimpinan dan kedekatan mereka, baik secara fisik maupun spiritual.

Baca juga: Panduan Menyimpan Sandal di Masjid Nabawi agar Tidak Hilang dan Tertukar

Makna Spiritual di Balik Kedekatan Ini

Kebersamaan Rasulullah SAW dengan Abu Bakar dan Umar bukan hanya kisah sejarah, tetapi juga pelajaran tentang persahabatan, loyalitas, dan pengabdian.

Dalam buku Ar-Raheeq Al-Makhtum (Sirah Nabawiyah) karya Safiur Rahman Al-Mubarakpuri, dijelaskan bahwa keberhasilan dakwah Islam tidak lepas dari peran sahabat-sahabat utama yang selalu berada di sisi Rasulullah.

Kedekatan mereka hingga ke liang lahat menjadi simbol bahwa hubungan yang dibangun atas dasar iman dan perjuangan akan tetap abadi.

Ruang Kecil, Sejarah Besar

Kini, area makam Rasulullah SAW berada dalam ruang tertutup yang dijaga dengan sangat ketat. Jemaah hanya dapat berziarah dari luar sambil mengirimkan salam.

Meski tak bisa melihat langsung, jutaan umat Islam dari seluruh dunia tetap datang dengan rasa haru dan rindu.

Di tempat itulah, sejarah besar Islam bersemayam—bukan dalam kemegahan, tetapi dalam kesederhanaan yang penuh makna.

Warisan yang Tak Pernah Padam

Kisah tentang siapa yang dimakamkan di samping Rasulullah SAW bukan sekadar informasi sejarah.

Ia adalah cerminan nilai-nilai utama dalam Islam, kesetiaan, pengorbanan, dan cinta kepada kebenaran.

Abu Bakar dan Umar tidak hanya dekat secara fisik dengan Rasulullah, tetapi juga dekat dalam iman dan perjuangan.

Dan mungkin, di situlah letak pelajaran terbesarnya bahwa kedekatan sejati bukan hanya tentang jarak, tetapi tentang kesamaan tujuan dalam mengabdi kepada Allah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
74.652 Jemaah Haji 2026 Telah Diberangkatkan, Bus Sholawat Layani 24 Jam di Makkah
74.652 Jemaah Haji 2026 Telah Diberangkatkan, Bus Sholawat Layani 24 Jam di Makkah
Aktual
Suhu Mekah Capai 43 Derajat Celsius, Ini Tips Cegah Heatstroke untuk Jemaah Haji
Suhu Mekah Capai 43 Derajat Celsius, Ini Tips Cegah Heatstroke untuk Jemaah Haji
Aktual
Cuaca Ekstrem di Madinah, Suhu Tembus 40°C, Ini Tips Agar Tidak Tumbang
Cuaca Ekstrem di Madinah, Suhu Tembus 40°C, Ini Tips Agar Tidak Tumbang
Aktual
Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Bolehkah Kurban dengan Cara Berutang? Ini Penjelasan Hukumnya
Bolehkah Kurban dengan Cara Berutang? Ini Penjelasan Hukumnya
Aktual
Jemaah Haji Kini Lebih Sejuk, Teknologi Kabut Canggih Dipasang di Jamarat
Jemaah Haji Kini Lebih Sejuk, Teknologi Kabut Canggih Dipasang di Jamarat
Aktual
Operasi Sepekan, 11.300 Orang Ditangkap karena Masuk ke Arab Saudi Secara Ilegal
Operasi Sepekan, 11.300 Orang Ditangkap karena Masuk ke Arab Saudi Secara Ilegal
Aktual
1.400 Inspeksi Dilakukan, Saudi Perketat Pengawasan Makanan dan Obat Jemaah Haji 2026
1.400 Inspeksi Dilakukan, Saudi Perketat Pengawasan Makanan dan Obat Jemaah Haji 2026
Aktual
Mengenal Arti Seruan Shalat Jenazah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Mengenal Arti Seruan Shalat Jenazah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Aktual
Simak Fakta Lebaran Haji, Asal-usul Nama Idul Adha di Indonesia
Simak Fakta Lebaran Haji, Asal-usul Nama Idul Adha di Indonesia
Aktual
Nekat Haji Tanpa Izin, Denda Rp 80 Juta hingga Deportasi Menanti
Nekat Haji Tanpa Izin, Denda Rp 80 Juta hingga Deportasi Menanti
Aktual
Jejak Rasulullah di Muzdalifah, Kisah Masjid al-Mash’ar al-Haram
Jejak Rasulullah di Muzdalifah, Kisah Masjid al-Mash’ar al-Haram
Aktual
Siapa Sahabat di Samping Makam Rasulullah? Ini Kisah Abu Bakar & Umar
Siapa Sahabat di Samping Makam Rasulullah? Ini Kisah Abu Bakar & Umar
Aktual
Awal Mula Wukuf di Arafah, Kisah Pertemuan Nabi Adam dan Hawa
Awal Mula Wukuf di Arafah, Kisah Pertemuan Nabi Adam dan Hawa
Aktual
Gratis Kuliah S1! Kemenag Buka Beasiswa PJJ Guru LPQ 2026, Daftar hingga 31 Mei
Gratis Kuliah S1! Kemenag Buka Beasiswa PJJ Guru LPQ 2026, Daftar hingga 31 Mei
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com