Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

74.652 Jemaah Haji 2026 Telah Diberangkatkan, Bus Sholawat Layani 24 Jam di Makkah

Kompas.com, 3 Mei 2026, 19:28 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi memasuki hari ke-13 masa operasional dengan progres pemberangkatan jemaah yang terus berjalan.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat, sebanyak 74.652 jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga Sabtu (2/5/2026).

Proses kedatangan jemaah di Madinah serta pergerakan menuju Makkah juga berlangsung bertahap dan berada dalam pengawasan petugas di seluruh titik layanan.

Pemerintah menyiapkan layanan Bus Sholawat selama 24 jam di Makkah untuk mendukung mobilitas jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram.

Baca juga: Suhu Mekah Capai 43 Derajat Celsius, Ini Tips Cegah Heatstroke untuk Jemaah Haji

74.652 jemaah telah diberangkatkan

Berdasarkan data Kemenhaj hingga Sabtu (2/5/2026), operasional haji menunjukkan perkembangan yang terkendali.

Sebanyak 192 kelompok terbang atau kloter dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 184 kloter yang membawa 71.362 jemaah dan 733 petugas telah tiba di Madinah, Arab Saudi.

Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah terus dilakukan secara bertahap.

Hingga hari ke-13 operasional haji, sebanyak 36 kloter dengan 14.503 jemaah dan 148 petugas telah tiba di Makkah.

Jemaah yang sudah tiba di Makkah akan melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Seluruh mobilisasi jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas untuk memastikan perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tertib.

Baca juga: 1.400 Inspeksi Dilakukan, Saudi Perketat Pengawasan Makanan dan Obat Jemaah Haji 2026

6.823 jemaah jalani rawat jalan

Dari sisi layanan kesehatan, secara kumulatif tercatat sebanyak 6.823 jemaah haji menjalani rawat jalan.

Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Adapun 141 jemaah lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 jemaah masih menjalani perawatan hingga saat ini.

Kemenhaj juga mencatat total jemaah wafat sebanyak tujuh orang.

Sebagian besar jemaah yang wafat disebabkan oleh serangan jantung dan radang paru-paru.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji.

Kemenhaj sebut operasional berjalan terkendali

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan, penyelenggaraan ibadah haji hingga hari ke-13 berjalan sesuai rencana.

Menurut Maria, pemerintah terus memperkuat kualitas layanan sejak proses keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi jemaah antarkota suci.

“Alhamdulillah, seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci dengan pengawalan petugas yang optimal,” ujar Maria.

Maria menegaskan, pemerintah juga memberi perhatian khusus terhadap kelompok rentan.

Kelompok tersebut meliputi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan.

“Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,” tambahnya.

Baca juga: Simak Fakta Lebaran Haji, Asal-usul Nama Idul Adha di Indonesia

Bus Sholawat layani jemaah 24 jam di Makkah

Pemerintah menyediakan layanan transportasi Bus Sholawat untuk mendukung kelancaran ibadah jemaah selama berada di Makkah.

Layanan ini beroperasi selama 24 jam penuh dan menghubungkan jemaah Indonesia dari hotel menuju Masjidil Haram.

Bus Sholawat melayani tiga titik utama, yaitu Terminal Jiad atau Ajyad, Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.

Sebanyak 452 armada disiapkan untuk melayani jemaah secara non-stop.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 unit merupakan bus hidrolik yang ramah bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas.

Bus Sholawat melayani 21 rute yang dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor.

Setiap jemaah wajib membawa kartu panduan rute agar tidak salah naik bus dan lebih mudah kembali ke hotel masing-masing.

Petugas haji juga disiagakan untuk memberikan pendampingan jika jemaah mengalami kendala di lapangan.

Layanan Bus Sholawat telah beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026 dan akan berlangsung hingga masa pemulangan ke Tanah Air.

Baca juga: 7 WNI Ditangkap di Arab Saudi Diduga Terkait Praktik Haji Ilegal, KJRI Jeddah Pantau Proses Hukum

Jemaah diminta waspadai cuaca panas di Makkah

Di tengah suhu Makkah yang diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius, Kemenhaj mengimbau jemaah meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan.

Jemaah diminta mengatur waktu ibadah, memperbanyak minum air putih, dan menggunakan pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan.

Jemaah juga diimbau menghindari aktivitas berat pada siang hari untuk mencegah kelelahan dan gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” tegasnya.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, profesional, dan ramah bagi seluruh jemaah.

Jemaah diharapkan menjaga kekompakan, mematuhi arahan petugas, serta menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk demi meraih haji yang mabrur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kisah Mbah Marjiyono, Lansia 103 Tahun yang Berangkat Haji: Saya Ingin Beribadah
Kisah Mbah Marjiyono, Lansia 103 Tahun yang Berangkat Haji: Saya Ingin Beribadah
Aktual
Arab Saudi Terapkan Sensor Pintar di Mina, Terhubung dengan Kartu Nusuk Jemaah Haji
Arab Saudi Terapkan Sensor Pintar di Mina, Terhubung dengan Kartu Nusuk Jemaah Haji
Aktual
74.652 Jemaah Haji 2026 Telah Diberangkatkan, Bus Sholawat Layani 24 Jam di Makkah
74.652 Jemaah Haji 2026 Telah Diberangkatkan, Bus Sholawat Layani 24 Jam di Makkah
Aktual
Suhu Mekah Capai 43 Derajat Celsius, Ini Tips Cegah Heatstroke untuk Jemaah Haji
Suhu Mekah Capai 43 Derajat Celsius, Ini Tips Cegah Heatstroke untuk Jemaah Haji
Aktual
Cuaca Ekstrem di Madinah, Suhu Tembus 40°C, Ini Tips Agar Tidak Tumbang
Cuaca Ekstrem di Madinah, Suhu Tembus 40°C, Ini Tips Agar Tidak Tumbang
Aktual
Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Bolehkah Kurban dengan Cara Berutang? Ini Penjelasan Hukumnya
Bolehkah Kurban dengan Cara Berutang? Ini Penjelasan Hukumnya
Aktual
Jemaah Haji Kini Lebih Sejuk, Teknologi Kabut Canggih Dipasang di Jamarat
Jemaah Haji Kini Lebih Sejuk, Teknologi Kabut Canggih Dipasang di Jamarat
Aktual
Operasi Sepekan, 11.300 Orang Ditangkap karena Masuk ke Arab Saudi Secara Ilegal
Operasi Sepekan, 11.300 Orang Ditangkap karena Masuk ke Arab Saudi Secara Ilegal
Aktual
1.400 Inspeksi Dilakukan, Saudi Perketat Pengawasan Makanan dan Obat Jemaah Haji 2026
1.400 Inspeksi Dilakukan, Saudi Perketat Pengawasan Makanan dan Obat Jemaah Haji 2026
Aktual
Mengenal Arti Seruan Shalat Jenazah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Mengenal Arti Seruan Shalat Jenazah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Aktual
Simak Fakta Lebaran Haji, Asal-usul Nama Idul Adha di Indonesia
Simak Fakta Lebaran Haji, Asal-usul Nama Idul Adha di Indonesia
Aktual
Nekat Haji Tanpa Izin, Denda Rp 80 Juta hingga Deportasi Menanti
Nekat Haji Tanpa Izin, Denda Rp 80 Juta hingga Deportasi Menanti
Aktual
Jejak Rasulullah di Muzdalifah, Kisah Masjid al-Mash’ar al-Haram
Jejak Rasulullah di Muzdalifah, Kisah Masjid al-Mash’ar al-Haram
Aktual
Siapa Sahabat di Samping Makam Rasulullah? Ini Kisah Abu Bakar & Umar
Siapa Sahabat di Samping Makam Rasulullah? Ini Kisah Abu Bakar & Umar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com