Editor
KOMPAS.com - Dokter spesialis gizi klinik, Dr. dr. A. Yasmin Syauki, M.Sc., Sp.GK(K), MHPE, membagikan sejumlah tips kesehatan bagi jemaah haji yang beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas ekstrem di Tanah Suci.
jemaah diminta menjaga asupan cairan dan membatasi aktivitas di bawah terik matahari untuk menghindari gangguan kesehatan selama ibadah haji.
Saat ini, cuaca di Arab Saudi diperkirakan mencapai 40 hingga 45 derajat Celsius dinilai cukup berat bagi jemaah asal Indonesia yang tidak terbiasa dengan suhu panas ekstrem.
Baca juga: Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji 2026
Karena itu, jemaah diimbau lebih disiplin menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Yasmin mengatakan risiko kesehatan yang paling sering dialami jemaah haji di Makkah maupun Madinah adalah dehidrasi dan heat stroke akibat suhu panas yang tinggi.
Baca juga: PPIH Arab Saudi Imbau Jemaah Haji Kontrol Penyakit Komorbid dan Hindari Kelelahan
“Risiko kesehatan yang paling sering bisa dialami oleh jemaah haji saat ini, yaitu di Tanah Suci, baik di Madinah maupun di Makkah, itu adalah dehidrasi dan heat stroke,” kata Yasmin ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin (11/5/2026).
Menurut dokter lulusan Ilmu Gizi Universitas Okayama Jepang itu, suhu di Arab Saudi jauh lebih panas dibandingkan kondisi cuaca di Indonesia.
“Karena suhu yang ekstrem, di mana di Indonesia itu kita tidak pernah mengalami suhu yang sangat ekstrem, misalnya suhu panas itu bisa sampai 40 derajat hingga 42, 41, 45 bahkan bisa ya,” ujar Yasmin.
Untuk menjaga tubuh tetap bugar, Yasmin mengingatkan pentingnya menjaga asupan cairan meski tubuh belum merasa haus.
“Pertama adalah kita menjaga asupan cairan kita, dengan tetap mengonsumsi air putih walaupun itu tidak haus,” katanya.
Ia menyarankan jemaah mengonsumsi air putih secara bertahap sepanjang hari, terutama setelah makan pagi, siang, dan malam.
“Setelah makan pagi, makan siang, dan makan malam, kita minum air putih secukupnya satu gelas, bisa dua gelas,” ujarnya.
Selain setelah makan, konsumsi air putih juga dianjurkan di sela waktu makan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
“Kemudian, di antara makan pagi ke makan siang, kita juga minum air putih satu sampai dua gelas. Di antara makan siang dan makan malam, kita konsumsi air putih juga satu sampai dua gelas,” katanya.
Yasmin juga menyarankan jemaah mengonsumsi buah-buahan sebagai tambahan cairan alami bagi tubuh.
“Kemudian, kita bisa mengonsumsi buah-buahan juga di antara makan pagi ke makan siang, makan siang ke makan malam, atau setelah makan malam. Sehingga kecukupan cairan kita itu tetap terjaga,” ujarnya.
Selain menjaga asupan cairan, jemaah diminta menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca sedang sangat panas, terutama sekitar pukul 12.00 siang.
“Hindari berada di luar ruangan pada saat matahari sangat terik, misalnya di jam 12 siang hari. Itu hindari berada di luar ruangan, sebaiknya di dalam ruangan,” katanya.
Menurut dokter dari RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar itu, jemaah sebaiknya lebih banyak berada di area tertutup seperti masjid, hotel, atau pusat perbelanjaan untuk mengurangi paparan panas langsung.
Saat harus bepergian di luar ruangan, Yasmin mengimbau jemaah menggunakan perlindungan tambahan seperti masker dan kacamata.
“Jika bepergian di luar ruangan, maka sebaiknya memakai kacamata dan memakai masker. Karena pada saat kita berada di luar ruangan, maka udara sangat panas,” ujarnya.
Ia juga menyarankan jemaah rutin menyemprotkan air ke wajah agar kelembapan tubuh tetap terjaga selama beraktivitas di bawah cuaca panas.
Yasmin mengaku pernah merasakan langsung kondisi cuaca ekstrem saat menjalankan ibadah haji tahun lalu.
“Karena alhamdulillah tahun lalu saya juga menjalani ibadah haji, dan suhunya hampir sama dengan tahun ini. Maka saya juga merasakan bahwa hawa sangat panas ketika kita berada di luar ruangan,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang