Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PPIH Arab Saudi Imbau Jemaah Haji Kontrol Penyakit Komorbid dan Hindari Kelelahan

Kompas.com, 11 Mei 2026, 13:37 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah calon haji asal Indonesia untuk menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.

jemaah diminta lebih proaktif mengendalikan penyakit penyerta atau komorbid agar ibadah haji dapat dijalankan dengan optimal.

Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk mengatur aktivitas fisik dan menghindari kelelahan berlebihan di tengah cuaca Makkah yang cukup panas.

Baca juga: Sistem Buka Tutup Diterapkan di Terminal Ajyad untuk Jaga Keselamatan Jamaah Haji Indonesia

Imbauan tersebut disampaikan PPIH sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kesehatan selama musim haji berlangsung.

PPIH Ingatkan Jemaah Tidak Memaksakan Tenaga

Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah PPIH Arab Saudi Edi Supriyatna menegaskan pentingnya penyesuaian fisik dan pengelolaan tenaga selama menjalankan ibadah di Makkah.

Baca juga: Kapan Jadwal Wukuf Haji 2026? Ini Waktu, Tata Cara, dan Doa di Arafah

"Harapannya kita menyesuaikan dengan situasi di sini. Artinya, jangan memaksa tenaga sampai kita lelah. Karena kalau sudah lelah, akan terjadi gangguan kesehatan yang berakibat tidak bisa melakukan ibadah dengan baik," ujar Edi di Makkah, Minggu (10/5/2026).

Menurut Edi, tim kesehatan terus melakukan pemetaan kondisi jemaah berdasarkan gelombang kedatangan untuk menentukan langkah antisipasi yang tepat.

Jemaah Gelombang Kedua Fokus Kendalikan Komorbid

Edi menjelaskan jemaah calon haji gelombang kedua yang tiba di Makkah dari Jeddah menjadi perhatian khusus dalam pengendalian penyakit bawaan.

Penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan jantung diminta tetap terkontrol selama berada di Tanah Suci.

Jemaah diimbau disiplin mengonsumsi obat serta menjaga waktu istirahat agar kondisi kesehatan tidak menurun.

Pengendalian komorbid dinilai penting untuk mencegah kambuhnya penyakit yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah haji.

Jemaah Diingatkan Waspadai Dehidrasi dan Cuaca Panas

Sementara itu, jemaah calon haji gelombang pertama yang sebelumnya berada di Madinah dinilai mulai beradaptasi dengan lingkungan di Arab Saudi.

Namun, setelah menjalani aktivitas selama sekitar sembilan hari di Madinah, jemaah tetap diminta mewaspadai potensi gangguan kesehatan akibat perubahan cuaca dan aktivitas fisik yang tinggi.

Edi mengatakan kondisi cuaca di Makkah dapat memicu dehidrasi serta kelelahan apabila jemaah tidak menjaga asupan cairan tubuh dengan baik.

Karena itu, jemaah calon haji diimbau menjaga keseimbangan antara aktivitas ibadah dan waktu istirahat.

Jemaah juga diminta rutin memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar tetap bugar hingga puncak pelaksanaan ibadah haji.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mengenal Larangan Haji Selama Ihram, Ini Arti Rafats, Fusuq, dan Jidal
Mengenal Larangan Haji Selama Ihram, Ini Arti Rafats, Fusuq, dan Jidal
Aktual
PPIH Arab Saudi Imbau Jemaah Haji Kontrol Penyakit Komorbid dan Hindari Kelelahan
PPIH Arab Saudi Imbau Jemaah Haji Kontrol Penyakit Komorbid dan Hindari Kelelahan
Aktual
Kapan Jadwal Wukuf Haji 2026? Ini Waktu, Tata Cara, dan Doa di Arafah
Kapan Jadwal Wukuf Haji 2026? Ini Waktu, Tata Cara, dan Doa di Arafah
Aktual
Sistem Buka Tutup Diterapkan di Terminal Ajyad untuk Jaga Keselamatan Jamaah Haji Indonesia
Sistem Buka Tutup Diterapkan di Terminal Ajyad untuk Jaga Keselamatan Jamaah Haji Indonesia
Aktual
Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026? Ini Jadwal dan Tahapannya
Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026? Ini Jadwal dan Tahapannya
Aktual
Wajah Baru Fasilitas Arafah untuk Menyambut Jemaah Indonesia Saat Puncak Haji 2026
Wajah Baru Fasilitas Arafah untuk Menyambut Jemaah Indonesia Saat Puncak Haji 2026
Aktual
Kapan Libur Idul Adha 2026? Ini Jadwal Resmi dan Cuti Bersamanya
Kapan Libur Idul Adha 2026? Ini Jadwal Resmi dan Cuti Bersamanya
Aktual
Bolehkah Menggabungkan Puasa Qadha dengan Senin Kamis? Ini Hukumnya
Bolehkah Menggabungkan Puasa Qadha dengan Senin Kamis? Ini Hukumnya
Aktual
Waktu Sholat Dhuha Terbaik agar Mustajab, Lengkap Niat dan Doa
Waktu Sholat Dhuha Terbaik agar Mustajab, Lengkap Niat dan Doa
Doa dan Niat
Untuk Pertama Kalinya Arab Saudi Izinkan Perempuan Ikut MTQ di Mekkah
Untuk Pertama Kalinya Arab Saudi Izinkan Perempuan Ikut MTQ di Mekkah
Aktual
Dalil Potong Kuku Idul Adha, Ini Penjelasan Lengkap Larangan bagi Shahibul Kurban
Dalil Potong Kuku Idul Adha, Ini Penjelasan Lengkap Larangan bagi Shahibul Kurban
Aktual
Gus Ipul Ajak Ponpes se-Madura Ikut Sukseskan Program Prabowo, Soroti Data Bansos dan Sekolah Rakyat
Gus Ipul Ajak Ponpes se-Madura Ikut Sukseskan Program Prabowo, Soroti Data Bansos dan Sekolah Rakyat
Aktual
Hukum Potong Kuku sebelum Kurban Idul Adha Menurut 4 Mazhab
Hukum Potong Kuku sebelum Kurban Idul Adha Menurut 4 Mazhab
Aktual
2 Calon Jamaah Haji Pamekasan Gagal Berangkat ke Makkah karena Sakit
2 Calon Jamaah Haji Pamekasan Gagal Berangkat ke Makkah karena Sakit
Aktual
Jemaah Haji RI Sering Tersesat di Nabawi, Ini Lokasi 5 Pos Bantuan di Madinah
Jemaah Haji RI Sering Tersesat di Nabawi, Ini Lokasi 5 Pos Bantuan di Madinah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com