Editor
KOMPAS.com - Perjalanan ibadah haji tidak selalu berjalan sesuai rencana bagi setiap jemaah.
Di tengah proses keberangkatan menuju Tanah Suci, ada jemaah yang harus menghadapi ujian kehilangan anggota keluarga tercinta.
Kondisi itu dialami jemaah haji asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang suaminya meninggal dunia saat transit penerbangan di Bandara Kualanamu, Medan.
Baca juga: Jamaah Haji Aceh Kantongi Uang Saku Terbanyak di Tanah Suci, Terima Hingga Rp 12,5 Juta
Titik Nurhayati, jemaah haji asal Kabupaten Blora, harus menguburkan impian berangkat ke Tanah Suci bersama sang suami setelah Sutrisno Agus Widodo meninggal dunia saat transit di Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Medan.
Sutrisno diketahui merupakan anggota Kloter 46 SOC asal Dukuh Seren, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.
Baca juga: 10.800 Galon Air Zamzam Jamaah Haji Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang
Saat suaminya dinyatakan meninggal dunia sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi, Titik Nurhayati memilih ikut pulang ke Blora untuk mengiringi pemulangan jenazah hingga proses pemakaman.
Meski demikian, kesempatan Titik Nurhayati untuk tetap menunaikan ibadah haji tahun ini masih terbuka.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora, Ali Muchyidin, mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi dan pendekatan kepada Titik terkait keberangkatan hajinya.
"Karena kemarin istrinya juga ikut mengiringi jenazah sampai rumah di Blora, tetap nanti kami berusaha mendekati istrinya, diberi kelonggaran, ingin menunda tahun depan atau akan berangkat tetap berangkat tahun ini," terangnya, kepada Tribunjateng.com, Selasa (12/5/2026).
Ali menjelaskan apabila Titik Nurhayati memutuskan tetap berangkat tahun ini, pihak Kementerian Haji dan Umrah akan memfasilitasi keberangkatannya.
"Kalau berangkat tahun ini kita persilakan. Maka kemarin kami sudah komunikasi dengan yang bersangkutan. Ketika menghendaki untuk berangkat tetap nanti kita siapkan seat di pesawat," katanya.
Setelah dilakukan komunikasi, informasi terbaru menyebutkan Titik Nurhayati direncanakan berangkat haji pada 18 Mei 2026 dan bergabung bersama Kloter 78.
Sementara itu, untuk almarhum Sutrisno Agus Widodo, pemerintah memastikan ibadah hajinya tetap dilaksanakan melalui mekanisme badal haji.
Melalui mekanisme tersebut, rangkaian ibadah haji almarhum akan diwakilkan oleh petugas haji.
"Selain dapat badal haji, keluarga almarhum juga dapat asuransi sesuai jumlah yg dibayarkan jamaah," paparnya.
Sebagai informasi, Sutrisno Agus Widodo dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 11.42 WIB. Jenazah tiba dan dimakamkan di Blora pada Sabtu (9/5/2026).
Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul “Kisah Kesetiaan Istri, Batalkan Haji Demi Antar Jenazah Suami di Blora”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang