Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketegaran Nafsiah Dampingi Suami Sejak Berangkat Haji Hingga Harus Dimakamkan di Makkah

Kompas.com, 23 Mei 2026, 21:56 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Suasana haru menyelimuti proses pemakaman jemaah haji asal Jakarta, Muhammad Firdaus Akhlan, yang sebelumnya dilaporkan hilang di Makkah, Arab Saudi.

Setelah ditemukan meninggal dunia pada Jumat (22/5/2026), jenazah Firdaus dimakamkan pada Sabtu (23/5/2026) di pemakaman umum di Makkah.

Sang istri, Nafsiah Nawan, tampak tegar mengikuti seluruh proses pemakaman meski hanya dapat menyaksikan dari balik pagar.

Baca juga: Kronologi Jemaah Haji Asal Jakarta Hilang di Makkah, Kemenhaj Kerahkan Tim Lakukan Pencarian

Di tengah duka mendalam, Nafsiah tetap menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada petugas haji Indonesia yang telah membantu pencarian suaminya.

Jenazah Dishalatkan di Masjidil Haram Sebelum Dimakamkan

Sebelum dimakamkan, jenazah Firdaus terlebih dahulu disalatkan di Masjidil Haram usai shalat Subuh bersama tujuh jenazah lainnya. Setelah itu, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju lokasi pemakaman.

Baca juga: Jemaah Haji JKG-27 Muhammad Firdaus Wafat, Dimakamkan di Makkah

Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Kasi Linjam) PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Tulus Widodo, memastikan proses pemakaman berjalan aman dan lancar.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Alhamdulillah kita telah memakamkan almarhum Bapak Muhammad Firdaus Akhlan dalam keadaan aman dan lancar," kata Tulus kepada tim Media Center Haji (MCH).

Tulus juga mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT.

"Semoga arwah beliau diterima di sisi-Nya dan diampuni segala dosa-dosanya. Dan yang ditinggalkan diberikan ketabahan," lanjut Tulus.

Ketegaran Nafsiah Usai Kehilangan Suami

Usai proses pemakaman, Nafsiah tampak tetap tegar meski baru saja kehilangan suami yang telah mendampinginya sejak tahun 1976.

Dengan mengenakan gamis dan kerudung hitam, perempuan yang sehari-hari menjadi guru ngaji itu menyampaikan rasa terima kasih kepada petugas haji Indonesia.

"Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak kepada petugas Indonesia atas bantuan. Saya bersyukur, Masya Allah, begitu besar," ujarnya.

"Mudah-mudahan, atas bantuannya dari Indonesia, Allah berikan selalu kesehatan, Allah jaga, Allah pelihara," lanjut Nafsiah.

Ibu tiga anak tersebut juga memanjatkan doa untuk almarhum suaminya agar mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

"Mudah-mudahan Pak Firdaus ini dapat pertolongan dari Jemaah Indonesia. Mudah-mudahan, Pak Firdaus, Allah ampunkan dosanya, diterima amal ibadahnya, diluaskan kuburnya," kata Nafsiah.

"Sekali lagi, saya mohon maaf dari bapak-bapak semua. Mohon maaf dan terima kasih," tambahnya.

Kronologi Jemaah Haji Hilang di Makkah

Firdaus sebelumnya dilaporkan hilang pada Jumat (15/5/2026) setelah meninggalkan hotel tempatnya menginap di sektor 9 Misfalah, Makkah.

Kepergiannya sekitar pukul 09.04 waktu Arab Saudi sempat terekam kamera CCTV. Saat itu, Firdaus berpamitan kepada istrinya untuk melaksanakan shalat Jumat.

Nafsiah bahkan telah menyiapkan pakaian berupa baju koko putih dan sarung warna gelap untuk dikenakan suaminya.

Saat meninggalkan hotel, Firdaus diketahui tidak membawa identitas apa pun selain gelang haji. Kartu nusuk, paspor, telepon seluler, dan dokumen lainnya ditinggalkan di kamar hotel.

Setelah menerima laporan kehilangan, Kementerian Haji dan Umrah melalui PPIH Arab Saudi langsung membentuk tim pencarian intensif.

Pencarian dilakukan dengan menyusuri sejumlah sektor di Makkah, termasuk beberapa rumah sakit.

Ditemukan Meninggal di Jabal Kudai

Pada Jumat (22/5/2026), tim akhirnya memastikan keberadaan Firdaus. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan perbukitan Jabal Kudai yang berjarak sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari hotel tempatnya menginap.

Berdasarkan kondisi jenazah, almarhum diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Firdaus.

"Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Hasan.

Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, rumah sakit, petugas haji, dan masyarakat Indonesia yang turut membantu serta mendoakan proses pencarian.

Ia memastikan pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum.

"Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum," jelas Hasan.

Imbauan Tingkatkan Kepedulian terhadap Jemaah Lansia

Hasan mengajak seluruh jemaah dan petugas haji meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Menurutnya, jemaah yang terlihat berjalan sendiri, kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan perlu segera dibantu.

"Bila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter," imbaunya.

Hasan juga mengingatkan agar tidak membiarkan jemaah berjalan sendirian tanpa pendampingan demi mencegah risiko tersesat selama berada di Tanah Suci.

"Jangan biarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jemaah tersesat atau terpisah dari rombongannya," tegasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Ketegaran Nafsiah, Istri Kakek Firdaus usai Suami Dimakamkan: Mudah-mudahan Diterima Amal Ibadahnya”.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Makmum Masbuk Ikut Imam Rukuk, Apakah Dapat Satu Rakaat? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Makmum Masbuk Ikut Imam Rukuk, Apakah Dapat Satu Rakaat? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Muhammadiyah Bedakan Mana Ajaran Islam yang Tetap dan Terbuka untuk Berubah
Muhammadiyah Bedakan Mana Ajaran Islam yang Tetap dan Terbuka untuk Berubah
Aktual
Kemenperin Perkuat Sertifikasi Halal untuk Industri Kecil, 12.171 Pelaku Usaha Difasilitasi
Kemenperin Perkuat Sertifikasi Halal untuk Industri Kecil, 12.171 Pelaku Usaha Difasilitasi
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama untuk Rencanakan Mudik
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama untuk Rencanakan Mudik
Aktual
BPKH Catat Dana Kelolaan Rp180,72 Triliun pada Akhir 2025
BPKH Catat Dana Kelolaan Rp180,72 Triliun pada Akhir 2025
Aktual
Kemendag Tegaskan Wajib Halal Oktober 2026 Bukan Larangan Impor
Kemendag Tegaskan Wajib Halal Oktober 2026 Bukan Larangan Impor
Aktual
Mengapa Duduk Tenang Sebelum Shalat Termasuk Sunnah? Ini Penjelasannya
Mengapa Duduk Tenang Sebelum Shalat Termasuk Sunnah? Ini Penjelasannya
Aktual
Muktamar NU Usai, GP Ansor: Sudahi Perdebatan, Saatnya Kembali Berkhidmah
Muktamar NU Usai, GP Ansor: Sudahi Perdebatan, Saatnya Kembali Berkhidmah
Aktual
Rezeki Seret, Apakah Istighfar Benar-Benar Membuka Pintu Rezeki?
Rezeki Seret, Apakah Istighfar Benar-Benar Membuka Pintu Rezeki?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar