Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Awet dan Tidak Mudah Rusak

Kompas.com, 27 Mei 2026, 10:44 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Hari Raya Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat.

Dalam momen tersebut, banyak keluarga menerima daging sapi maupun kambing dalam jumlah cukup banyak untuk diolah dalam beberapa hari ke depan.

Namun, penyimpanan daging kurban yang kurang tepat sering membuat daging cepat bau, berubah warna, hingga mudah rusak.

Baca juga: Daging Kurban Disimpan Lebih dari 3 Hari, Apakah Dilarang Islam? Ini Hukumnya

Karena itu, penting mengetahui cara menyimpan daging kurban yang benar agar tetap segar, higienis, dan tahan lama.

Penyimpanan yang tepat juga membantu menjaga kualitas rasa serta mencegah pertumbuhan bakteri pada daging.

Baca juga: 5 Golongan yang Berhak Menerima Daging Kurban Menurut Syariat Islam

Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Tetap Layak Konsumsi

Berikut beberapa tips praktis menyimpan daging kurban agar awet dan tetap layak konsumsi.

1. Jangan Mencuci Daging Sebelum Disimpan

Mencuci daging sebelum disimpan justru dapat meningkatkan kelembapan yang memicu pertumbuhan bakteri dan menyebabkan bau tidak sedap lebih cepat muncul.

Sebagai gantinya, bersihkan bagian permukaan daging menggunakan tisu dapur untuk menghilangkan darah atau kotoran yang menempel.

Cara ini membantu menjaga kondisi daging tetap kering sehingga lebih tahan lama saat disimpan di kulkas maupun freezer.

2. Potong Daging Sesuai Porsi

Daging sebaiknya dipotong menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan memasak.

Selain memudahkan proses penyimpanan, daging juga akan lebih cepat dingin dan mudah dicairkan saat akan diolah.

Membagi daging per porsi juga membuat waktu memasak menjadi lebih praktis karena tidak perlu mencairkan seluruh stok sekaligus.

3. Gunakan Wadah Kedap Udara

Simpan daging dalam wadah kedap udara atau bungkus menggunakan plastik food grade, aluminium foil, maupun plastik gelap.

Cara ini membantu mengurangi paparan udara dan cahaya yang dapat memengaruhi kualitas daging.

Penyimpanan tertutup juga efektif mencegah bau menyengat menyebar di dalam kulkas.

4. Dinginkan di Chiller Sebelum Dibekukan

Sebelum dimasukkan ke freezer, daging disarankan didinginkan terlebih dahulu di chiller kulkas selama beberapa jam.

Proses pendinginan bertahap membantu menurunkan suhu daging secara perlahan sehingga pembekuan menjadi lebih merata.

Cara ini juga dapat membantu menjaga tekstur daging tetap baik setelah dicairkan kembali.

5. Beri Label Tanggal Penyimpanan

Setiap wadah penyimpanan sebaiknya diberi label tanggal saat daging mulai disimpan.

Label tersebut memudahkan pengaturan stok dan membantu menghindari konsumsi daging yang sudah terlalu lama berada di freezer.

Dengan cara ini, penggunaan daging juga menjadi lebih teratur dan efisien.

6. Simpan di Freezer dengan Suhu Ideal

Untuk penyimpanan jangka panjang, daging kurban sebaiknya disimpan di freezer dengan suhu minus 18 derajat Celsius atau lebih rendah.

Dalam kondisi tersebut, daging sapi maupun kambing dapat bertahan sekitar 6 hingga 12 bulan jika disimpan dengan benar.

Menjaga suhu freezer tetap stabil juga penting agar kualitas daging tidak cepat menurun.

7. Jangan Bekukan Ulang Daging yang Sudah Cair

Daging yang sudah dicairkan sebaiknya langsung diolah dan tidak dibekukan kembali.

Pembekuan ulang dapat menurunkan kualitas tekstur dan rasa daging serta meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

Karena itu, penting menyimpan daging dalam porsi kecil agar lebih mudah digunakan sesuai kebutuhan.

Dengan penyimpanan yang tepat, daging kurban dapat bertahan lebih lama tanpa kehilangan kualitas dan cita rasanya. Cara ini juga membantu menjaga kebersihan serta keamanan pangan selama perayaan Idul Adha berlangsung.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar