Editor
KOMPAS.com - Pemerintah mulai menyiapkan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 sebagai bagian dari persiapan musim haji 2027.
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menegaskan peningkatan layanan kesehatan akan menjadi fokus utama dalam evaluasi tersebut.
Langkah itu diambil meski angka kematian jamaah haji Indonesia pada 2026 telah turun sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Angka Kematian Jemaah Haji Turun 20 Persen, Kemenhaj Fokus Perketat Layanan Kesehatan pada Haji 2027
Selain layanan kesehatan, pemerintah juga akan mengevaluasi pengaturan arus jamaah di Mina guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan jamaah pada musim haji mendatang.
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf mengatakan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji akan difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan.
Baca juga: Operasional Haji 2026 Berakhir, Kemenhaj Tetap Dampingi 60 Jamaah yang Dirawat di RS Arab Saudi
Menurut dia, penurunan angka kematian jamaah sekitar 20 persen merupakan capaian positif, namun belum menjadi hasil yang memuaskan.
"Ada satu hal yang menjadi perhatian khusus kami, yaitu kesehatan. Tahun ini angka kematian memang berhasil turun sekitar 20 persen, tetapi itu belum angka yang memuaskan. Kami akan lebih mengetatkan lagi pelaksanaan kesehatan," kata Gus Irfan, sapaan akrabnya, di Asrama Haji Surabaya, Rabu.
Ia menjelaskan, pemerintah masih mencatat sebanyak 367 jamaah dan satu petugas haji meninggal dunia di Arab Saudi selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Selain itu, sekitar 60 jamaah hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi dan terus dipantau oleh tim yang masih bertugas hingga seluruh rangkaian pelayanan haji selesai.
Menurut Irfan, aspek kesehatan akan menjadi perhatian utama agar kualitas pelayanan pada musim haji berikutnya semakin baik sekaligus mampu menekan angka kematian jamaah.
Selain sektor kesehatan, pemerintah juga akan mengevaluasi pengaturan arus jamaah, khususnya di Mina yang memiliki kapasitas terbatas.
Menurut Irfan, kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang lebih baik agar pelaksanaan ibadah haji pada musim berikutnya dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman.
Ia mengatakan operasional haji 2026 secara resmi telah berakhir dan Kementerian Haji akan segera memulai persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan berbagai aspek layanan agar penyelenggaraan haji tahun depan berjalan lebih efektif serta memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi jamaah Indonesia.
Pada kesempatan itu, Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji, DPR, pemerintah Arab Saudi, media, serta para pemangku kepentingan yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
"Kami akan berusaha jauh lebih baik lagi," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang