Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maknai HUT ke-81 RI, Pegawai Lintas Agama Kemenag Bersihkan Masjid

Kompas.com, 15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

Sumber Kemenag


CIPUTAT, KOMPAS.com — Pegawai lintas agama di lingkungan Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama bergotong royong membersihkan masjid dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Pusbangkom MKMB Musyarrafah Amin mengatakan, keterlibatan pegawai dengan latar belakang agama berbeda dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

"Pegawai Pusbangkom MKMB tidak semuanya beragama Islam, tetapi semua berbaur ikut membersihkan masjid," ujar Musyarrafah dikutip dari laman Kemenag, Sabtu (15/8/2026).

Baca juga: Kemenag Sebut Masjid Istiqlal Tidak IPO, Hanya Fasilitasi Wakaf Saham

Menurut dia, moderasi beragama tidak cukup berhenti sebagai pengetahuan atau konsep, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Moderasi juga harus dibumikan melalui aksi nyata. Kita dapat memulainya dari hal-hal sederhana karena sesuatu yang besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten," kata dia.

Bersihkan Tiga Masjid

Kegiatan tersebut digelar Pusbangkom MKMB bersama Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan (Pusbangkom SDMPK) Kementerian Agama untuk menyambut peringatan HUT ke-81 RI.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam pagi bersama, kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial membersihkan tiga masjid di sekitar lingkungan Pusbangkom.

Ketiga rumah ibadah tersebut yakni Masjid Al-Muhajirin, Masjid As-Salam, dan Masjid Al-Husna.

Musyarrafah mengatakan, rangkaian kegiatan dirancang dengan membawa dua pesan utama, yakni keseimbangan dan kepedulian.

Baca juga: 50.000 Masjid dan Musala Serentak Dibersihkan, dari Toilet hingga Selokan

Keseimbangan diwujudkan dengan menjaga kesehatan jasmani melalui olahraga, sementara kepedulian diterapkan melalui kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Perayaan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan olah tubuh atau hiburan, tetapi perlu ada keseimbangan dalam aksi nyata di masyarakat," ujarnya.

Ia berharap kegiatan membersihkan masjid dapat menciptakan lingkungan rumah ibadah yang lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat.

"Selain membuat lingkungan lebih nyaman dan bersih, kegiatan ini juga dapat meringankan beban pengurus masjid serta mempererat silaturahim dengan masyarakat sekitar," kata Musyarrafah.

Moderasi Beragama Tak Berhenti pada Teori

Bagi para pegawai, kegiatan sosial tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas di luar lingkungan kerja.

Menurut Musyarrafah, kebersamaan yang terbangun ketika melakukan kegiatan sosial dapat memperkuat hubungan antarpersonel.

"Turun bersama membersihkan lingkungan masjid membuat hubungan antarpersonel tidak hanya terbangun dalam ruang kerja, tetapi juga melalui aktivitas sosial yang dikerjakan secara bersama-sama," tuturnya.

Musyarrafah mengatakan, aksi tersebut sejalan dengan semangat moderasi beragama yang menjadi salah satu mandat Pusbangkom MKMB.

Moderasi beragama, menurut dia, perlu diwujudkan dalam perilaku yang menghadirkan kemaslahatan dan mengikis sikap eksklusif di tengah masyarakat.

Hal tersebut juga berlaku dalam pengembangan kompetensi aparatur. Fungsi Pusbangkom, kata Musyarrafah, tidak berhenti pada penyampaian pengetahuan melalui berbagai program pelatihan.

"Peran dan fungsi Pusbangkom tidak selesai pada tataran transfer knowledge. Namun, hadir mewujudkannya melalui kepedulian nyata yang memberi dampak positif langsung bagi masyarakat," tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi diwujudkan melalui gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan di tengah perbedaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Gus Rozin Bawa Gagasan 'Poros Tengah' di Bursa Ketum PBNU
Gus Rozin Bawa Gagasan "Poros Tengah" di Bursa Ketum PBNU
Aktual
Wakaf Saham Istiqlal Jadi Sorotan, DPR Minta Hati-hati dan Kemenag Beri Klarifikasi
Wakaf Saham Istiqlal Jadi Sorotan, DPR Minta Hati-hati dan Kemenag Beri Klarifikasi
Aktual
Muktamar Ke-35 NU Siapkan 3 Posko Kesehatan, Layanan Medis Siaga 24 Jam
Muktamar Ke-35 NU Siapkan 3 Posko Kesehatan, Layanan Medis Siaga 24 Jam
Aktual
Pekalongan Darurat Sampah, 317 Siswa Muhammadiyah Pilih Karnaval Daur Ulang
Pekalongan Darurat Sampah, 317 Siswa Muhammadiyah Pilih Karnaval Daur Ulang
Aktual
Idgham Bighunnah: Pengertian, Huruf, Cara Baca, dan 25 Contohnya
Idgham Bighunnah: Pengertian, Huruf, Cara Baca, dan 25 Contohnya
Doa Harian
Doa Saat Gempa Bumi untuk Memohon Perlindungan, Arab dan Latin
Doa Saat Gempa Bumi untuk Memohon Perlindungan, Arab dan Latin
Aktual
Putra, Mahasiswa Muhammadiyah Juara Dunia Panjat Tebing Tampil di EISCC 2026
Putra, Mahasiswa Muhammadiyah Juara Dunia Panjat Tebing Tampil di EISCC 2026
Aktual
Prabowo Targetkan Renovasi Sekolah dan Pesantren, 2.120 Madrasah Diusulkan Direvitalisasi
Prabowo Targetkan Renovasi Sekolah dan Pesantren, 2.120 Madrasah Diusulkan Direvitalisasi
Aktual
Maknai HUT ke-81 RI, Pegawai Lintas Agama Kemenag Bersihkan Masjid
Maknai HUT ke-81 RI, Pegawai Lintas Agama Kemenag Bersihkan Masjid
Aktual
Di Tengah Gempuran Gawai, Mengapa Anak Tetap Perlu Bermain? Ini Pandangan Islam
Di Tengah Gempuran Gawai, Mengapa Anak Tetap Perlu Bermain? Ini Pandangan Islam
Aktual
Kisah Bencana yang Diungkap dalam Al-Quran dan Hadis, dari Banjir hingga Wabah
Kisah Bencana yang Diungkap dalam Al-Quran dan Hadis, dari Banjir hingga Wabah
Aktual
Peristiwa Rabiul Awal: Mengenang Momen Rasulullah Lahir hingga Wafat
Peristiwa Rabiul Awal: Mengenang Momen Rasulullah Lahir hingga Wafat
Aktual
Doa Upacara 17 Agustus 2026, Teks Lengkap untuk Peringatan HUT ke-81 RI
Doa Upacara 17 Agustus 2026, Teks Lengkap untuk Peringatan HUT ke-81 RI
Doa dan Niat
Nama dan Gelar Nabi Muhammad SAW Beserta Maknanya
Nama dan Gelar Nabi Muhammad SAW Beserta Maknanya
Aktual
Menjawab Mitos Larangan Menikah di Bulan Rabiul Awal, Ini Hukum Islam dan Penjelasannya
Menjawab Mitos Larangan Menikah di Bulan Rabiul Awal, Ini Hukum Islam dan Penjelasannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar