Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siapa yang Paling Berhak Jadi Imam Sholat? Ini Kriterianya Menurut Hadis dan Ulama

Kompas.com, 16 September 2026, 09:07 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com — Ketika beberapa orang sama-sama mampu memimpin sholat berjemaah, siapa yang sebaiknya didahulukan? Apakah yang paling baik bacaan Al-Qur’annya atau yang paling memahami hukum sholat?

Alumnus Ma’had Aly Al-Iman Bulus, Purworejo, Jawa Tengah, Muhammad Ryan Romadhon menjelaskan bahwa pemilihan imam memiliki sejumlah pertimbangan.

Selain kemampuan membaca Al-Qur’an dan pemahaman fikih, hak imam tetap masjid juga perlu diperhatikan.

Baca juga: Niat Shalat Subuh Sendiri dan Berjamaah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebut orang yang paling baik bacaan Al-Qur’annya untuk mengimami suatu kaum.

Jika kemampuan mereka setara, pertimbangan berikutnya ialah pengetahuan tentang sunah. Hadis tersebut juga menyebut urutan berdasarkan waktu berhijrah dan, dalam salah satu riwayat, usia.

Namun, Ryan menerangkan, ulama mazhab Syafi’i mendahulukan orang yang lebih memahami fikih ketika harus memilih antara calon imam yang unggul dalam pengetahuan hukum sholat dan calon yang unggul dalam bacaan Al-Qur’an.

Menurut penjelasan Imam Nawawi yang dikutip Ryan, bacaan yang diperlukan dalam sholat bersifat terbatas, sedangkan persoalan fikih yang dapat muncul selama salat lebih beragam.

Imam, misalnya, perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika lupa jumlah rakaat atau menghadapi keadaan lain yang memengaruhi jalannya sholat.

Baca juga: Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat Berjamaah, Adakah Tuntunannya?

Kriteria memilih imam salat

Dikutip dari NU Online, Ryan menguraikan lima pertimbangan dalam memilih imam berdasarkan hadis dan penjelasan ulama fikih.

Pertama, pemahaman fikih. Calon imam perlu mengetahui rukun dan syarat salat, hal yang membatalkannya, serta cara menangani kekeliruan saat memimpin jemaah.

Dalam pandangan mazhab Syafi’i yang dipaparkan Ryan, orang yang lebih memahami persoalan tersebut dapat didahulukan.

Kedua, kemampuan membaca Al-Qur’an. Imam perlu membaca ayat dengan benar, termasuk memperhatikan makhraj dan tajwid. Keindahan suara saja tidak cukup untuk menjadi ukuran.

Ketiga, kesalehan dan kehati-hatian dalam berperilaku. Ryan mengutip penjelasan ulama yang memaknai hijrah secara maknawi sebagai upaya meninggalkan kemaksiatan. Dari pemahaman itu, orang yang lebih menjaga perilakunya dapat menjadi pertimbangan.

Keempat, usia. Apabila kemampuan dan keutamaan calon imam setara, orang yang lebih tua dapat didahulukan sebagaimana disebut dalam salah satu riwayat hadis.

Kelima, hak imam tetap masjid. Menurut penjelasan Imam Nawawi yang dikutip Ryan, imam tetap masjid lebih berhak memimpin salat di tempatnya.

Begitu pula pemilik rumah ketika salat berjemaah berlangsung di rumahnya. Mereka dapat memimpin sendiri atau mengizinkan orang lain menjadi imam.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar