Editor
KOMPAS.com - Dalam Islam, perbuatan zalim berarti meletakkan sesuatu atau perkara bukan pada tempatnya. Zalim juga kerap dimaknai sebagai sifat kejam, bengis, dan tidak berperikemanusiaan.
Al-Qur'an memberikan peringatan keras terhadap orang yang melakukan perbuatan zalim. Dalam QS. Ali Imran ayat 192, Allah SWT memberikan ancaman bagi orang-orang yang berbuat zalim.
Baca juga: Tiga Pilihan Saat Disakiti Menurut Al Quran: Adil, Utama, atau Justru Berubah Zalim?
Dilansir dari laman muhammadiyah.or.id, anggota Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah Imran Baehaqi menyampaikan sejumlah akibat yang dapat diterima orang yang melakukan perbuatan zalim.
“Orang-orang yang berbuat zalim akan mendapat ancaman yang sangat dahsyat yang mestinya menjadi perhatian kita sebagai orang-orang mukmin, sehingga kita hidupnya senantiasa dalam ridha Allah Swt,” ujarnya.
Baca juga: Doa Agar Terhindar dari Tipu Daya Orang-orang Zalim
Dalam penjelasannya, Imran Baehaqi menyebutkan beberapa akibat apabila seseorang melakukan perbuatan zalim.
Akibat pertama dari perbuatan zalim adalah datangnya azab yang besar bagi pelakunya. Ancaman tersebut ditegaskan Allah Swt dalam QS. Al-Furqan ayat 19.
“barangsiapa yang berbuat zalim, niscaya akan merasakan azab yang sangat besar.”
Ayat tersebut menjadi peringatan bahwa perbuatan zalim memiliki konsekuensi yang berat bagi orang yang melakukannya.
Kezaliman juga dapat menyebabkan seseorang mendapatkan laknat berupa dijauhkannya dari kenikmatan dan rahmat Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat.
Hal tersebut ditegaskan dalam QS. Ghafir ayat 52 yang menjelaskan kondisi orang-orang zalim pada hari ketika permintaan maaf tidak lagi berguna.
“(yaitu) hari ketika permintaan maaf tidak berguna bagi orang-orang zalim dan mereka mendapat laknat dan tempat tinggal yang buruk.”
Perbuatan zalim juga dapat mendatangkan doa dari orang yang menjadi korban kezaliman. Dalam Islam, doa orang yang terzalimi memiliki kedudukan khusus karena tidak ada penghalang antara doa tersebut dan Allah Swt.
Rasulullah SAW pernah bersabda: ”Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah” (HR. Bukhari dan Muslim).
Karena itu, perbuatan zalim kepada orang lain tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarmanusia, tetapi juga memiliki konsekuensi di hadapan Allah SWT.
Orang yang melakukan kezaliman juga dapat mengalami kebangkrutan di hari kiamat apabila tidak bertaubat kepada Allah SWT dan tidak meminta maaf kepada orang yang dizaliminya ketika masih hidup di dunia.
Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham” (HR. Al-Bukhari).
Hadis tersebut menekankan pentingnya menyelesaikan kezaliman terhadap orang lain sejak di dunia, termasuk dengan meminta maaf kepada pihak yang telah dirugikan.
Akibat perbuatan zalim yang kelima adalah mendatangkan bencana dan malapetaka. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 45:
“Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (tidak ada penghuninya).”
Ayat tersebut menggambarkan kehancuran sejumlah negeri yang penduduknya berada dalam keadaan zalim.
Imran Baehaqi mengingatkan agar umat Islam menjauhi perbuatan zalim karena ancamannya begitu dahsyat.
Sikap tersebut perlu diterapkan, terutama dengan menghindari kezaliman kepada Allah dalam bentuk kekufuran dan perbuatan yang menyebabkan kerusakan di dunia.
“Bagaimana sikap kita ini? Hendaklah kita sendiri untuk menjauhi perbuatan zalim yang ancamannya begitu dahsyat. Terutama zalim kepada Allah dalam bentuk kekufuran dan membuat kerusakan di dunia ini,” tutur Imran.
Dengan demikian, perbuatan zalim dalam Islam bukan hanya berkaitan dengan tindakan terhadap orang lain, tetapi juga mencakup bentuk kezaliman kepada Allah dan perbuatan merusak.
Peringatan mengenai akibat kezaliman disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadis, mulai dari azab besar hingga konsekuensi di hari kiamat. Karena itu, umat Islam diingatkan untuk menjauhi perbuatan zalim dan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.