Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari 2 Hektar Sawah Wakaf, Baitul Arqom Kembangkan Lahan Produktif untuk Pendidikan

Kompas.com, 27 Oktober 2026, 07:03 WIB
Reni Susanti

Editor

JEMBER, KOMPAS.com — Wakaf produktif menjadi salah satu sumber pendanaan pendidikan di Pondok Pesantren Baitul Arqom, Jember, Jawa Timur.

Pesantren yang berdiri pada 1958 di atas dua hektare sawah wakaf itu kini mengelola 12 hektare sawah produktif untuk menopang keberlangsungan pendidikannya.

Pengalaman tersebut menjadi contoh pengelolaan wakaf dalam pembahasan kemandirian pesantren pada kuliah tamu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB UNEJ), Senin (26/10/2026).

Baca juga: Sarung dan Peci, dari Identitas Pesantren hingga Simbol Kebangsaan

Sekretaris Jenderal Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) sekaligus Pimpinan Pondok Modern Tazakka Batang, KH Anang Rikza Masyhadi, mengatakan, keberlanjutan pesantren membutuhkan fondasi kelembagaan, pendidikan, sumber daya manusia, dan pendanaan yang kuat.

“Kemandirian dan keberlanjutan pesantren bertumpu pada empat pilar dasar, yakni penguatan kelembagaan, pengembangan SDM yang berkualitas, sistem pendidikan yang terukur, serta sistem pendanaan yang solid dan mandiri. Sinergi dengan akademisi seperti FEB UNEJ akan semakin memperkokoh pilar-pilar ini,” ujarnya.

Kuliah tamu bertajuk “Beyond Charity: Productive Waqf, Islamic Social Finance, and the Sustainable Development Goals” dihadiri ratusan mahasiswa serta dosen.

Pembahasannya mencakup wakaf produktif dan peran keuangan sosial Islam dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Kemenag Perketat Izin Pendirian Pesantren, Ada PBG dan SLF, Apa Itu?

Kerja sama untuk memperkuat ekonomi pesantren

Dalam kegiatan tersebut, FPAG dan FEB UNEJ menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan potensi ekonomi, bisnis, dan kelembagaan pesantren.

Kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui pengabdian masyarakat, riset bersama, pendampingan ekonomi pesantren, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Dekan FEB UNEJ Isti Fadah mengatakan, perguruan tinggi perlu memastikan keilmuan dan kegiatannya memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami di FEB UNEJ berprinsip untuk menjadi ‘menara air’ yang mengalirkan manfaat dan kesejukan bagi sekitar, bukan ‘menara gading’ yang mengisolasi diri. Kami memperkuat branding Kampus Pancasila, di mana seluruh tingkah laku dan kebijakan dilandasi nilai-nilai Pancasila melalui semangat gotong royong dan bergandengan tangan dengan lembaga mana pun, termasuk pondok pesantren,” ujarnya.

Kolaborasi dengan pesantren menjadi bagian dari upaya fakultas untuk memperluas keterlibatan dalam pemberdayaan masyarakat.

Membuka ruang mengenal kontribusi pesantren

Wakil Sekretaris Jenderal FPAG sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, KH Izzat Fahd, mengatakan, kerja sama tersebut juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal kehidupan dan kontribusi pesantren.

“Kolaborasi antara FPAG dan UNEJ ini sangat luar biasa. Melalui sinergi ini, masyarakat luas dapat melihat secara langsung bagaimana para santri dan pendidik di pesantren berjuang dan berkontribusi nyata dalam membangun peradaban umat serta kemajuan bangsa,” tuturnya.

Baitul Arqom, yang dalam keterangan penyelenggara disebut sebagai pondok alumni Gontor pertama, memiliki pengalaman mengelola lahan produktif untuk mendukung pendidikan.

Pengelolaan 12 hektare sawah tersebut memperlihatkan salah satu bentuk pemanfaatan aset produktif untuk membantu menjaga keberlanjutan pesantren.

Melalui kerja sama FPAG dan FEB UNEJ, pendampingan ekonomi serta penguatan kelembagaan diharapkan dapat mendukung kemandirian pesantren.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi
Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi
Aktual
Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Aktual
Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Aktual
Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Aktual
40 Contoh Penutup Pidato Islami Singkat dan Berkesan
40 Contoh Penutup Pidato Islami Singkat dan Berkesan
Aktual
Nu’aim bin Mas’ud, Sahabat Nabi yang Meretakkan Koalisi dalam Perang Khandaq
Nu’aim bin Mas’ud, Sahabat Nabi yang Meretakkan Koalisi dalam Perang Khandaq
Aktual
Beasiswa Santri ke Malaysia Dibuka 27–29 Oktober 2026, Ini Syaratnya
Beasiswa Santri ke Malaysia Dibuka 27–29 Oktober 2026, Ini Syaratnya
Aktual
Dugaan Penipuan Berkedok Agama di Bangkalan, MUI Minta Warga Tak Mudah Percaya
Dugaan Penipuan Berkedok Agama di Bangkalan, MUI Minta Warga Tak Mudah Percaya
Aktual
PK-Tren Apresiasi Festival Sarung dan Peci Santri, Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi Kreatif
PK-Tren Apresiasi Festival Sarung dan Peci Santri, Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi Kreatif
Aktual
Bantu Teman Tuli Belajar Islam, Kemenag Kembangkan KOSMIN dan RISE
Bantu Teman Tuli Belajar Islam, Kemenag Kembangkan KOSMIN dan RISE
Aktual
Dari 2 Hektar Sawah Wakaf, Baitul Arqom Kembangkan Lahan Produktif untuk Pendidikan
Dari 2 Hektar Sawah Wakaf, Baitul Arqom Kembangkan Lahan Produktif untuk Pendidikan
Aktual
Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan, dari Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik
Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan, dari Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik
Aktual
Contoh Kultum Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Muslim Penjaga Persatuan
Contoh Kultum Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Muslim Penjaga Persatuan
Aktual
7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah pada Hari Kiamat, Siapa Saja?
7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah pada Hari Kiamat, Siapa Saja?
Aktual
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 2026 Singkat untuk Guru Madrasah
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 2026 Singkat untuk Guru Madrasah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar