Penulis
KOMPAS.com - Utang adalah teror, sebuah frase untuk menggambarkan bagaimana pengaruh utang terhadap kehidupan seseorang.
Di jaman modern ini, banyak orang terjerat utang, apalagi utang yang dilakukan secara online. Utang online ini biasa disebut dengan pinjol (pinjaman online).
Akibat utang yang yang dilakukan secara serampangan ini, banyak yang kemudian menjadi stress, tertekan, dan bahkan mengakhiri hidupnya.
Baca juga: Doa Terbebas dari Utang: Arab, Latin, dan Artinya
Utang memang bisa menjadi teror bagi seseorang, apalagi ketika setiap hari ditagih utangnya. Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:
لا تُخِيفوا أنفُسَكم بعْدَ أَمْنِها. قالوا: وما ذاكَ يا رسولَ اللهِ؟ قال: الدَّيْنُ
Artinya: “Jangan kalian meneror diri kalian sendiri, padahal sebelumnya kalian dalam keadaan aman.’ Para sahabat bertanya, ‘Apakah itu, wahai Rasulullah?’ Rasulullah menjawab, ‘Itulah utang!’ "(H.R. Ahmad).
Abdurrazaq Ash Shan’ani dalam kitab At Tanwir mengatakan utang itu menjadi teror bagi sang penghutang di siang hari. Dan menjadi kegelisahan baginya di malam hari. Maka seorang hamba jika dia mampu untuk tidak berutang, maka janganlah dia meneror dirinya sendiri.
Baca juga: 3 Bacaan Pembuka Pintu Rezeki: Lengkap Teks Arab, Latin, dan Artinya
Dengan adanya utang, orang menjadi lebih mudah berdusta dan mengingkari janji untuk menghindari agar utangnya tidak ditagih.
“Wahai Rasulullah, betapa seringnya Engkau berlindung dari hutang?’ Beliau pun menjawab, ‘Sesungguhnya seseorang yang biasa berhutang, jika dia berbicara dia akan berdusta, jika dia berjanji dia akan mengingkarinya’.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Utang termasuk perbuatan dzalim apabila orang yang berutang tidak berniat untuk membayar utangnya.
“Penundaan (pembayaran utang bagi) orang yang mempunyai harta adalah kezaliman.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Niat dan Doa Sholat Hajat: Lengkap Teks Arab, Latin, dan Artinya
Orang yang berutang dan tidak mau membayar utang dengan sengaja, maka Allah akan memberinya kehancuran.
“Orang yang mengambil harta orang lain (berhutang), dengan niat untuk melunasinya kelak, maka Allah akan menolong dia untuk melunasinya. Adapun orang yang mengambil harta orang lain dengan niat tidak akan melunasinya, maka Allah akan hancurkan dia.” (H.R. Bukhari)
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.