Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Maulid Nabi 2025? Catat Tanggal, Tradisi, dan Hikmahnya

Kompas.com, 27 Agustus 2025, 10:00 WIB
Khairina

Editor

Kompas.com-Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momen penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah dan meneladani akhlak beliau.

Perayaan ini biasanya diisi dengan pengajian, doa bersama, dan sedekah untuk memperkuat iman dan rasa syukur.

Tanggal Maulid Nabi 2025

Menurut kalender Hijriah Kementerian Agama, 1 Rabiul Awal 1447 H jatuh pada Senin, 25 Agustus 2025.

Dengan demikian, 12 Rabiul Awal atau Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati pada Jumat, 5 September 2025.

Baca juga: Makna dan Waktu Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025

Sementara itu, versi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah menetapkan 1 Rabiul Awal pada Minggu, 24 Agustus 2025, sehingga Maulid Nabi jatuh pada Kamis, 4 September 2025.

Perbedaan ini terjadi karena variasi metode penentuan awal bulan Hijriah, sehingga masyarakat dianjurkan menyesuaikan dengan kalender masing-masing.

Tradisi Maulid Nabi di Indonesia

Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi sering disertai tradisi lokal yang unik.

Beberapa di antaranya adalah Grebeg Maulud di Solo, Endog-endogan di Banyuwangi, dan Weh-wehan di Kendal.

Tradisi ini mempererat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan rasa kebersamaan di masyarakat.

Baca juga: Kapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025? Ini Jadwal, Sejarah, dan Amalan Sunnah

Hikmah Maulid Nabi Muhammad

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya memiliki keutamaan, tetapi juga mengandung hikmah yang mendalam bagi umat Islam.

Berikut beberapa hikmah yang dapat diambil dari perayaan ini:

Membiasakan membaca shalawat

Peringatan Maulid mendorong umat untuk memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana diperintahkan Allah SWT. Membaca selawat secara rutin mendekatkan diri kepada Allah dan diyakini mendatangkan syafaat Nabi pada hari kiamat.

Ekspresi kegembiraan atas lahirnya Nabi

Maulid menjadi momen untuk mengekspresikan rasa gembira atas kelahiran Nabi Muhammad yang membawa rahmat bagi alam semesta. Kisah Abu Lahab yang mendapat keringanan siksa karena bergembira mendengar kelahiran Nabi menjadi contoh manfaatnya.

Meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah

Maulid Nabi memperkuat rasa cinta umat kepada Rasulullah SAW, karena mencintai Nabi adalah kewajiban setiap Muslim.

Meneladani akhlak Rasulullah

Peringatan ini memberikan kesempatan untuk merenungkan kembali akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dan menjadikannya teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Sarana dakwah dan pendidikan

Maulid Nabi berfungsi sebagai media dakwah dan pendidikan melalui ceramah, pembacaan sirah Nabi, dan pengajaran ajaran Islam kepada masyarakat.

 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com