Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025? Ini Jadwal, Sejarah, dan Amalan Sunnah

Kompas.com, 20 Agustus 2025, 08:30 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

Sumber Baznas

KOMPAS.com-Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 menjadi salah satu momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia.

Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam memperingati kelahiran Rasulullah SAW dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pembacaan salawat, pengajian, hingga berbagi sedekah.

Perayaan ini bukan hanya mengenang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kesempatan untuk meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam menyebarkan risalah Islam.

Baca juga: Rebo Wekasan 2025: Sejarah, Waktu, Tradisi, dan Pandangan Islam

Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Dilansir dari laman Baznas, tradisi peringatan Maulid Nabi pertama kali dikenal pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir sekitar abad ke-11 Masehi.

Pada saat itu, perayaan digelar untuk mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus mempererat persatuan umat Islam.

Seiring berjalannya waktu, tradisi ini menyebar ke berbagai wilayah Islam dan diadopsi oleh budaya Muslim di Asia, Afrika, hingga Eropa.

Sejumlah ulama memandang peringatan Maulid sebagai wujud kecintaan umat kepada Rasulullah.

Imam Jalaluddin al-Suyuti menegaskan, memperingati Maulid Nabi adalah amalan baik selama diisi dengan kegiatan sesuai syariat, seperti membaca Al-Qur’an, salawat, dan pengajian (Husnul Maqsid fi Amalil Maulid).

Meskipun tidak ada dalil eksplisit dalam Alqur’an maupun hadis yang memerintahkan perayaan Maulid, para ulama memperbolehkannya selama tidak melanggar ajaran Islam.

Imam Ibn Hajar al-Asqalani bahkan menyebut bahwa peringatan ini merupakan cara mengenang kelahiran sosok yang paling dicintai Allah (Fath al-Bari).

Baca juga: Rebo Wekasan Dipercaya Hari Musibah, Bagaimana Menurut Islam?

Amalan yang Dianjurkan dalam Maulid Nabi Muhammad SAW 

1. Membaca sholawat

Salah satu amalan utama adalah memperbanyak pembacaan sholawat kepada Rasulullah SAW.

Dalam hadis disebutkan, “Barang siapa bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan memberikan rahmat kepadanya sepuluh kali” (HR. Muslim).

2. Mendengarkan kisah Nabi

Peringatan Maulid Nabi biasanya diisi dengan kisah perjalanan hidup Rasulullah, mulai dari kelahiran hingga perjuangan beliau dalam menegakkan Islam.

Melalui kisah tersebut, umat dapat mengambil inspirasi dari akhlak dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.

3. Bersedekah dan berbagi

Momentum Maulid juga dimanfaatkan untuk bersedekah dan membantu sesama, terutama kaum dhuafa.

Rasulullah dikenal sebagai sosok yang dermawan, sehingga amalan berbagi sangat dianjurkan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

4. Meningkatkan ibadah

Selain membaca salawat, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak membaca Alquran, shalat sunnah, dan berdzikir.

Amalan ini menjadi bentuk syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Baca juga: Perbedaan Husnul Khotimah dan Khusnul Khotimah, Jangan Sampai Salah Doa

Perbedaan Pandangan Ulama tentang Maulid

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tetap menjadi tradisi luas, meski terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama.

Sebagian ulama dari kalangan salafi berpendapat bahwa Maulid tidak pernah dilakukan para sahabat dan tidak memiliki dasar syar’i yang kuat.

Menurut mereka, ibadah seharusnya hanya dilakukan sesuai teladan Rasulullah tanpa tambahan.

Namun, ulama dari kalangan Asy’ariyah dan Maturidiyah, seperti al-Suyuti dan Ibn Hajar al-Haitami, berpendapat bahwa perayaan ini termasuk bid’ah hasanah atau inovasi baik.

Perayaan Maulid dinilai sah selama bertujuan mengenang Nabi, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan keimanan umat Islam.

Meski terdapat perbedaan pandangan, Maulid tetap menjadi salah satu tradisi besar yang mengingatkan kembali akan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam membawa risalah Islam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Warisan Abbasiyah: Hujan Lebat Hidupkan Kolam 1.300 Tahun di Arab Saudi
Warisan Abbasiyah: Hujan Lebat Hidupkan Kolam 1.300 Tahun di Arab Saudi
Aktual
Kemenhaj-Polri Perkuat Satgas, Berantas Haji Ilegal hingga ke Daerah
Kemenhaj-Polri Perkuat Satgas, Berantas Haji Ilegal hingga ke Daerah
Aktual
Haji Tidak Selalu Mabrur, Ini Tanda dan Cara Agar Ibadah Diterima
Haji Tidak Selalu Mabrur, Ini Tanda dan Cara Agar Ibadah Diterima
Aktual
Tata Cara Shalat di Pesawat untuk Jemaah Haji, Lengkap dengan Tayamum
Tata Cara Shalat di Pesawat untuk Jemaah Haji, Lengkap dengan Tayamum
Aktual
Apa Saja Rukun Haji? Ini 6 Rukun Penentu Sah Ibadah Haji
Apa Saja Rukun Haji? Ini 6 Rukun Penentu Sah Ibadah Haji
Aktual
Kumpulan Doa Berangkat Haji Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Kumpulan Doa Berangkat Haji Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Dari Media Sosial ke Aksi Nyata, Kisah Penyelamatan ODGJ di Banyuwangi Ini Bikin Haru
Dari Media Sosial ke Aksi Nyata, Kisah Penyelamatan ODGJ di Banyuwangi Ini Bikin Haru
Aktual
Meninggalkan Wajib Haji: Sah atau Tidak Hajinya? Ini Penjelasan Lengkap, Termasuk Denda dan Keringanannya
Meninggalkan Wajib Haji: Sah atau Tidak Hajinya? Ini Penjelasan Lengkap, Termasuk Denda dan Keringanannya
Aktual
118 Hotel Disiapkan di Madinah, Siap Tampung 103 Ribu Jemaah Haji Indonesia 2026
118 Hotel Disiapkan di Madinah, Siap Tampung 103 Ribu Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Kapan Idul Adha 2026? Cek Tanggalnya dan Potensi Libur Panjang 6 Hari
Kapan Idul Adha 2026? Cek Tanggalnya dan Potensi Libur Panjang 6 Hari
Aktual
Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini 7 Alat Pelindung Diri Wajib Bagi Jemaah Haji
Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini 7 Alat Pelindung Diri Wajib Bagi Jemaah Haji
Aktual
Standar Ketat Haji 2026, Makanan Jemaah Dicek 3 Kali Sehari
Standar Ketat Haji 2026, Makanan Jemaah Dicek 3 Kali Sehari
Aktual
 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede Gunakan Fast Track Haji 2026, Jemaah Lebih Cepat Lewati Imigrasi
Embarkasi Jakarta-Pondok Gede Gunakan Fast Track Haji 2026, Jemaah Lebih Cepat Lewati Imigrasi
Aktual
 Satgas Haji Gagalkan 8 WNI Berangkat ke Tanah Suci Pakai Visa Non-Haji, Travel Nakal Diusut
Satgas Haji Gagalkan 8 WNI Berangkat ke Tanah Suci Pakai Visa Non-Haji, Travel Nakal Diusut
Aktual
Arab Saudi Siapkan Transportasi Haji 2026: 3,1 Juta Kursi dan 12.000 Penerbangan untuk Layani Tamu Allah
Arab Saudi Siapkan Transportasi Haji 2026: 3,1 Juta Kursi dan 12.000 Penerbangan untuk Layani Tamu Allah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com