Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Milad ke-113 Muhammadiyah Jadi Gerakan Kemanusiaan, Lingkungan, dan Penguatan Wakaf

Kompas.com, 22 November 2025, 21:45 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah di berbagai wilayah Pulau Sumatera menghadirkan denyut yang sama: gerakan riil untuk memajukan kesejahteraan umat dan bangsa.

Dari layanan kesehatan, karnaval budaya, aksi filantropi, hingga dakwah lingkungan dan penguatan aset wakaf, Milad kali ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjelma menjadi aksi konkret di tengah masyarakat.

Sentuhan Kemanusiaan di Kota Metro

Di Kota Metro, Lampung, Milad ke-113 Muhammadiyah dibuka dengan program Peduli Ojol yang digelar di SMK Muhammadiyah 3 Metro.

Baca juga: Lazismu Gelar Rakernas 2026 di Banjarmasin: Tegaskan Penguatan Inovasi Sosial Terintegrasi dan Berkelanjutan

Bekerja sama dengan IDI Cabang Metro, sebanyak 113 pengemudi ojek online mendapatkan layanan kesehatan gratis dari 12 dokter, termasuk dokter spesialis penyakit dalam.

Ketua LazisMu Kota Metro, H Bekti Satriadi, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian Muhammadiyah kepada pekerja transportasi daring.

Ketua IDI Kota Metro, dr Apriyanto, mengapresiasi kolaborasi ini sebagai implementasi Tri Dharma IDI sekaligus melanjutkan hubungan panjang Muhammadiyah dengan dunia kesehatan.

Karnaval Akbar Warnai Milad di Metro Selatan

Masih di Metro, ribuan warga tumpah ruah dalam Karnaval Akbar Milad ke-113 Muhammadiyah di Lapangan Rejomulyo, Jumat (31/10/2025).

Sekitar 3.500 peserta dari anak-anak hingga lansia menghadirkan parade kreatif, termasuk replika mini Ka’bah, patung unta, hingga kostum pejuang.

Ketua PCM Bantul Metro Selatan, Mushonif Socheh, menegaskan bahwa karnaval ini merupakan bagian dari da’wah bil hal.

Camat Metro Selatan Kuswidaryanto dan Kepala Dinas Sosial AC Yuliwati memberikan apresiasi atas peran Muhammadiyah dalam mengharmonikan pembangunan sosial di Metro.

Ketua PWM Lampung, Prof. Sudarman, turut melepas peserta dengan semangat kebersamaan.

Sedekah Beras dan Donor Darah di Lebong

Di Muara Aman, program “Sedekah BerasMu” menjadi wujud filantropi Milad. Sebanyak 113 karung beras terkumpul dan disalurkan ke ranting-ranting Muhammadiyah.

Ketua layanan, Ustaz Sulaiman, menyebut program ini sebagai jembatan kebaikan untuk keluarga pra-sejahtera.

Di Kabupaten Lebong, MPKU PDM Lebong menggelar donor darah di Masjid Al Jihad Muhammadiyah, bekerja sama dengan PMI dan Telkomsel.

Wakil Bupati Lebong, Bambang ASB, membuka acara dan menegaskan pentingnya sinergi pemerintah dan Muhammadiyah dalam pelayanan sosial.

Ketua PDM Lebong, H Zulkifli Kamek, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Tabligh Akbar bersama Dahlan Rais.

Kolaborasi Lintas Iman di Rejomulyo

Di Metro Selatan, persiapan Milad bahkan melibatkan lintas iman. PRM dan Takmir Masjid Muttaqin Rejomulyo mengkoordinasikan kegiatan bersama Kesatuan Gereja Metro Selatan, mulai dari karnaval, bakti sosial, hingga kajian dhuha.

Ketua Panitia, Harbi Gemeli Putra, menegaskan bahwa Milad harus menjadi ruang mempererat persatuan lintas agama.

Gerakan Dakwah Lingkungan dari Bengkulu

Denyut besar Milad hadir dari Bengkulu melalui Green Awareness Movement yang digelar Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah.

Kegiatan meliputi pelatihan kader lingkungan dan penanaman 1.000 pohon, termasuk mangrove dan tanaman produktif.

Ketua MLH PP Muhammadiyah, Azrul Tanjung, menyatakan bahwa lingkungan harus dipandang sebagai ladang ekonomi hijau, dari energi terbarukan hingga pengolahan limbah.

Dukungan hadir dari Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Ketua PWM Bengkulu Fazrul Hamidi, serta Rektor UMB.

Solok Perkuat Aset Wakaf

Di Kabupaten Solok, sebuah momentum historis terjadi di Cupak Islamic Boarding School (CIBS). Ikatan Keluarga Cupak menyerahkan sertifikat tanah wakaf seluas tiga hektare kepada Muhammadiyah.

Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadiyah, Dr. Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa wakaf adalah amanah ilahi yang harus dikelola dengan tanggung jawab tinggi. Tanah itu direncanakan sebagai pusat pendidikan Muhammadiyah.

Baca juga: Muhammadiyah Genap 113 Tahun, Haedar Nashir Tekankan Komitmen Memajukan Kesejahteraan Bangsa

Milad yang Hidup dan Menjawab Kebutuhan Zaman

Dari layanan kesehatan hingga gerakan hijau, dari sedekah beras hingga penguatan pendidikan, Milad ke-113 Muhammadiyah di Sumatera membuktikan bahwa gerakan ini tetap hidup dan relevan.

Di usia lebih dari satu abad, Muhammadiyah terus melangkah untuk umat dan bekerja bagi bangsa—meneguhkan diri sebagai gerakan yang tak pernah berhenti berbuat dan mencerahkan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com