Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hikmah Rasulullah SAW Dilahirkan Pada Hari Senin Bulan Rabiul Awal Tahun Gajah

Kompas.com, 28 November 2025, 19:28 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Rasulullah SAW lahir pada hari Senin, bulan Rabi'ul Awal, tahun Gajah. Pemilihan waktu kelahiran Rasulullah SAW bukanlah dipilih secara acak. Ada hikmah dibalik pemilihan waktu lahir tersebut.

Hikmah tentang waktu kelahiran Rasulullah SAW dipelajari oleh para Ulama. Para Ulama menganggap bahwa semua hal terkait dengan Rasulullah SAW pasti mengandung hikmah dan pelajaran. Berikut hikmah waktu kelahiran Rasulullah SAW.

Baca juga: Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Hikmah Rasulullah SAW Dilahirkan Pada Hari Senin

Rasulullah SAW dilahirkan pada hari Senin, hari kedua dalam kalender Islam. Hari Senin termasuk hari yang mempunyai keutamaan, antara lain:

1. Hari Rasulullah SAW dilahirkan, Diangkat Menjadi Nabi, dan Wafat

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

Artinya: “Itu adalah hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau aku dituruni wahyu.” (H.R. Muslim).

Adapun Rasulullah SAW wafat di hari Senin disampaikan dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA.

مَاتَ النَّبِيُّ ﷺ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ

Artinya: “Nabi SAW wafat pada hari Senin.” (H.R. Al-Bukhari).

Baca juga: Sirah Nabawiyah: Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW dari Lahir hingga Wafat

2. Hari Senin adalah Hari Diperlihatkannya Amal

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالخَمِيسِ، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Amalan diperlihatkan kepada Allah pada hari senin dan kamis, maka aku senang jika amalan-ku diperlihatkan saat aku berpuasa.” (H.R. At Tirmidzi).

3. Surga Dibuka pada Hari Senin

Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW dalam haditsnya.

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ، وَيَوْمَ الْخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا، إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا 

Artinya: “Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, lalu diampuni dosa setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali orang yang ada permusuhan antara ia dan saudaranya. Maka dikatakan: Belakang-kan kedua orang ini sampai keduanya berdamai, belakang-kan kedua orang ini sampai keduanya berdamai, belakang-kan kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” (H.R. Muslim).

Baca juga: Nama-Nama Nabi Muhammad SAW yang Wajib Diketahui Umat Islam

4. Hari Diciptakannya Pohon

خَلَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ، وَخَلَقَ فِيهَا الْجِبَالَ يَوْمَ الْأَحَدِ، وَخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ، وَخَلَقَ الْمَكْرُوهَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ، وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ، وَبَثَّ فِيهَا الدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيسِ، وَخَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ بَعْدَ الْعَصْرِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ، فِي آخِرِ الْخَلْقِ، فِي آخِرِ سَاعَةٍ مِنْ سَاعَاتِ الْجُمُعَةِ، فِيمَا بَيْنَ الْعَصْرِ إِلَى اللَّيْلِ

Artinya: “Allah ‘azza wa jalla menciptakan tanah pada hari Sabtu, menciptakan gunung hari Ahad, menciptakan pepohonan (tumbuhan) pada hari Senin, menciptakan yang dibenci (keburukan) pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, memperkembang-biakkan hewan-hewan pada hari Kamis, menciptakan Adam ‘alaihissalam setelah Ashar hari Jum’at pada akhir ciptaan, di saat akhir hari Jum’at antara Ashar sampai malam.” (H.R. Muslim).

Menurut Syekh Jalaluddin As Suyuthi dalam karyanya Husnul Maqshid, pohon melambangkan sesuatu yang banyak memberikan manfaat, yaitu sebagai makanan pokok, menghasilkan buah-buahan, tempat berteduh, untuk atap bangunan, dan bahan utama kapal, dll.

Rasulullah SAW juga adalah sosok yang memberikan banyak manfaat, yaitu menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Baca juga: Keteladanan Rasulullah SAW: Lima Akhlak Utama Nabi yang Dicontohkan Umat Islam

Hikmah Rasulullah SAW Dilahirkan Pada Bulan Rabi'ul Awal

Pada bulan Rabi'ul Awal, di Mekkah sedang terjadi musim semi. Kata Rabi'ul Awal berasal dari akta Rabi' yang artinya musim semi.

Musim semi menggambarkan awal tumbuhnya pepohonan. Bulan Rabi'ul Awal juga menggambarkan awal tumbuhnya seorang manusia paling mulia di dunia pembawa risalah terakhir.

Menurut Syaikh Jalaluddin As Suyuthi, musim semi merupakan musim yang paling pas (adil) dan terbaik sebagaimana Rasulullah SAW adalah manusia terbaik dan paling adil.

Baca juga: 11 Julukan Sahabat Utama Nabi Muhammad SAW

Hikmah Rasulullah SAW Dilahirkan Pada Tahun Gajah

Tahun kelahiran Rasulullah SAW dinamakan tahun gajah karena bersamaan dengan kegagalan tentara bergajah yang ingin menghancurkan Ka'bah.

Ka'bah merupakan simbol bagi umat Islam. Ia senantiasa dilindungi Allah SWT meskipun tidak ada manusia yang melindunginya. Hal ini memberikan bahwa Nabi Muhammad SAW yang merupakan pembawa risalah Islam akan senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT.

Itulah beberapa hikmah dari waktu kelahiran Rasulullah SAW. Semoga memberikan manfaat dan menambah keimanan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com