Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Hal yang Menyebabkan Doa Tidak Terkabul Menurut Ibrahim bin Adham

Kompas.com, 28 September 2025, 18:48 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Doa adalah permohonan yang dipanjatkan agar hajat yang diinginkan dikabulkan oleh Allah SWT. Berdoa menjadi salah satu kewajiban orang yang beriman sebagai bentuk kepasrahan kepada Allah SWT.

Setiap orang pastinya ingin setiap doa yang dipanjatkan dikabulkan oleh Allah SWT, sayangnya tidak semua terjadi. Padahal Allah SWT sudah memerintahkan untuk berdoa dan Allah SWT akan mengabulkannya.

Baca juga: Kumpulan Doa Memohon Kemudahan Rezeki: Arab, Latin, dan Artinya

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (Q.S. Al Mu'min: 60).

Banyak orang yang berdoa tanpa henti, bahkan berdoa sambil meneteskan air mata, namun doanya tak kunjung dikabulkan. Hal ini kemudian ditanyakan kepada seorang generasi Tabi'in bernama Ibrahim bin Adham, orang yang sangat alim, zuhud, dan takwa kepada Allah SWT.

Ibrahim bin Adham kemudian menyampaikan 10 hal yang menyebabkan doa tidak dikabulkan.

1. Mengenal Allah, namun tidak menunaikan hak-Nya.

Setiap orang yang beriman pasti mengenal Allah SWT sebagai Pencipta alam semesta dan Dzat yang harus diibadahi. Hak-hak Allah SWT adalah untuk diibadahi dan ditaati.

Sayangnya, tidak semua orang yang mengenal Allah SWT tidak menunaikan hak Allah tersebut. Mereka justru enggan beribadah dan melanggar aturan-aturan Allah SWT.

2. Membaca Al Quran, namun tidak mengamalkannya.

Al Quran adalah Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan.

Namun sayangnya, banyak orang yang membaca Al Quran, namun tidak mau memahami dan menjadikan Al Quran menjadi pedoman hidup. Kebanyak orang hanya membaca Al Quran tanpa makna sehingga tidak ada pengaruhnya dalam kehidupan.

3. Mengaku cinta Nabi, namun meninggalkan sunnahnya.

Banyak orang mengaku cinta Nabi, bahkan dengan semangat menghadiri majelis-majelis shalawat. Tetapi dalam kehidupan keseharian, ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW justru ditinggalkan.

4. Mengatakan setan adalah musuh, namun malah menaatinya.

Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Namun banyak orang yang justru mengikuti ajakan-ajakan setan untuk berbuat dosa dan kemaksiatan. Inilah salah satu hal yang menyebabkan doa tidak dikabulkan.

Baca juga: 6 Perkara yang Bisa Menghalangi Terkabulnya Doa Menurut Ulama

5. Mengaku rindu surga, namun tidak beramal untuk meraihnya.

Surga adalah tempat kembali manusia setelah dunia berakhir. Banyak orang mengaku rindu surga, namun tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya, tidak memantaskan diri untuk meraihnya, dan tidak beramal untuk mencapainya.

6. Mengaku takut neraka, namun tidak menjauhi sebab-sebabnya

Banyak orang takut dimasukkan ke neraka karena tahu neraka adalah tempat yang sangat panas dan menyiksa. Namun hal itu tidak menjadikan seseorang menjauhi sebab-sebab yang menjadikan seseorang masuk neraka.

Mereka justru melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan terjerumus ke dalam neraka, yaitu dosa dan kemaksiatan.

7. Meyakini kematian itu pasti, namun tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya

Setiap orang pasti akan menemui kematian, namun tidak semua orang menyiapkan diri untuk menghadapinya. Orang-orang justru menyepelekan kematian dengan melakukan amal-amal yang akan memberatkan ketika kematian menjelang.

Baca juga: Bacaan Doa Agar Diberikan Kelancaran dalam Berbicara Lengkap dengan Artinya

8. Sibuk mencari-cari aib orang lain, dan melupakan aib diri sendiri.

Inilah yang sering terjadi saat ini. Seperti pepatah 'gajah di pelupuk mata tidak tampak, sementara kuman di seberang lautan tampak'. Banyak orang yang sering mencari dan membongkar aib-aib orang lain, tetapi melupakan aibnya sendiri yang mungkin lebih besar dari aib orang lain.

9. Menikmati nikmat Allah, namun tidak bersyukur

Semua yang ada pada manusia merupakan nikmat dari Allah SWT tanpa terkecuali. Tapi nikmat-nikmat yang tak terhitung jumlahnya terkadang tidak menjadikan manusia bersyukur.

10. Menguburkan orang-orang mati, namun tidak mengambil pelajaran

Ketika menguburkan orang mati, ada sebuah pelajaran yang bisa diambil, yaitu bahwa nantinya semua akan menyusul menghadapi kematian.

Namun sayangnya, hal itu tidak menjadikan orang sadar akan pelajaran tersebut dan tidak mengambil pelajaran bahwa maut bisa datang kapan saja sehingga perlu persiapan untuk menghadapinya.

Itulah 10 hal yang menjadikan doa tidak terkabulkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menag Nasaruddin Umar: Peran Kemenag dan MUI Saling Melengkapi
Menag Nasaruddin Umar: Peran Kemenag dan MUI Saling Melengkapi
Aktual
Kemenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji Aceh Terdampak Bencana
Kemenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji Aceh Terdampak Bencana
Aktual
Hukum Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Quran ke Toilet, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Quran ke Toilet, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
40 Persen Santri Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon Hafal 30 Juz Hanya dalam 4 Bulan
40 Persen Santri Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon Hafal 30 Juz Hanya dalam 4 Bulan
Aktual
Surah Ali Imran Ayat 92: Belajar Melepas Harta yang Dicintai
Surah Ali Imran Ayat 92: Belajar Melepas Harta yang Dicintai
Aktual
Kisah Perantau Ikut Golek Garwo Kemenag, Ikhtiar Cari Jodoh Lewat Ta'aruf Sesuai Syariat
Kisah Perantau Ikut Golek Garwo Kemenag, Ikhtiar Cari Jodoh Lewat Ta'aruf Sesuai Syariat
Aktual
Hukum Wudhu saat Masih Memakai Makeup dan Skincare, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Wudhu saat Masih Memakai Makeup dan Skincare, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Merawat Sejak Lahir, Bolehkah Ayah Tiri Menjadi Wali Nikah? Begini Penjelasan Hukum Islam
Merawat Sejak Lahir, Bolehkah Ayah Tiri Menjadi Wali Nikah? Begini Penjelasan Hukum Islam
Aktual
Kemenhaj Imbau Masyarakat Cek Legalitas Travel Umrah, Jangan Tergiur Promosi Harga Murah
Kemenhaj Imbau Masyarakat Cek Legalitas Travel Umrah, Jangan Tergiur Promosi Harga Murah
Aktual
Kemenhaj: 90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Pulang, Petugas Tetap Siaga hingga Kloter Terakhir
Kemenhaj: 90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Pulang, Petugas Tetap Siaga hingga Kloter Terakhir
Aktual
Jelang Muktamar Ke-35 NU, KH Imam Jazuli dan Gus Muhaimin Bertemu Bahas Masa Depan NU
Jelang Muktamar Ke-35 NU, KH Imam Jazuli dan Gus Muhaimin Bertemu Bahas Masa Depan NU
Aktual
Para Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia, dari Penemu Algoritma hingga Sains Modern
Para Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia, dari Penemu Algoritma hingga Sains Modern
Aktual
Sakit atau Safar? Ini Cara Amalanmu Tetap Berpahala Sempurna
Sakit atau Safar? Ini Cara Amalanmu Tetap Berpahala Sempurna
Aktual
Mars Al-Irsyad: Manifesto Kesetaraan Islam dan Anti-Feodalisme
Mars Al-Irsyad: Manifesto Kesetaraan Islam dan Anti-Feodalisme
Aktual
Cak Imin: Santri Harus Punya Skill, Integritas, dan Taat Ilmu
Cak Imin: Santri Harus Punya Skill, Integritas, dan Taat Ilmu
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar