Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa untuk Pemimpin: Amalan Sunyi yang Dampaknya Besar bagi Negeri

Kompas.com, 3 Januari 2026, 09:37 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Semakin hari, kondisi para pemimpin Indonesia semakin memprihatinkan. Kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil, banyaknya pencitraan, dan tidak peka terhadap permasalahan menjadi masalah utama bangsa.

Islam melarang untuk mencaci maki pemimpin. Islam mengajarkan mendoakan para pemimpin agar menjadi lebih baik. Mendoakan pemimpin menjadi amalan sunyi yang tidak populer tetapi bisa berdampak besar bagi negeri.

Doa adalah kekuatan umat Islam. Bahkan doa bisa mengubah takdir bila dilakukan dengan sepenuh hati dan ketundukan total kepada Allah SWT.

Baca juga: Doa Memakai dan Melepas Pakaian dalam Islam serta Maknanya

Pentingnya Mendoakan Para Pemimpin

Keberadaan para pemimpin yang sudah terpilih tak lepas dari andil masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu mendukung pemimpinnya agar bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik.

Salah satu yang bisa dilakukan rakyat untuk mendukung para pemimpinnya adalah dengan mendoakannya. Fudhail bin Iyadh, salah seorang ulama salaf mengatakan: “Seandainya aku tahu bahwa aku memiliki doa yang mustajab (yang dikabulkan), maka aku akan gunakan untuk mendoakan penguasa."

Mendoakan para pemimpin menjadi penting karena hal itu akan berdampak besar bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya. Bila pemimpin menjadi baik, maka rakyat juga menjadi semakin baik dan sejahtera.

Bila pemimpin jelek, maka rakyat juga akan terdampak akan kejelekannya. Bisa jadi negara tak kunjung membaik karena tidak ada satupun rakyat yang mendoakan kebaikan, tetapi hanya mkencaci maki para pemimpin sehingga kinerjanya semakin buruk.

Baca juga: Halau Setan dengan Membaca Doa Sebelum dan Sesudah Makan

Doa untuk Para Pemimpin

Berikut ini doa yang bisa dibaca untuk mendoakan para pemimpin yang bisa diamalkan.

1. Doa Agar Pemimpin Menjadi Baik

Arab:

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

Latin:

Allaahumma aslih wulaata umuurinaa, Allaahumma waffiqhum limaa fiihi salaahuhum wa salaahul islaami wal muslimiina, Allaahumma a'inhum 'alal qiyaami bimahaamihim kamaa amartahum yaa rabbal-'aalamiin. Allahumma ab'iid 'anhum bithoonatassu'i wal mufsidiina wa qarrib ilaihim ahlal khairi wannaasihiina yaa rabbal-'aalamiin. Allaahumma aslih wulaata umuuril muslimiina fii kulli makaanin.

Baca juga: Doa Perlindungan dari Bencana Hujan Lebat Lengkap dengan Artinya

Artinya:

Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di manapun mereka berada.

2. Doa Berlindung dari Pemimpin yang Bodoh

Selain mendoakan para pemimpin, ada anjuran juga untuk berdoa agar dihindarkan dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan bodoh. Doa ini diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad.

Baca juga: Doa Memohon Keberkahan di Bulan Rajab Lengkap dengan Terjemahannya

Arab:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ إِمَارَةِ الصِّبْيَانِ وَالسُّفَهَاء

Latin:

Allahumma innii a'uudzu bika min imaaratis sibyaani wassufahaa'.

Artinya:

Ya Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.

Baca juga: Doa Perlindungan dari Bencana Hujan Lebat Lengkap dengan Artinya

Penutup

Suatu bangsa bisa jadi tak kunjung membaik karena rakyat tidak pernah mendoakan para pemimpinnya. Padahal doa utuk para pemimpin termasuk salah satu bukti cinta tanah air.

Doa menjadi kekuatan utama kaum muslim. Dengan mendoakan para pemimpin, insya Allah kebaikan akan perlahan-lahan menghampiri, apalagi ketika semua rakyat berpartisipasi mendoakan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Kisah Hasan Al Bashri Ketika Dihina: Membalas Keburukan dengan kebaikan
Kisah Hasan Al Bashri Ketika Dihina: Membalas Keburukan dengan kebaikan
Aktual
Puasa yang Dilarang dalam Islam: Jenis, Dalil, dan Penjelasannya
Puasa yang Dilarang dalam Islam: Jenis, Dalil, dan Penjelasannya
Doa dan Niat
Bacaan Tahlil Lengkap dengan Doa: Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Tahlil Lengkap dengan Doa: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wamenhaj Ingatkan Petugas Haji Jaga Stamina, Mayoritas Ibadah Haji Bersifat Fisik
Wamenhaj Ingatkan Petugas Haji Jaga Stamina, Mayoritas Ibadah Haji Bersifat Fisik
Aktual
Daftar Wilayah di Arab Saudi yang Beku hingga Suhu -3 Derajat
Daftar Wilayah di Arab Saudi yang Beku hingga Suhu -3 Derajat
Aktual
Persiapan Ramadhan dari Rumah hingga Hati, Sudahkah Anda Siap?
Persiapan Ramadhan dari Rumah hingga Hati, Sudahkah Anda Siap?
Aktual
Menyambut Ramadhan 2026, Strategi Agar Ibadah Maksimal dan Tubuh Fit
Menyambut Ramadhan 2026, Strategi Agar Ibadah Maksimal dan Tubuh Fit
Aktual
Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Tanggal dan Asal Usulnya
Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Tanggal dan Asal Usulnya
Aktual
6 Peristiwa Penting di Bulan Sya‘ban: Jejak Penting yang Mengubah Arah
6 Peristiwa Penting di Bulan Sya‘ban: Jejak Penting yang Mengubah Arah
Aktual
Salju Turun di Arab Saudi: Benarkah Tanda Kiamat atau Hanya Perubahan Iklim Global?
Salju Turun di Arab Saudi: Benarkah Tanda Kiamat atau Hanya Perubahan Iklim Global?
Aktual
Jelang Puasa Ramadhan, Ini Tradisi Ruwahan yang Masih Lestari
Jelang Puasa Ramadhan, Ini Tradisi Ruwahan yang Masih Lestari
Aktual
Hukum Trading Forex dan Kripto dalam Islam, Ini Penjelasan MUI
Hukum Trading Forex dan Kripto dalam Islam, Ini Penjelasan MUI
Aktual
Bukan Superman, tapi Superteam: Cara Petugas Haji 2026 Siap Hadapi Puncak Haji di Armuzna
Bukan Superman, tapi Superteam: Cara Petugas Haji 2026 Siap Hadapi Puncak Haji di Armuzna
Aktual
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Bisa Dipesan Besok, Begini Cara Mudah Pesanannya
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Bisa Dipesan Besok, Begini Cara Mudah Pesanannya
Aktual
Beasiswa S2 Double Degree Kemenag–LPDP 2026 Dibuka, Kuliah di Indonesia dan Australia
Beasiswa S2 Double Degree Kemenag–LPDP 2026 Dibuka, Kuliah di Indonesia dan Australia
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com