Penulis
KOMPAS.com - Semakin hari, kondisi para pemimpin Indonesia semakin memprihatinkan. Kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil, banyaknya pencitraan, dan tidak peka terhadap permasalahan menjadi masalah utama bangsa.
Islam melarang untuk mencaci maki pemimpin. Islam mengajarkan mendoakan para pemimpin agar menjadi lebih baik. Mendoakan pemimpin menjadi amalan sunyi yang tidak populer tetapi bisa berdampak besar bagi negeri.
Doa adalah kekuatan umat Islam. Bahkan doa bisa mengubah takdir bila dilakukan dengan sepenuh hati dan ketundukan total kepada Allah SWT.
Baca juga: Doa Memakai dan Melepas Pakaian dalam Islam serta Maknanya
Keberadaan para pemimpin yang sudah terpilih tak lepas dari andil masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu mendukung pemimpinnya agar bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik.
Salah satu yang bisa dilakukan rakyat untuk mendukung para pemimpinnya adalah dengan mendoakannya. Fudhail bin Iyadh, salah seorang ulama salaf mengatakan: “Seandainya aku tahu bahwa aku memiliki doa yang mustajab (yang dikabulkan), maka aku akan gunakan untuk mendoakan penguasa."
Mendoakan para pemimpin menjadi penting karena hal itu akan berdampak besar bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya. Bila pemimpin menjadi baik, maka rakyat juga menjadi semakin baik dan sejahtera.
Bila pemimpin jelek, maka rakyat juga akan terdampak akan kejelekannya. Bisa jadi negara tak kunjung membaik karena tidak ada satupun rakyat yang mendoakan kebaikan, tetapi hanya mkencaci maki para pemimpin sehingga kinerjanya semakin buruk.
Baca juga: Halau Setan dengan Membaca Doa Sebelum dan Sesudah Makan
Berikut ini doa yang bisa dibaca untuk mendoakan para pemimpin yang bisa diamalkan.
Arab:
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ
Latin:
Allaahumma aslih wulaata umuurinaa, Allaahumma waffiqhum limaa fiihi salaahuhum wa salaahul islaami wal muslimiina, Allaahumma a'inhum 'alal qiyaami bimahaamihim kamaa amartahum yaa rabbal-'aalamiin. Allahumma ab'iid 'anhum bithoonatassu'i wal mufsidiina wa qarrib ilaihim ahlal khairi wannaasihiina yaa rabbal-'aalamiin. Allaahumma aslih wulaata umuuril muslimiina fii kulli makaanin.
Baca juga: Doa Perlindungan dari Bencana Hujan Lebat Lengkap dengan Artinya
Artinya:
Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di manapun mereka berada.
Selain mendoakan para pemimpin, ada anjuran juga untuk berdoa agar dihindarkan dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan bodoh. Doa ini diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad.
Baca juga: Doa Memohon Keberkahan di Bulan Rajab Lengkap dengan Terjemahannya
Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ إِمَارَةِ الصِّبْيَانِ وَالسُّفَهَاء
Latin:
Allahumma innii a'uudzu bika min imaaratis sibyaani wassufahaa'.
Artinya:
Ya Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.
Baca juga: Doa Perlindungan dari Bencana Hujan Lebat Lengkap dengan Artinya
Suatu bangsa bisa jadi tak kunjung membaik karena rakyat tidak pernah mendoakan para pemimpinnya. Padahal doa utuk para pemimpin termasuk salah satu bukti cinta tanah air.
Doa menjadi kekuatan utama kaum muslim. Dengan mendoakan para pemimpin, insya Allah kebaikan akan perlahan-lahan menghampiri, apalagi ketika semua rakyat berpartisipasi mendoakan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang