Editor
KOMPAS.com — Setiap memasuki pertengahan bulan Sya’ban, umat Islam kembali mencari satu amalan yang sangat dianjurkan para ulama: doa malam Nisfu Syaban.
Malam ini dikenal sebagai salah satu waktu yang penuh harap, ketika seorang hamba dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sejumlah riwayat hadis dan penjelasan ulama Ahlussunnah wal Jamaah menyebut bahwa malam Nisfu Syaban adalah malam turunnya rahmat dan ampunan Allah bagi banyak hamba-Nya.
Rasulullah SAW bersabda:
Arab:
ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء
Artinya:
“Allah turun ke langit dunia pada malam Nisfu Syaban, lalu mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang di dalam hatinya ada permusuhan.” (HR. al-Baihaqi)
Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Catat Tanggalnya dan Amalan yang Dianjurkan
Karena itu, para ulama menganjurkan memperbanyak doa pada malam tersebut.
Tidak ada doa baku yang diwajibkan. Namun, para ulama seperti Imam Nawawi dalam Al-Adzkar dan Sayyid Muhammad bin Alawi dalam Ithmi’nânul Qulûb menekankan pentingnya memperbanyak doa kebaikan, istighfar, dan permohonan ampun.
Berikut salah satu doa yang sering dibaca pada malam Nisfu Syaban:
Arab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allâhumma innaka ‘afuwwun karîm, tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘annî.
Arti:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai maaf, maka maafkanlah aku.”
Doa ini meski populer dibaca di malam Lailatul Qadar, juga sangat dianjurkan dibaca di malam-malam penuh ampunan seperti Nisfu Syaban.
Selain doa, ulama menganjurkan membaca istighfar dan dua kalimat syahadat berulang-ulang:
Istighfar:
أستغفر الله العظيم
Syahadat:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ
Sayyid Muhammad bin Alawi menyebut, malam Nisfu Syaban adalah waktu terbaik memperbanyak kalimat tauhid dan istighfar.
Bagi banyak Muslim, malam Nisfu Syaban menjadi momen muhasabah diri sebelum memasuki Ramadan. Malam ini diisi dengan:
Imam Syafi’i bahkan menyebut malam Nisfu Syaban sebagai salah satu malam yang doa-doanya mustajab.
Baca juga: Malam Nisfu Syaban 2026: Tanggal, Amalan, Keutamaan dan Dalilnya
Maka, doa malam Nisfu Syaban bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari ikhtiar spiritual yang bersumber dari hadis dan anjuran ulama, agar seorang hamba datang kepada Allah dengan hati yang bersih menjelang bulan suci Ramadan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang