Editor
KOMPAS.com - Perempuan Muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan karena haid memiliki kewajiban untuk mengqadha (mengganti) puasa di hari lain setelah suci.
Karena termasuk puasa wajib, pelaksanaannya harus memenuhi syarat sah, terutama pada niat puasa qadha yang dilakukan sebelum fajar.
Kewajiban qadha ini didasarkan pada penjelasan Ummul Mukminin Aisyah RA ketika ditanya mengapa perempuan haid mengganti puasa tetapi tidak mengganti salat:
كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ
“Kami dahulu mengalami haid, lalu kami diperintahkan mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha salat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur Puasa Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Hadis ini menjadi dasar kuat dalam fikih bahwa utang puasa karena haid wajib diganti.
Dalam literatur fikih mazhab Syafi’i yang menjadi rujukan mayoritas Muslim Indonesia, berikut lafal niat puasa qadha Ramadhan:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi Ramadhāna lillāhi ta‘ālā
Arti:
“Saya niat puasa esok hari untuk mengganti puasa wajib Ramadhan karena Allah Ta‘ala.”
Niat ini sama untuk semua qadha Ramadhan, termasuk yang ditinggalkan karena haid.
Karena termasuk puasa wajib, niat harus dilakukan **pada malam hari sebelum Subuh**. Hal ini sesuai hadis Nabi SAW:
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i)
Mayoritas ulama menegaskan, jika lupa berniat di malam hari, maka puasa qadha tidak sah.
Ulama menjelaskan, puasa qadha boleh dilakukan pada hari-hari yang memiliki keutamaan sunnah seperti Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh. Namun niat utamanya tetap qadha puasa Ramadhan, bukan puasa sunnah.
Para ulama menganjurkan agar perempuan yang telah suci dari haid tidak menunda qadha hingga mendekati Ramadhan berikutnya. Semakin cepat ditunaikan, semakin ringan beban kewajiban.
Baca juga: Kapan Puasa 2026? Yuk Kenali Ramadhan, Bulan Penuh Ampunan
Dengan memahami niat puasa mengganti puasa Ramadhan karena haid beserta ketentuannya, perempuan Muslim dapat menunaikan kewajiban ini dengan tenang dan sesuai tuntunan syariat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang