Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arti Allahumma Ballighna Ramadhan dan Keutamaannya

Kompas.com, 14 Februari 2026, 16:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang datangnya bulan suci, umat Islam kerap melantunkan doa “Allahumma Ballighna Ramadhan”.

Doa ini bukan sekadar ungkapan harapan, melainkan refleksi kerinduan spiritual agar dipertemukan kembali dengan bulan penuh ampunan.

Tradisi membaca doa tersebut lazim dilakukan sejak bulan Rajab dan Sya’ban sebagai bentuk persiapan ruhani menyambut Ramadhan.

Lalu, apa arti sebenarnya dari Allahumma Ballighna Ramadhan dan apa keutamaannya?

Baca juga: Arti Marhaban Ya Ramadhan, Kareem, dan Mubarak, Mana yang Tepat?

Apa Arti “Allahumma Ballighna Ramadhan”?

Secara bahasa, frasa “Allahumma Ballighna Ramadhan” berarti “Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”

Maknanya adalah memohon umur panjang, kesehatan, dan kesempatan agar dapat kembali menjalankan ibadah di bulan suci.

Dalam riwayat yang populer disebutkan bahwa ketika memasuki bulan Rajab, Muhammad SAW berdoa:

Allahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighnaa Ramadhaana.

Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.

Riwayat ini disebutkan dalam sejumlah kitab hadis, di antaranya dinisbatkan kepada Al-Bukhari, dan banyak dikutip dalam literatur keislaman klasik maupun kontemporer.

Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, dijelaskan bahwa doa tersebut menjadi bagian dari amalan menyambut Ramadhan agar seorang Muslim tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga siap secara iman.

Baca juga: Ramadhan 2026 Mulai 19 Februari? Ini Penetapan Resmi Sejumlah Negara

Mengapa Umat Islam Dianjurkan Membacanya?

Ramadhan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Ia adalah momentum turunnya Al-Qur’an dan dilipatgandakannya pahala.

Allah SWT berfirman:

Yaa ayyuhalladziina aamanuu kutiba ‘alaikumush shiyaamu kamaa kutiba ‘alalladziina min qablikum la’allakum tattaquun.

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama Ramadhan adalah membentuk ketakwaan. Maka doa agar dipertemukan dengan Ramadhan mengandung harapan besar, diberi peluang memperbaiki diri.

Dalam buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun karya Hamdan Hamedan, dijelaskan bahwa doa menyambut Ramadhan mencerminkan kesadaran seorang hamba akan nilai waktu dan kesempatan. Tidak semua orang yang hidup di Rajab akan sampai pada Ramadhan.

Keutamaan Membaca “Allahumma Ballighna Ramadhan”

1. Menghidupkan Spirit Persiapan Ibadah

Membaca doa ini berarti menyiapkan diri jauh hari sebelum Ramadhan tiba. Dalam kajian ulama klasik seperti yang dijelaskan Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Lathaif Al-Ma’arif, para sahabat bahkan berdoa selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan dan enam bulan berikutnya agar amalnya diterima.

Ini menunjukkan bahwa Ramadhan diposisikan sebagai puncak ibadah tahunan.

2. Mengandung Permohonan Keberkahan dan Umur Panjang

Doa tersebut bukan hanya tentang usia, tetapi juga tentang kualitas hidup. Umur panjang tanpa keberkahan tidak akan bernilai.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim:

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Kecuali puasa, ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

Hadis ini menegaskan betapa besar nilai Ramadhan. Maka wajar jika seorang Muslim memohon agar dipertemukan dengannya.

Baca juga: 40 Ucapan Selamat Ramadhan 2026 dalam Bahasa Inggris dan Artinya untuk Unggahan Media Sosial

3. Menumbuhkan Rasa Rindu kepada Ramadhan

Kerinduan adalah tanda iman. Dalam Ar-Raheeq Al-Makhtum karya Safiur Rahman Mubarakpuri, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menyambut Ramadhan dengan kabar gembira kepada para sahabat, karena di dalamnya terdapat pintu surga yang dibuka dan pintu neraka yang ditutup.

Doa “Allahumma Ballighna Ramadhan” menjadi ekspresi kerinduan tersebut.

Ramadhan dan Keistimewaannya dalam Al-Qur’an

Keagungan Ramadhan ditegaskan dalam firman Allah SWT:

Syahru Ramadhaanal ladzii unzila fiihil Qur’an.

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Selain itu, terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan:

Lailatul qadri khairum min alfi syahr.

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr [97]: 3)

Ayat-ayat ini memperkuat alasan mengapa umat Islam dianjurkan memohon agar diberi kesempatan menjumpai Ramadhan.

Baca juga: Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Hati Gembira

Perspektif Spiritual: Doa sebagai Cermin Harapan

Secara teologis, doa ini mencerminkan tiga hal, kesadaran akan keterbatasan hidup, pengakuan bahwa segala sesuatu berada di tangan Allah, serta harapan untuk memperbaiki diri.

Dalam konteks kehidupan modern yang penuh distraksi, membaca “Allahumma Ballighna Ramadhan” menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan rutinitas tahunan biasa.

Ia adalah kesempatan emas untuk kembali pada Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, menghidupkan shalat malam, dan meraih ampunan.

“Allahumma Ballighna Ramadhan” bukan sekadar kalimat pendek yang dilafalkan menjelang bulan suci.

Ia adalah doa penuh makna, harapan untuk umur yang berkah, iman yang meningkat, dan kesempatan memperbaiki diri.

Sebagaimana firman Allah SWT:

La’allakum tattaquun.

Agar kamu bertakwa.

Ramadhan adalah perjalanan menuju ketakwaan. Dan doa ini adalah langkah awal untuk memulainya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama IDM Rute Jakarta–Yogyakarta, Cek Syarat, Cara Daftar dan Kuotanya
Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama IDM Rute Jakarta–Yogyakarta, Cek Syarat, Cara Daftar dan Kuotanya
Aktual
Jadwal Belajar dan Libur Ramadan 2026, Tak Boleh Ada Tugas Berat!
Jadwal Belajar dan Libur Ramadan 2026, Tak Boleh Ada Tugas Berat!
Aktual
Pemprov DKI Larang Ormas Razia Rumah Makan Saat Ramadhan
Pemprov DKI Larang Ormas Razia Rumah Makan Saat Ramadhan
Aktual
Tradisi Munggahan Sebelum Puasa, Ini Kegiatan dan Menu yang Wajib Ada
Tradisi Munggahan Sebelum Puasa, Ini Kegiatan dan Menu yang Wajib Ada
Aktual
PCNU Tasikmalaya Peringati 100 Tahun, Tegaskan Semangat Abad Kedua
PCNU Tasikmalaya Peringati 100 Tahun, Tegaskan Semangat Abad Kedua
Aktual
Arti Allahumma Ballighna Ramadhan dan Keutamaannya
Arti Allahumma Ballighna Ramadhan dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Arti Marhaban Ya Ramadhan, Kareem, dan Mubarak, Mana yang Tepat?
Arti Marhaban Ya Ramadhan, Kareem, dan Mubarak, Mana yang Tepat?
Aktual
Mudik Gratis Pelni 2026 Dibuka, Simak Cara Daftar, Syarat, dan Rutenya
Mudik Gratis Pelni 2026 Dibuka, Simak Cara Daftar, Syarat, dan Rutenya
Aktual
Jadwal Sholat Hari Ini Kabupaten Sidoarjo Sabtu, 14 Februari 2026
Jadwal Sholat Hari Ini Kabupaten Sidoarjo Sabtu, 14 Februari 2026
Aktual
Tren Gamis Bini Orang Diburu Jelang Lebaran 2026, Elegan dan Modern
Tren Gamis Bini Orang Diburu Jelang Lebaran 2026, Elegan dan Modern
Aktual
Tren Warna Lebaran 2026: Taupe Jadi Primadona, Elegan, Hangat, dan Cocok untuk Semua Undertone
Tren Warna Lebaran 2026: Taupe Jadi Primadona, Elegan, Hangat, dan Cocok untuk Semua Undertone
Aktual
Gamis Rompi Lepas Jadi Incaran karena Bisa 2 Gaya dalam 1 Baju
Gamis Rompi Lepas Jadi Incaran karena Bisa 2 Gaya dalam 1 Baju
Aktual
KH Imam Jazuli: Tajdid Ekologis NU Harga Mati untuk Selamatkan Bumi dari Krisis Iklim
KH Imam Jazuli: Tajdid Ekologis NU Harga Mati untuk Selamatkan Bumi dari Krisis Iklim
Aktual
Ramadhan 2026 Mulai 19 Februari? Ini Penetapan Resmi Sejumlah Negara
Ramadhan 2026 Mulai 19 Februari? Ini Penetapan Resmi Sejumlah Negara
Aktual
Intip Gamis Lebaran 2026 Terbaru: Dari Tren Rompi Lepas hingga Gamis Bini Orang yang Viral
Intip Gamis Lebaran 2026 Terbaru: Dari Tren Rompi Lepas hingga Gamis Bini Orang yang Viral
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com