Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Nabi Zakariya Memohon Anak: Harapan di Tengah Kemustahilan

Kompas.com, 3 April 2026, 08:20 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Dalam hidup, ada masa ketika harapan terasa semakin jauh. Usia bertambah, kondisi tak lagi mendukung, dan keadaan seolah menutup semua pintu.

Namun kisah Nabi Zakariya mengajarkan bahwa selama masih ada doa, tidak ada yang benar-benar mustahil.

Nabi Zakariya (AS) berada pada titik yang secara manusiawi hampir tanpa harapan. Tubuhnya telah renta, rambutnya memutih, dan istrinya tidak mampu memiliki anak. Dalam kondisi seperti itu, banyak orang mungkin menyerah. Tetapi tidak bagi seorang nabi.

Ia tetap menggenggam keyakinan. Ia tahu bahwa ada satu pintu yang tidak pernah tertutup—pintu doa kepada Allah.

Baca juga: 4 Doa Memohon Diberikan Anak untuk Diamalkan Oleh Pejuang Garis Dua yang Berharap Keturunan

Doa Nabi Zakariya dalam Al-Qur’an

Dilansir dari The Islamic Information, doa yang dipanjatkan Nabi Zakariya diabadikan dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surah Al-Anbiya. Doa ini menjadi salah satu amalan yang sering dibaca oleh umat Islam yang mengharapkan keturunan.

Arab:

رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Latin:

Rabbi lā tadharnī fardan wa anta khayru-l-wārithīn

Artinya:

“Ya Tuhanku, janganlah Engkau tinggalkan aku sendirian, padahal Engkau adalah sebaik-baik pewaris.”

Doa ini sederhana, tetapi sarat makna. Ia lahir dari hati yang penuh harap, bukan dari kondisi yang ideal.

Dari Mustahil Menjadi Nyata

Yang membuat kisah ini begitu menguatkan adalah hasilnya. Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya. Ia dikaruniai seorang anak bernama Nabi Yahya, yang kelak menjadi nabi yang mulia.

Kelahiran Nabi Yahya adalah bukti bahwa keterbatasan manusia bukanlah batas bagi kuasa Allah. Apa yang tampak mustahil di mata manusia, bisa menjadi sangat mungkin di sisi-Nya.

Kapan dan Berapa Kali Dibaca?

Tidak ada jumlah pasti dalam membaca doa ini. Para ulama menganjurkan untuk membacanya secara konsisten dan penuh keyakinan.

Beberapa waktu terbaik untuk memanjatkan doa antara lain:

  • Sepertiga malam terakhir
  • Saat adzan berkumandang
  • Setelah shalat fardhu

Yang terpenting bukanlah jumlahnya, tetapi ketulusan dan keyakinan saat memohon.

Doa yang Relevan Sepanjang Zaman

Kisah Nabi Zakariya bukan hanya tentang permohonan anak. Ia adalah tentang harapan yang tidak padam, tentang keyakinan di tengah keterbatasan, dan tentang doa yang mampu menembus langit.

Baca juga: Doa Cepat Hamil dan Memiliki Keturunan: Arab, Latin, dan Artinya

Allah yang mengabulkan doa Nabi Zakariya adalah Allah yang sama hari ini. Tidak ada pintu yang benar-benar tertutup bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh berdoa.

Bagi siapa pun yang sedang menanti, berharap, atau merasa mustahil—doa ini bisa menjadi pengingat bahwa harapan selalu punya tempat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jejak Kota Ubullah: Pelabuhan Persia yang Ditaklukkan Khalid bin Walid, Kini Tinggal Nama
Jejak Kota Ubullah: Pelabuhan Persia yang Ditaklukkan Khalid bin Walid, Kini Tinggal Nama
Aktual
Khutbah Jumat Hari Ini: Menjaga Istiqamah Ibadah Setelah Ramadhan, Jangan Kembali Lalai
Khutbah Jumat Hari Ini: Menjaga Istiqamah Ibadah Setelah Ramadhan, Jangan Kembali Lalai
Aktual
Doa Saat Stres dan Cemas: Arab, Latin dan Artinya
Doa Saat Stres dan Cemas: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Nabi Zakariya Memohon Anak: Harapan di Tengah Kemustahilan
Doa Nabi Zakariya Memohon Anak: Harapan di Tengah Kemustahilan
Doa dan Niat
Fantastis! 89 Juta Orang Kunjungi Arab Saudi untuk Hiburan Selama 2025
Fantastis! 89 Juta Orang Kunjungi Arab Saudi untuk Hiburan Selama 2025
Aktual
Layanan Haji Makin Canggih: Arab Saudi Perkuat Digitalisasi hingga AI untuk Kenyamanan Jemaah
Layanan Haji Makin Canggih: Arab Saudi Perkuat Digitalisasi hingga AI untuk Kenyamanan Jemaah
Aktual
Rawdah Mohamed Buktikan Hijab Bisa Stylish di Dunia Denim, Tampil Edgy hingga High Fashion
Rawdah Mohamed Buktikan Hijab Bisa Stylish di Dunia Denim, Tampil Edgy hingga High Fashion
Aktual
Human Initiative Luncurkan Sebar Qurban 2026, Targetkan 309.000 Penerima
Human Initiative Luncurkan Sebar Qurban 2026, Targetkan 309.000 Penerima
Aktual
Lulusan Cepat Terserap Kerja, UIN Jakarta Ungkap Strategi Sukses Tembus Dunia Industri
Lulusan Cepat Terserap Kerja, UIN Jakarta Ungkap Strategi Sukses Tembus Dunia Industri
Aktual
Dana Haji Tembus Rp 180,72 Triliun, BPKH Klaim Dikelola Profesional dan Transparan
Dana Haji Tembus Rp 180,72 Triliun, BPKH Klaim Dikelola Profesional dan Transparan
Aktual
Doa Qunut Subuh: Perbedaan Bacaan untuk Imam dan Shalat Sendirian, Jangan Sampai Keliru
Doa Qunut Subuh: Perbedaan Bacaan untuk Imam dan Shalat Sendirian, Jangan Sampai Keliru
Doa dan Niat
Dua Kali Adzan Shalat Jumat: Dalil, Sejarah, Perbedaan, dan Hikmahnya
Dua Kali Adzan Shalat Jumat: Dalil, Sejarah, Perbedaan, dan Hikmahnya
Aktual
Bacaan Bilal Shalat Jumat: Arab, Latin, dan Artinya, serta Tata Cara Melaksanaannya
Bacaan Bilal Shalat Jumat: Arab, Latin, dan Artinya, serta Tata Cara Melaksanaannya
Doa dan Niat
ISNU Puji Prabowo Tahan Harga BBM di Tengah Tekanan Global
ISNU Puji Prabowo Tahan Harga BBM di Tengah Tekanan Global
Aktual
Niat Puasa Senin Kamis: Panduan Lengkap dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Niat Puasa Senin Kamis: Panduan Lengkap dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com