Editor
KOMPAS.com - Dalam hidup, ada masa ketika harapan terasa semakin jauh. Usia bertambah, kondisi tak lagi mendukung, dan keadaan seolah menutup semua pintu.
Namun kisah Nabi Zakariya mengajarkan bahwa selama masih ada doa, tidak ada yang benar-benar mustahil.
Nabi Zakariya (AS) berada pada titik yang secara manusiawi hampir tanpa harapan. Tubuhnya telah renta, rambutnya memutih, dan istrinya tidak mampu memiliki anak. Dalam kondisi seperti itu, banyak orang mungkin menyerah. Tetapi tidak bagi seorang nabi.
Ia tetap menggenggam keyakinan. Ia tahu bahwa ada satu pintu yang tidak pernah tertutup—pintu doa kepada Allah.
Baca juga: 4 Doa Memohon Diberikan Anak untuk Diamalkan Oleh Pejuang Garis Dua yang Berharap Keturunan
Dilansir dari The Islamic Information, doa yang dipanjatkan Nabi Zakariya diabadikan dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surah Al-Anbiya. Doa ini menjadi salah satu amalan yang sering dibaca oleh umat Islam yang mengharapkan keturunan.
Arab:
رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Latin:
Rabbi lā tadharnī fardan wa anta khayru-l-wārithīn
Artinya:
“Ya Tuhanku, janganlah Engkau tinggalkan aku sendirian, padahal Engkau adalah sebaik-baik pewaris.”
Doa ini sederhana, tetapi sarat makna. Ia lahir dari hati yang penuh harap, bukan dari kondisi yang ideal.
Yang membuat kisah ini begitu menguatkan adalah hasilnya. Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya. Ia dikaruniai seorang anak bernama Nabi Yahya, yang kelak menjadi nabi yang mulia.
Kelahiran Nabi Yahya adalah bukti bahwa keterbatasan manusia bukanlah batas bagi kuasa Allah. Apa yang tampak mustahil di mata manusia, bisa menjadi sangat mungkin di sisi-Nya.
Tidak ada jumlah pasti dalam membaca doa ini. Para ulama menganjurkan untuk membacanya secara konsisten dan penuh keyakinan.
Beberapa waktu terbaik untuk memanjatkan doa antara lain:
Yang terpenting bukanlah jumlahnya, tetapi ketulusan dan keyakinan saat memohon.
Kisah Nabi Zakariya bukan hanya tentang permohonan anak. Ia adalah tentang harapan yang tidak padam, tentang keyakinan di tengah keterbatasan, dan tentang doa yang mampu menembus langit.
Baca juga: Doa Cepat Hamil dan Memiliki Keturunan: Arab, Latin, dan Artinya
Allah yang mengabulkan doa Nabi Zakariya adalah Allah yang sama hari ini. Tidak ada pintu yang benar-benar tertutup bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh berdoa.
Bagi siapa pun yang sedang menanti, berharap, atau merasa mustahil—doa ini bisa menjadi pengingat bahwa harapan selalu punya tempat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang