Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan Doa saat Melempar Jumrah Ula, Wustho, dan Aqabah dalam Ibadah Haji

Kompas.com, 16 Mei 2026, 21:59 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI, HIMPUH

KOMPAS.com - Melempar jumrah menjadi salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji yang dilaksanakan di Mina.

Ritual ini dilakukan dengan melempar batu kerikil ke tiga titik jumroh, yakni jumrah ula, wustho, dan aqabah. Setiap jumroh dilempar sambil membaca takbir dan doa.

Melempar jumroh bukan sekadar gerakan fisik melempar batu, tetapi juga menjadi simbol keteguhan iman dalam melawan bisikan setan dan hawa nafsu.

Baca juga: Komisi VIII DPR Ingatkan Kemenag Antisipasi Pergerakan Jemaah Haji Saat Lempar Jumroh

Cara Lempar Jumrah dalam Ibadah Haji

Dalam bahasa Arab, jumrah ialah batu kerikil kecil dan bentuk jamaknya jamarat.

Secara istilah berarti melempar atau melontar dengan batu kerikil yang diambil ketika mabit ke sasaran tempat jumrah atau marma.

Hukum melempar Jumrah Aqabah dan melempar jumrah pada hari-hari tasyriq adalah wajib yang apabila tidak dikerjakan maka wajib membayar dam.

Dalam pelaksanaan ibadah haji, terdapat tiga jenis jumroh yang dilempar jamaah, yaitu jumroh ula, jumroh wustho, dan jumroh aqabah.

Masing-masing jumroh dilakukan dengan melempar tujuh batu kerikil pada waktu yang telah ditentukan dalam rangkaian haji di Mina.

Kerikil yang dilempar harus mengenai marma (dinding jumrah) dan masuk ke lubang yang tersedia. Bila batu meleset atau terpental keluar, jemaah wajib mengulangi lemparan.

Bacaan Takbir saat Melempar Jumrah

Sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, memberikan teladan membaca takbir setiap kali melempar satu batu kerikil.

Dalam riwayat yang dinukil dari kitab Ad-Du’a karya Imam ath-Thabrani disebutkan bahwa Ibnu Umar membaca:

اَلله أَكْبَرُ

Artinya: “Allah Mahabesar.”

Takbir tersebut dibaca pada setiap lemparan jumroh sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Doa saat Melempar Jumroh

Setelah membaca takbir, Abdullah bin Umar melanjutkan dengan membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ini sebagai haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.” (HR Thabrani)

Riwayat yang sama juga terdapat dalam kitab Sunan al-Kubra karya al-Baihaqi dan Al-Musannaf karya Ibnu Abi Syaibah.

Dalam riwayat lain disebutkan hadis tersebut juga diriwayatkan dari Ibrahim an-Nakha‘i.

Dikisahkan Mughirah pernah bertanya kepada Ibrahim an-Nakha‘i mengenai doa yang dibaca ketika melempar jumroh.

Ibrahim kemudian menjawab agar membaca doa yang sama seperti yang diajarkan Abdullah bin Umar.

Makna Spiritual Melempar Jumroh

Doa saat melempar jumroh memang singkat, tetapi memiliki makna yang mendalam bagi jamaah haji.

Setiap lemparan batu menjadi simbol perjuangan melawan godaan setan, dosa, dan kelalaian yang selama ini membelenggu hati seorang mukmin.

Karena itu, ritual jumroh tidak hanya dimaknai sebagai rangkaian ibadah fisik, tetapi juga menjadi momentum spiritual untuk memohon ampunan dan berharap memperoleh haji yang mabrur di sisi Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bacaan Doa saat Melempar Jumrah Ula, Wustho, dan Aqabah dalam Ibadah Haji
Bacaan Doa saat Melempar Jumrah Ula, Wustho, dan Aqabah dalam Ibadah Haji
Doa dan Niat
Doa tawaf Wada’, Doa Perpisahan dengan Baitullah yang Sering Membuat Jamaah Menangis
Doa tawaf Wada’, Doa Perpisahan dengan Baitullah yang Sering Membuat Jamaah Menangis
Doa dan Niat
6 Macam Tawaf dalam Ibadah Haji dan Umroh Lengkap dengan Penjelasannya
6 Macam Tawaf dalam Ibadah Haji dan Umroh Lengkap dengan Penjelasannya
Aktual
 Operasional Haji Gelombang Pertama di Madinah Resmi Berakhir, 3 Kloter Terakhir Diberangkatkan ke Makkah
Operasional Haji Gelombang Pertama di Madinah Resmi Berakhir, 3 Kloter Terakhir Diberangkatkan ke Makkah
Aktual
Sidang Isbat Idul Adha 2026 Digelar Minggu 17 Mei, Kemenag Minta Masyarakat Tunggu Keputusan Resmi
Sidang Isbat Idul Adha 2026 Digelar Minggu 17 Mei, Kemenag Minta Masyarakat Tunggu Keputusan Resmi
Aktual
Tugas dan Nama Musyrif Diny Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Tugas dan Nama Musyrif Diny Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Aktual
Arab Saudi Siapkan 33.000 Bus dan 5.000 Taksi untuk Layani Jemaah Haji 2026
Arab Saudi Siapkan 33.000 Bus dan 5.000 Taksi untuk Layani Jemaah Haji 2026
Aktual
Skema Murur Haji 2026: Jamaah Wajib Lewati Tengah Malam di Muzdalifah
Skema Murur Haji 2026: Jamaah Wajib Lewati Tengah Malam di Muzdalifah
Aktual
Sidang Isbat Penetapan Kapan Idul Adha 2026 Digelar Minggu Sore
Sidang Isbat Penetapan Kapan Idul Adha 2026 Digelar Minggu Sore
Aktual
292 Jamaah Haji Maros Pilih Haji Ifrad, Kenakan Ihram Lebih Lama Dibanding Haji Tamattu
292 Jamaah Haji Maros Pilih Haji Ifrad, Kenakan Ihram Lebih Lama Dibanding Haji Tamattu
Aktual
Tujuan Edukasi Niat Isytirath untuk Jemaah Haji Lansia dan Risti di Arab Saudi
Tujuan Edukasi Niat Isytirath untuk Jemaah Haji Lansia dan Risti di Arab Saudi
Aktual
Rahasia Cita Rasa Makanan Jemaah Haji, Ada Koki Indonesia yang Jadi Andalan Dapur di Makkah
Rahasia Cita Rasa Makanan Jemaah Haji, Ada Koki Indonesia yang Jadi Andalan Dapur di Makkah
Aktual
Jemaah Haji Indonesia Dapat 15 Porsi Makanan Siap Santap saat Puncak Armuzna
Jemaah Haji Indonesia Dapat 15 Porsi Makanan Siap Santap saat Puncak Armuzna
Aktual
Terminal Ajyad Sediakan Jalur Khusus Lansia, Jemaah Haji Tak Perlu Berdesakan
Terminal Ajyad Sediakan Jalur Khusus Lansia, Jemaah Haji Tak Perlu Berdesakan
Aktual
Revano, Siswa Katolik di SMK Muhammadiyah Pekalongan yang Lulus Berprestasi dan Siap ke Jepang
Revano, Siswa Katolik di SMK Muhammadiyah Pekalongan yang Lulus Berprestasi dan Siap ke Jepang
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com