Editor
KOMPAS.com - Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa selama menjalani kehidupan. Namun, tidak semua orang mampu menyadari dan mengakui kesalahan yang telah diperbuat.
Dalam Islam, kesadaran atas dosa dan kesalahan justru menjadi salah satu nikmat dari Allah SWT.
Kesadaran tersebut merupakan petunjuk agar seseorang kembali kepada Allah dengan bertaubat dan memohon ampunan atas perbuatannya.
Baca juga: Hukum Mengirim Stiker Doa di WhatsApp, Apakah Bernilai Ibadah? Ini Penjelasan Ulama
Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan pentingnya memperbanyak istighfar dan taubat.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT dan senantiasa memohon ampunan atas setiap kesalahan yang dilakukan.
Baca juga: Doa Mengusap Kepala Anak Yatim dan Artinya, Salah Satu Amalan pada Hari Asyura 10 Muharram
Berikut adalah beberapa doa yang bisa dibaca untuk berdoa dan memohon ampunan:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا ُنفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الخَاسِرِينَ
Rabbana zalamna anfusana wa-in lam taghfir lana wa-tarhamna la-nakunanna minal-khasirin
Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al-A’raf: 23)
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Subhaana-Allahi wa bihamdihi, Astaghfirullaha, wa atuubu ilaihi
Artinya: “Puji bagi Allah (Allah bebas dari ketidaksempurnaan), dan aku mulai dengan memuji Dia. Aku mohon ampun dari Allah dan Aku berpaling kepada-Nya dalam pertobatan.” (Sahih Muslim)
رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأَبْرَارِ
Rabbana fa-ghfir lana zunuubana wa-kaffir anna sayyi-aatina wa-tafawwafaa maal-abrar
Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.” (QS Ali Imran: 193).
Bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT merupakan ajaran yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
“Saya mendengar Rasulullah saw berkata, ‘Demi Allah, saya mencari pengampunan Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari.” (HR Al-Bukhari)
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi memohon ampunan kepada Allah hingga seratus kali setiap hari.
Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya taubat dan istighfar dalam kehidupan seorang muslim.
Kesalahan terbesar setelah menyadari dosa adalah terus berkubang di dalamnya dan kehilangan harapan terhadap rahmat Allah SWT. Padahal, Allah SWT telah menegaskan agar hamba-Nya tidak berputus asa dari ampunan-Nya.
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ ْسْرَفُوا عَلَى ُنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مَّن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ ََْ
Artinya: “Katakan, ‘Wahai hamba-Ku yang telah melanggar diri [dengan berbuat dosa], jangan putus asa dari rahmat Allah. Sungguh, Allah mengampuni semua dosa. Sungguh, Dialah yang Maha Pengampun lagi Penyayang.” (QS Az-Zumar: 53)
Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Karena itu, langkah terbaik setelah menyadari kesalahan adalah bertaubat dengan tulus dan memohon pengampunan kepada-Nya.
Dengan mengakui dosa dan kesalahan, kemudian memohon ampunan serta bertekad untuk tidak mengulanginya, seorang muslim diharapkan memperoleh rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang