Penulis
KOMPAS.com - Istighfar merupakan salah satu zikir yang paling sering diucapkan oleh umat Islam. Kalimat "Astaghfirullah" tidak hanya menjadi ungkapan ketika seseorang menyadari kesalahan, tetapi juga merupakan doa untuk memohon ampun kepada Allah SWT.
Lalu, astaghfirullah artinya apa? Bagaimana tulisan Arabnya, apa dalilnya dalam Al-Qur'an dan hadits, serta apa saja keutamaannya? Berikut penjelasan lengkap berdasarkan referensi yang otoritatif.
Secara bahasa, Astaghfirullah (أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ) berasal dari kata ghafara (غفر) yang berarti menutupi atau mengampuni. Kata astaghfiru berarti "aku memohon ampun", sedangkan Allah merujuk kepada Allah SWT.
Baca juga: Doa untuk Kedua Orang Tua: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya
Dengan demikian, astaghfirullah artinya adalah "Aku memohon ampun kepada Allah."
Tulisan Arab:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Latin:
Astaghfirullah
Artinya:
"Aku memohon ampun kepada Allah."
Istighfar merupakan bentuk pengakuan seorang hamba atas dosa dan kekhilafannya sekaligus permohonan agar Allah SWT mengampuni kesalahan tersebut.
Dalam Al-Qur'an, Allah berulang kali memerintahkan hamba-Nya untuk memohon ampun, di antaranya:
"Maka aku berkata (kepada mereka), 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Pengampun.'" (QS. Nuh: 10)
Ayat berikutnya menjelaskan bahwa Allah akan menurunkan hujan, menambah harta dan anak, serta memberikan kebun dan sungai sebagai karunia bagi orang-orang yang beristighfar.
Selain membaca "Astaghfirullah", umat Islam juga mengenal bacaan istighfar yang lebih panjang.
Baca juga: Bacaan Takbiratul Ihram & Doa Iftitah Lengkap (Arab, Latin)
Arab:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ
Latin:
Astaghfirullahal 'Adzim
Artinya:
"Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."
Arab:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Latin:
Astaghfirullahal 'adzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih.
Artinya:
"Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya."
Istighfar memiliki banyak keutamaan yang dijelaskan dalam Al-Qur'an maupun hadits.
Keutamaan utama istighfar tentu adalah memperoleh ampunan atas dosa-dosa yang dilakukan selama seorang hamba bertobat dengan sungguh-sungguh.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesusahan, memberikan kelapangan dari setiap kesempitan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."
Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah.
Baca juga: Niat Wudhu & Doa Sesudah Wudhu Lengkap: Arab, Latin & Arti
Memperbanyak istighfar membantu seorang Muslim mengingat Allah, menyesali kesalahan, serta menumbuhkan ketenangan batin dan optimisme dalam menjalani kehidupan.
Rasulullah SAW sendiri merupakan teladan dalam memperbanyak istighfar. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa beliau beristighfar kepada Allah hingga seratus kali dalam sehari.
Pada dasarnya, istighfar dapat dibaca kapan saja. Namun, beberapa waktu yang dianjurkan antara lain:
Semakin sering seorang Muslim beristighfar, semakin besar peluang memperoleh ampunan dan rahmat Allah SWT.
Sering kali kalimat "Astaghfirullah" diucapkan sebagai ungkapan spontan ketika melihat sesuatu yang dianggap buruk. Padahal, makna utamanya adalah doa memohon ampun kepada Allah.
Karena itu, para ulama menganjurkan agar kalimat ini tidak hanya menjadi ekspresi lisan, tetapi juga disertai penyesalan atas kesalahan, tekad meninggalkan maksiat, serta keinginan memperbaiki diri.
Baca juga: Doa Khususon Ila Ruhi (Tahlil) untuk Orang Tua & Keluarga
Astaghfirullah artinya "Aku memohon ampun kepada Allah." Kalimat sederhana ini mengandung makna yang sangat mendalam sebagai bentuk pengakuan dosa, permohonan ampun, dan harapan akan rahmat Allah SWT.
Dengan membiasakan istighfar setiap hari, seorang Muslim tidak hanya mengikuti sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga berpeluang memperoleh ketenangan hati, kemudahan urusan, dan ampunan dari Allah sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang