Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa dan Cara Mengatasi Shalat Tidak Khusyuk agar Lebih Fokus Beribadah

Kompas.com, 19 Juli 2026, 13:56 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Shalat merupakan ibadah wajib yang menjadi sarana utama seorang Muslim untuk berkomunikasi dengan Allah SWT.

Namun, tidak sedikit orang yang merasa sulit menjaga fokus karena pikiran kerap melayang pada urusan pekerjaan, keluarga, maupun persoalan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat shalat terasa sekadar rutinitas dan kurang menghadirkan ketenangan batin.

Baca juga: Doa untuk Kedua Orang Tua: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya

Padahal, kekhusyukan menjadi salah satu unsur penting yang membuat shalat lebih bermakna dan mendekatkan hamba kepada Allah SWT.

Doa agar Shalat Lebih Khusyuk

Umat Islam dianjurkan memanjatkan doa agar diberikan kekhusyukan dan ketenangan dalam menjalankan shalat. Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan:

Baca juga: Bacaan Takbiratul Ihram & Doa Iftitah Lengkap (Arab, Latin)

1. Doa Memohon Kekhusyukan dalam Shalat

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الطُّمَأْنِيْنَةَ وَالْخُشُوْعَ، اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْخُشُوْعَ فِي صَلَاتِنَا

Latin: Allāhumma urzuqnā ath-thuma'nīnata wal-khusyū‘a, Allāhumma urzuqnā al-khusyū‘a fī shalātinā.

Artinya: "Ya Rabb, karuniakanlah kepada kami ketenangan (tumakninah) dan kekhusyukan. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kekhusyukan dalam shalat kami."

Allah, karuniakanlah kepada kami kekhusyukan dalam shalat kami."

2. Doa agar Dimudahkan Berdzikir, Bersyukur, dan Beribadah

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Latin: Allāhumma a‘innī ‘alā dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibādatik.

Artinya: "Ya Allah, berilah aku pertolongan untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu."

Cara Mengatasi Shalat yang Tidak Khusyuk

Selain membaca doa, mencapai kekhusyuan saat shalat juga bisa diraih dengan memperbaiki tata cara shalat dan menghadirkan hati saat beribadah. Berikut sejumlah hal yang bisa dilakukan:

1. Menyempurnakan Tata Cara Shalat

Kekhusyukan sangat berkaitan dengan bagaimana seseorang menjalankan shalat sesuai tuntunan syariat. Karena itu, shalat sebaiknya dilakukan dengan tenang, tidak tergesa-gesa, serta memperhatikan setiap rukun dan gerakannya dengan baik.

2. Meluruskan Niat

Niat menjadi fondasi utama dalam setiap ibadah. Sebelum memulai shalat, hadirkan kesadaran bahwa ibadah yang akan dilakukan semata-mata untuk Allah SWT. Niat yang tulus dapat membantu hati lebih fokus dan terhindar dari berbagai gangguan pikiran.

3. Menjaga Pandangan dan Pendengaran

Mata dan telinga merupakan pintu masuk berbagai informasi yang dapat memengaruhi hati. Oleh karena itu, menjaga pandangan dan pendengaran dari hal-hal yang melalaikan dapat membantu meningkatkan kekhusyukan dalam shalat. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW:

أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

Artinya: "(Ihsan adalah) Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Kalaupun engkau tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat-mu."

4. Memusatkan Pikiran kepada Allah SWT

Saat melaksanakan shalat, usahakan untuk melepaskan sejenak berbagai urusan duniawi. Arahkan perhatian dan hati sepenuhnya kepada Allah SWT agar ibadah dapat dijalankan dengan lebih tenang dan penuh penghayatan.

5. Menganggap Shalat sebagai Shalat Terakhir

Salah satu cara yang sering dianjurkan ulama adalah menganggap shalat yang sedang dikerjakan sebagai shalat terakhir dalam hidup. Cara ini dapat menumbuhkan kesungguhan, rasa takut kepada Allah, serta meningkatkan kualitas penghayatan dalam ibadah.

6. Mengarahkan Pandangan ke Tempat Sujud

Menjaga pandangan tetap tertuju ke tempat sujud dapat membantu mempertahankan konsentrasi selama shalat. Sebaliknya, melihat ke kanan, kiri, atau ke arah lain berpotensi mengurangi fokus dan kekhusyukan.

7. Memilih Tempat yang Kondusif

Lingkungan yang tenang dan minim gangguan dapat membantu seseorang lebih mudah berkonsentrasi saat shalat. Karena itu, pilihlah tempat yang nyaman dan jauh dari kebisingan agar ibadah dapat dilakukan dengan lebih khusyuk. Rasulullah SAW bersabda:

“Lonceng itu adalah seruling-seruling setan.” (HR. Muslim).

Kekhusyukan Membutuhkan Latihan dan Kesungguhan

Meski telah berupaya menjaga fokus, seseorang terkadang masih merasakan gangguan pikiran saat shalat.

Kondisi tersebut tidak perlu disikapi dengan putus asa karena kekhusyukan merupakan anugerah yang tumbuh melalui latihan, kesabaran, dan kesungguhan dalam beribadah.

Semakin sering seorang Muslim berusaha menghadirkan hati dan memperbaiki kualitas shalatnya, semakin besar pula peluang untuk merasakan ketenangan serta kedekatan dengan Allah SWT.

Kekhusyukan tidak hadir secara instan, melainkan berkembang seiring meningkatnya kualitas hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar