Editor
KOMPAS.com - Shalat merupakan ibadah wajib yang menjadi sarana utama seorang Muslim untuk berkomunikasi dengan Allah SWT.
Namun, tidak sedikit orang yang merasa sulit menjaga fokus karena pikiran kerap melayang pada urusan pekerjaan, keluarga, maupun persoalan sehari-hari.
Kondisi tersebut membuat shalat terasa sekadar rutinitas dan kurang menghadirkan ketenangan batin.
Baca juga: Doa untuk Kedua Orang Tua: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya
Padahal, kekhusyukan menjadi salah satu unsur penting yang membuat shalat lebih bermakna dan mendekatkan hamba kepada Allah SWT.
Umat Islam dianjurkan memanjatkan doa agar diberikan kekhusyukan dan ketenangan dalam menjalankan shalat. Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan:
Baca juga: Bacaan Takbiratul Ihram & Doa Iftitah Lengkap (Arab, Latin)
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الطُّمَأْنِيْنَةَ وَالْخُشُوْعَ، اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْخُشُوْعَ فِي صَلَاتِنَا
Latin: Allāhumma urzuqnā ath-thuma'nīnata wal-khusyū‘a, Allāhumma urzuqnā al-khusyū‘a fī shalātinā.
Artinya: "Ya Rabb, karuniakanlah kepada kami ketenangan (tumakninah) dan kekhusyukan. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kekhusyukan dalam shalat kami."
Allah, karuniakanlah kepada kami kekhusyukan dalam shalat kami."
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Latin: Allāhumma a‘innī ‘alā dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibādatik.
Artinya: "Ya Allah, berilah aku pertolongan untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu."
Selain membaca doa, mencapai kekhusyuan saat shalat juga bisa diraih dengan memperbaiki tata cara shalat dan menghadirkan hati saat beribadah. Berikut sejumlah hal yang bisa dilakukan:
Kekhusyukan sangat berkaitan dengan bagaimana seseorang menjalankan shalat sesuai tuntunan syariat. Karena itu, shalat sebaiknya dilakukan dengan tenang, tidak tergesa-gesa, serta memperhatikan setiap rukun dan gerakannya dengan baik.
Niat menjadi fondasi utama dalam setiap ibadah. Sebelum memulai shalat, hadirkan kesadaran bahwa ibadah yang akan dilakukan semata-mata untuk Allah SWT. Niat yang tulus dapat membantu hati lebih fokus dan terhindar dari berbagai gangguan pikiran.
Mata dan telinga merupakan pintu masuk berbagai informasi yang dapat memengaruhi hati. Oleh karena itu, menjaga pandangan dan pendengaran dari hal-hal yang melalaikan dapat membantu meningkatkan kekhusyukan dalam shalat. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW:
أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Artinya: "(Ihsan adalah) Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Kalaupun engkau tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat-mu."
Saat melaksanakan shalat, usahakan untuk melepaskan sejenak berbagai urusan duniawi. Arahkan perhatian dan hati sepenuhnya kepada Allah SWT agar ibadah dapat dijalankan dengan lebih tenang dan penuh penghayatan.
Salah satu cara yang sering dianjurkan ulama adalah menganggap shalat yang sedang dikerjakan sebagai shalat terakhir dalam hidup. Cara ini dapat menumbuhkan kesungguhan, rasa takut kepada Allah, serta meningkatkan kualitas penghayatan dalam ibadah.
Menjaga pandangan tetap tertuju ke tempat sujud dapat membantu mempertahankan konsentrasi selama shalat. Sebaliknya, melihat ke kanan, kiri, atau ke arah lain berpotensi mengurangi fokus dan kekhusyukan.
Lingkungan yang tenang dan minim gangguan dapat membantu seseorang lebih mudah berkonsentrasi saat shalat. Karena itu, pilihlah tempat yang nyaman dan jauh dari kebisingan agar ibadah dapat dilakukan dengan lebih khusyuk. Rasulullah SAW bersabda:
“Lonceng itu adalah seruling-seruling setan.” (HR. Muslim).
Meski telah berupaya menjaga fokus, seseorang terkadang masih merasakan gangguan pikiran saat shalat.
Kondisi tersebut tidak perlu disikapi dengan putus asa karena kekhusyukan merupakan anugerah yang tumbuh melalui latihan, kesabaran, dan kesungguhan dalam beribadah.
Semakin sering seorang Muslim berusaha menghadirkan hati dan memperbaiki kualitas shalatnya, semakin besar pula peluang untuk merasakan ketenangan serta kedekatan dengan Allah SWT.
Kekhusyukan tidak hadir secara instan, melainkan berkembang seiring meningkatnya kualitas hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang