Editor
KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menggelar nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 pada Senin dini hari (20/07) di lebih dari 120 titik yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan ini dipadukan dengan doa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai upaya mempererat kebersamaan masyarakat serta menghadirkan manfaat sosial.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyatakan bahwa nobar tersebut akan dikombinasikan dengan kegiatan religius.
"Nobar final Piala Dunia nantinya dipadukan dengan kegiatan religi, doa bersama demi kebaikan negeri, dan juga ada santunan bagi anak yatim," kata Herwan Antoni di Bengkulu, Minggu (19/7/2026).
Baca juga: Wamenag Puji Gus Miftah: Dakwah Kasih Sayang Perkuat Persatuan Umat
Herwan Antoni menjelaskan bahwa konsep tersebut diharapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai positif, memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat, sekaligus mendorong semangat persatuan melalui olahraga dan kegiatan sosial.
Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mengingatkan para peserta nobar untuk tetap berzikir dan tidak melupakan ibadah tahajud.
Selain doa bersama dan santunan anak yatim, rangkaian kegiatan juga akan dimeriahkan dengan penampilan hiburan serta gelaran UMKM.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap nobar final Piala Dunia 2026 dapat menjadi ruang berkumpul yang positif bagi masyarakat serta memberikan dampak sosial yang bermanfaat bagi daerah.
TVRI Bengkulu mencatat lebih dari 120 titik nobar final Piala Dunia 2026 tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat menjelang partai puncak.
Ketua Tim Perencana dan Pengendali Pengembangan Usaha sekaligus PIC Pendaftaran Nobar Piala Dunia Bola Gembira TVRI Bengkulu, Jusarman, melaporkan bahwa pada pertandingan semifinal, jumlah penonton di lokasi nobar yang difasilitasi TVRI Bengkulu mencapai lebih dari 1.000 orang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang