Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siap-siap Gerhana Matahari Langka, Arab Gelap dan Terlama di Mesir

Kompas.com, 19 Juli 2026, 11:10 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Arab Saudi akan menjadi saksi salah satu fenomena astronomi paling langka pada 2 Agustus 2027. Pada hari itu, wilayah Kerajaan akan dilintasi gerhana matahari total yang disebut sebagai salah satu gerhana terlama pada abad ke-21.

Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), fenomena ini merupakan peristiwa langka yang tidak pernah disaksikan Arab Saudi selama lebih dari 75 tahun. Saat gerhana mencapai puncaknya, siang hari akan berubah menjadi gelap selama beberapa menit di wilayah yang dilintasi jalur totalitas.

Gerhana Total Terlihat Jelas di Arab Saudi Barat dan Selatan

SPA menjelaskan bahwa jalur totalitas gerhana akan melintasi sebagian besar wilayah Arab Saudi bagian barat dan selatan, menjadikan negara tersebut sebagai salah satu lokasi terbaik di dunia untuk mengamati fenomena langit tersebut.

Baca juga: Arab Saudi Masuki Fase Terpanas, Jamaah Umrah Diminta Waspada

Warga maupun wisatawan yang berada di kawasan tersebut berkesempatan menyaksikan gerhana matahari total secara langsung.

Di wilayah selatan seperti Abha, fase total diperkirakan berlangsung sekitar enam menit. Sementara itu, Jeddah dan sebagian wilayah pesisir barat diperkirakan mengalami kegelapan total selama sekitar 5 menit 50 detik.

Durasi tersebut tergolong sangat panjang dibandingkan kebanyakan gerhana matahari total, sehingga memberikan kesempatan lebih luas bagi para ilmuwan dan pengamat astronomi.

Kesempatan Langka Meneliti Korona Matahari

Para pakar astronomi menyebut durasi gerhana yang panjang akan menjadi momen berharga untuk mengamati korona Matahari, yaitu lapisan atmosfer terluar Matahari yang biasanya sulit terlihat karena tertutup cahaya fotosfer.

Pengamatan korona saat gerhana total dinilai penting untuk mendukung penelitian mengenai aktivitas Matahari, angin surya, hingga pengaruhnya terhadap cuaca antariksa.

Selain wilayah yang dilintasi jalur totalitas, daerah lain di Arab Saudi, termasuk kawasan tengah, timur, dan utara, tetap akan mengalami gerhana matahari sebagian dengan tingkat penutupan Matahari yang berbeda-beda.

Di sejumlah wilayah, hingga 80 persen cakram Matahari diperkirakan akan tertutup Bulan.

Mesir Diprediksi Alami Gerhana Terlama

Meski Arab Saudi menjadi salah satu lokasi utama pengamatan, para ahli menyebut Mesir diperkirakan akan mengalami durasi gerhana total paling lama di sepanjang jalur fenomena tersebut.

Perbedaan durasi dan tingkat penutupan Matahari bergantung pada posisi geografis setiap wilayah yang dilintasi jalur gerhana.

Pengamat Diimbau Gunakan Kacamata Khusus

Saudi Press Agency mengingatkan masyarakat agar tidak melihat Matahari secara langsung selama gerhana tanpa pelindung yang sesuai.

Baca juga: Indonesia Peringkat 2 Jamaah Umrah Terbanyak, Tembus 170 Ribu Orang

Pengamatan hanya boleh dilakukan menggunakan kacamata gerhana bersertifikat atau teleskop dan teropong yang telah dilengkapi filter khusus. Langkah ini penting untuk mencegah kerusakan permanen pada mata akibat paparan sinar Matahari.

Fenomena gerhana matahari total pada 2 Agustus 2027 diperkirakan akan menjadi salah satu peristiwa astronomi terbesar dalam dekade ini dan menarik perhatian ilmuwan, fotografer, serta wisatawan dari berbagai negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Syarat Sah Menjadi Imam Shalat Berjamaah (Syarat Wajib dan Syarat Utama)
Syarat Sah Menjadi Imam Shalat Berjamaah (Syarat Wajib dan Syarat Utama)
Aktual
Doa dan Cara Mengatasi Shalat Tidak Khusyuk agar Lebih Fokus Beribadah
Doa dan Cara Mengatasi Shalat Tidak Khusyuk agar Lebih Fokus Beribadah
Aktual
Arab Saudi Sebut Jumlah Jemaah Umrah Naik 22,5 Persen, Indonesia Terbanyak Kedua
Arab Saudi Sebut Jumlah Jemaah Umrah Naik 22,5 Persen, Indonesia Terbanyak Kedua
Aktual
Nobar Piala Dunia 2026 Bengkulu: Doa Bersama dan Santunan Yatim
Nobar Piala Dunia 2026 Bengkulu: Doa Bersama dan Santunan Yatim
Aktual
Wamenag Puji Gus Miftah: Dakwah Kasih Sayang Perkuat Persatuan Umat
Wamenag Puji Gus Miftah: Dakwah Kasih Sayang Perkuat Persatuan Umat
Aktual
Siap-siap Gerhana Matahari Langka, Arab Gelap dan Terlama di Mesir
Siap-siap Gerhana Matahari Langka, Arab Gelap dan Terlama di Mesir
Aktual
Arab Saudi Masuki Fase Terpanas, Jamaah Umrah Diminta Waspada
Arab Saudi Masuki Fase Terpanas, Jamaah Umrah Diminta Waspada
Aktual
Indonesia Peringkat 2 Jamaah Umrah Terbanyak, Tembus 170 Ribu Orang
Indonesia Peringkat 2 Jamaah Umrah Terbanyak, Tembus 170 Ribu Orang
Aktual
Sholawat Tibbil Qulub: Bacaan Arab, Latin, Arti, Keutamaan
Sholawat Tibbil Qulub: Bacaan Arab, Latin, Arti, Keutamaan
Doa Harian
Allahumma Yassir Wala Tu'assir Artinya: Bacaan Arab, Latin, Makna
Allahumma Yassir Wala Tu'assir Artinya: Bacaan Arab, Latin, Makna
Doa Harian
Ayat Kursi: Bacaan Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Waktu Terbaik Membacanya
Ayat Kursi: Bacaan Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Waktu Terbaik Membacanya
Doa Harian
Assalamualaikum: Arti, Tulisan Arab, Cara Menjawab dan Dalil
Assalamualaikum: Arti, Tulisan Arab, Cara Menjawab dan Dalil
Doa dan Niat
Astaghfirullah Artinya: Makna, Tulisan Arab, dan Keutamaan
Astaghfirullah Artinya: Makna, Tulisan Arab, dan Keutamaan
Doa dan Niat
Kemenhaj Resmi Hapus Skema Lunas Tunda Ganti Haji Khusus, Dahnil: Tak Ada Lagi Celah Jual Beli Porsi
Kemenhaj Resmi Hapus Skema Lunas Tunda Ganti Haji Khusus, Dahnil: Tak Ada Lagi Celah Jual Beli Porsi
Aktual
Baznas: Potensi Dana Keagamaan RI Rp 344 T, Usul Tax Credit Zakat-Pajak
Baznas: Potensi Dana Keagamaan RI Rp 344 T, Usul Tax Credit Zakat-Pajak
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar