Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Awal Agustus agar Bulan Penuh Berkah, Ini Amalan yang Dianjurkan

Kompas.com, 1 Agustus 2026, 09:20 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com – Memasuki bulan Agustus, banyak umat Islam yang memanfaatkan pergantian bulan sebagai momentum untuk memperbanyak doa dan introspeksi diri.

Meski Islam tidak menetapkan doa khusus yang dibaca pada awal bulan Masehi, seorang Muslim tetap dianjurkan memohon kebaikan kepada Allah SWT kapan pun, termasuk saat mengawali bulan baru.

Dalam buku Kumpulan Do'a Sehari-hari yang diterbitkan Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI dijelaskan bahwa doa merupakan inti ibadah sekaligus bentuk penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT. Buku tersebut juga memuat adab, waktu terbaik, hingga berbagai doa yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: 16 Safar 1448 H Jatuh pada 1 Agustus 2026, Adakah Amalan Khusus dalam Islam?

Mengapa Awal Agustus Bisa Menjadi Momentum Berdoa?

Islam Menganjurkan Berdoa di Setiap Kesempatan

Dalam muqadimah buku Kumpulan Do'a Sehari-hari, Kementerian Agama menjelaskan bahwa berdoa tidak hanya dilakukan ketika seseorang sedang tertimpa musibah.

Seorang Muslim dianjurkan berdoa baik ketika berada dalam kesempitan maupun saat memperoleh kelapangan hidup. Rasulullah SAW bahkan menyebut doa sebagai inti dari ibadah.

Karena itu, memasuki awal Agustus dapat dijadikan sebagai momen untuk memohon keberkahan, kesehatan, kemudahan rezeki, dan perlindungan kepada Allah SWT.

Doa Awal Agustus yang Dianjurkan

1. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

Salah satu doa yang paling dianjurkan adalah doa yang berasal dari Al-Qur'an:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya:

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta peliharalah kami dari siksa neraka."

Doa ini tercantum dalam buku Kumpulan Doa Harian sebagai doa untuk memohon kebahagiaan dunia dan akhirat.

2. Doa Memohon Keselamatan, Ilmu, dan Rezeki

Mengawali bulan baru juga menjadi waktu yang baik untuk memohon keselamatan dan keberkahan hidup.

Doanya berbunyi:

Allahumma inna nas-aluka salamatan fid-din, wa 'afiyatan fil jasad, wa ziyadatan fil 'ilm, wa barakatan fir rizqi...

Artinya:

"Ya Allah, kami memohon keselamatan dalam agama, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum wafat, rahmat ketika wafat, dan ampunan setelah wafat."

3. Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat dan Rezeki Halal

Doa lain yang sangat dianjurkan adalah:

اللهم إني أسألك علماً نافعاً ورزقاً طيباً وعملاً متقبلاً

Artinya:

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang Engkau terima."

Doa ini relevan diamalkan ketika seseorang memasuki bulan baru dengan berbagai target dan harapan.

Adab Berdoa agar Dikabulkan Allah

Kementerian Agama menjelaskan beberapa adab berdoa yang dianjurkan, di antaranya:

  • menghadap kiblat;
  • memulai doa dengan memuji Allah;
  • membaca istigfar;
  • bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW;
  • berdoa dengan suara lembut dan penuh harap;
  • meyakini bahwa Allah akan mengabulkan doa terbaik bagi hamba-Nya.

Selain itu, Al-Qur'an memerintahkan umat Islam agar berdoa dengan penuh kerendahan hati.

Waktu Terbaik Membaca Doa

Dalam buku Kementerian Agama disebutkan beberapa waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa, antara lain:

  • antara azan dan iqamah;
  • sepertiga malam terakhir;
  • setelah shalat;
  • hari Jumat;
  • ketika turun hujan;
  • setelah khatam Al-Qur'an.

Jika awal Agustus bertepatan dengan salah satu waktu mustajab tersebut, tentu menjadi kesempatan yang baik untuk memperbanyak munajat kepada Allah SWT.

Awal Bulan Adalah Awal Memperbaiki Diri

Tidak ada doa khusus yang disyariatkan hanya karena memasuki bulan Agustus.

Baca juga: Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan

Namun, Islam mengajarkan agar setiap pergantian waktu menjadi momentum memperbaiki amal, memperbanyak istigfar, memperkuat ikhtiar, dan menggantungkan harapan kepada Allah SWT.

Dengan mengawali bulan melalui doa, seorang Muslim diharapkan memiliki hati yang lebih tenang, optimistis, serta senantiasa menyandarkan setiap rencana kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar