Editor
KOMPAS.com - Mendoakan orang yang sedang sakit merupakan anjuran dalam Islam sekaligus bagian dari adab menjenguk (menengok) saudara sesama muslim.
Rasulullah SAW mengajarkan agar orang yang menjenguk mengucapkan kata-kata yang baik, karena para malaikat turut mengaminkan apa yang diucapkan saat itu.
Berikut kumpulan ucapan, doa, serta adab semoga cepat sembuh yang bisa digunakan sesuai konteks dan kepada siapa ucapan itu ditujukan.
Baca juga: Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Selain doa dalam bahasa Arab, umat Islam juga biasa menyampaikan ucapan semoga cepat sembuh dengan bahasa sehari-hari namun tetap membawa nuansa islami, misalnya menyisipkan harapan agar sakit menjadi penggugur dosa dan kesabaran mendatangkan pahala. Beberapa contoh ucapan yang bisa digunakan:
• "Semoga Allah segera mengangkat penyakitmu dan menggantinya dengan kesehatan yang penuh berkah."
• "Semoga sakit ini menjadi jalan pengampunan dosa dan penambah pahala kesabaran. Syafakallah/Syafakillah."
• "Semoga Allah SWT memberi kekuatan dan kesembuhan yang sempurna, tanpa meninggalkan sisa sakit."
• "Yang sabar ya, semoga Allah mempercepat kesembuhanmu dan mengangkat semua penyakit."
Baca juga: Doa Tahajud Farrah, Santri Medan yang Lolos Beasiswa S1-S2 dan Al-Azhar Kairo
Untuk pesan singkat lewat chat atau WhatsApp, ucapan bisa dibuat lebih ringkas namun tetap menyentuh, misalnya:
• "Syafakallah, semoga lekas sembuh ya."
• "Get well soon, semoga Allah beri kesembuhan secepatnya."
• "Semoga sehat kembali, jangan lupa istirahat dan minum obat teratur."
• "Doa terbaik untukmu, semoga Allah angkat sakitnya."
• "Lekas sembuh, aku doakan yang terbaik untukmu."
Ucapan kepada anggota keluarga biasanya lebih hangat dan personal, misalnya:
• "Semoga Allah segera menyembuhkan (nama), dan menjaga kesehatan seluruh keluarga kita."
• "Yang sabar ya, sakitnya insyaAllah jadi penggugur dosa. Semoga cepat pulih dan bisa berkumpul lagi."
• "Semoga Allah memberi kekuatan untuk melewati masa sakit ini, dan mengangkat semua rasa sakitnya."
• "Kami semua mendoakanmu, semoga Allah beri kesembuhan yang sempurna."
Kepada teman atau sahabat, ucapan bisa disampaikan dengan nada yang lebih santai namun tetap mendoakan kebaikan:
• "Woy, kudengar kamu lagi sakit. Semoga cepat sembuh ya, jangan lupa istirahat!"
• "Semangat sembuhnya, aku doain kamu cepat pulih dan bisa kumpul lagi."
• "Syafakallah/Syafakillah sahabatku, semoga Allah beri kesembuhan dan kekuatan."
• "Semoga sakitnya jadi penggugur dosa, dan kamu segera sehat seperti biasa."
Untuk konteks yang lebih formal, seperti kepada rekan kerja atau atasan, ucapan sebaiknya tetap sopan dan menjaga kesantunan:
• "Turut mendoakan kesembuhan Bapak/Ibu. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan kekuatan agar dapat segera beraktivitas kembali."
• "Kami sekeluarga besar tim turut mendoakan kesembuhan Bapak/Ibu. Semoga lekas pulih dan sehat kembali."
• "Semoga Allah memberikan kesembuhan dan kesabaran dalam menghadapi ujian sakit ini."
• "Doa terbaik kami untuk kesembuhan Bapak/Ibu. Jangan sungkan memberi kabar bila ada yang bisa kami bantu."
Tiga istilah ini adalah ucapan doa yang paling umum digunakan untuk mendoakan orang sakit, dengan penggunaan yang berbeda tergantung siapa yang dituju:
• Syafakallah (شفاك الله): ditujukan kepada satu orang laki-laki yang sedang sakit, artinya "Semoga Allah menyembuhkanmu (laki-laki)."
• Syafakillah (شفاك الله): ditujukan kepada satu orang perempuan yang sedang sakit, artinya "Semoga Allah menyembuhkanmu (perempuan)."
• Syafakumullah (شفاكم الله): ditujukan kepada lebih dari satu orang (jamak), artinya "Semoga Allah menyembuhkan kalian."
Selain itu, ada pula syafahullah (untuk orang ketiga laki-laki yang sedang tidak berada di tempat) dan syafahallah (untuk orang ketiga perempuan).
Jika ada yang mengucapkan salah satu doa ini kepada kita, jawaban yang dianjurkan adalah "aamiin yaa rabbal 'aalamiin" atau "jazakallahu khairan" (bagi laki-laki) dan "jazakillahu khairan" (bagi perempuan) sebagai balasan doa baik tersebut.
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika menjenguk sahabatnya yang sakit adalah:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba'sa, isyfi, antasy syāfī, lā syāfiya illā anta, syifā'an lā yughādiru saqaman
Artinya: "Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, karena Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit sedikit pun."
Doa ini diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, dan menjadi salah satu doa yang paling banyak diamalkan saat menjenguk atau mendoakan orang sakit dalam tradisi Islam.
Menjenguk orang sakit termasuk perbuatan yang dianjurkan (sunnah) dalam Islam dan memiliki keutamaan besar. Agar kunjungan bernilai ibadah dan tidak mengganggu kenyamanan orang yang sakit, beberapa adab yang perlu diperhatikan antara lain:
• Meniatkan kunjungan dengan tulus untuk mendukung dan meringankan beban orang yang sakit.
• Mendoakan kesembuhan dengan kalimat yang baik, karena malaikat turut mengaminkan doa yang diucapkan.
• Tidak berlama-lama berada di sisi orang yang sakit agar ia tidak merasa terbebani atau bosan.
• Meminimalkan pertanyaan yang berlebihan tentang kondisinya, karena bisa menambah beban pikiran.
• Menjaga pandangan mata dari hal-hal yang tidak patut dilihat dari orang yang sedang sakit.
• Menunjukkan rasa empati dan memberi semangat agar orang yang sakit tetap sabar dan bertawakal kepada Allah.
• Memilih waktu kunjungan yang tidak mengganggu waktu istirahat atau saat keluarga sedang repot mengurus si sakit.
Selain mengucapkan kata-kata yang baik, penting juga memperhatikan kalimat yang sebaiknya dihindari ketika menjenguk atau mendoakan orang sakit, di antaranya:
• Kalimat yang bernada pesimis atau menakut-nakuti, seperti membandingkan penyakitnya dengan kasus orang lain yang berakhir buruk.
• Ucapan yang terkesan meremehkan rasa sakit yang dialami, misalnya menganggap sakitnya tidak seberapa.
• Pertanyaan yang terlalu detail dan pribadi mengenai penyakit atau kondisi medis tanpa izin, karena bisa membuat yang sakit tidak nyaman.
• Membicarakan hal-hal negatif atau prasangka buruk tentang penyebab atau prognosis penyakit.
• Keluhan atau ucapan yang menambah kecemasan, alih-alih menenangkan hati orang yang sakit dan keluarganya.
Dengan menjaga lisan dan memilih kata-kata yang membawa ketenangan, kunjungan atau ucapan yang disampaikan kepada orang sakit diharapkan tidak hanya meringankan bebannya secara psikologis, tetapi juga menjadi doa yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang