Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan Tahlil NU Lengkap, Susunan, Arab, Latin, dan Terjemahannya

Kompas.com, 29 Agustus 2026, 16:18 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

Sumber NU Online

KOMPAS.com- Bacaan tahlil NU menjadi salah satu amalan yang lekat dengan tradisi keagamaan warga Nahdlatul Ulama (NU). Tahlil biasanya dibaca secara bersama-sama dalam berbagai kesempatan, seperti ziarah kubur, haul, pengajian, hingga kegiatan keagamaan masyarakat.

Di tengah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tradisi pembacaan tahlil juga tidak terlepas dari kehidupan warga NU.

Sebelumnya, kegiatan keagamaan di lingkungan Tambakberas juga diisi dengan pembacaan tahlil dan doa sebagai bagian dari rangkaian kegiatan untuk mendoakan para ulama dan tokoh yang telah wafat.

Bagi warga NU, tahlil bukan sekadar membaca kalimat la ilaha illallah. Tahlilan merupakan rangkaian bacaan yang terdiri atas ayat Al-Qur'an, zikir, selawat, dan doa yang kemudian ditujukan untuk memohon rahmat serta ampunan Allah SWT.

Baca juga: Doa Khususon Ila Ruhi (Tahlil) untuk Orang Tua & Keluarga

Apa Itu Tahlil NU

Tahlil berasal dari kalimat la ilaha illallah yang berarti tidak ada Tuhan selain Allah.

Dalam praktik masyarakat Indonesia, istilah tahlil juga digunakan untuk menyebut rangkaian bacaan yang dibaca bersama-sama dalam suatu majelis.

Dikutip dari NU Online, bacaan tahlil ketika ziarah kubur memiliki landasan dari penjelasan sejumlah ulama.

Imam Nawawi, misalnya, mengutip pendapat Qadhi Abut Thayyib mengenai manfaat doa orang yang masih hidup bagi orang yang telah meninggal.

Karena itu, tahlilan biasanya diakhiri dengan doa untuk orang yang telah meninggal, baik keluarga, guru, ulama, maupun seluruh umat Islam yang telah wafat.

Susunan Bacaan Tahlil NU

Susunan bacaan tahlil dapat berbeda-beda sesuai kebiasaan masyarakat dan majelis yang melaksanakannya.

Secara umum, rangkaiannya meliputi:

  • Membaca Al-Fatihah.
  • Membaca Surah Al-Ikhlas.
  • Membaca ayat-ayat Al-Qur'an, termasuk Ayat Kursi dan bagian akhir Surah Al-Baqarah.
  • Membaca zikir dan kalimat tahlil.
  • Membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Membaca istighfar.
  • Membaca doa untuk orang yang telah meninggal.

Susunan tersebut kemudian ditutup dengan doa yang berisi permohonan agar Allah SWT menerima amal, memberikan rahmat, serta menyampaikan pahala bacaan kepada pihak yang didoakan.

Bacaan Tahlil Dan Artinya

Salah satu bacaan utama dalam tahlil adalah:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ

Lā ilāha illallāh

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah.”

Kalimat tersebut merupakan inti dari tahlil.

Kalimat la ilaha illallah juga dibaca berulang kali setelah rangkaian ayat dan zikir sebelumnya.

Selain tahlil, terdapat pula bacaan selawat, istighfar, dan doa.

Salah satu bacaan selawat yang terdapat dalam susunan tersebut adalah:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad.”

Bacaan kemudian dilanjutkan dengan doa yang memohon agar Allah menerima bacaan Al-Qur'an, tahlil, tasbih, istighfar, dan selawat yang telah dibaca serta memberikan manfaat dan keberkahan bagi orang yang telah meninggal.

Baca juga: Bacaan Tawasul Lengkap & Silsilah Doa Tahlil (Arab/Latin)

Tahlil Untuk Mendoakan Orang Yang Telah Meninggal

Salah satu tujuan utama tahlilan dalam tradisi masyarakat NU adalah mendoakan orang yang telah meninggal.

Karena itu, nama orang yang hendak didoakan biasanya disebutkan dalam rangkaian pembacaan.

Mengutip dari NU Online, doa orang yang masih hidup dapat memberikan manfaat bagi orang yang telah meninggal.

Dalam penjelasan yang mengutip Imam Nawawi, membaca Al-Qur'an di makam dan berdoa setelahnya juga dibahas sebagai bentuk memohon rahmat dan keberkahan bagi orang yang telah wafat.

Dengan demikian, tahlilan tidak hanya menjadi kegiatan berkumpul, tetapi juga menjadi sarana bagi keluarga dan masyarakat untuk bersama-sama mengingat kematian serta mendoakan orang yang telah mendahului mereka.

Tahlil Dalam Tradisi Warga NU

Pembacaan tahlil telah menjadi salah satu amaliah yang dikenal luas di kalangan warga NU.

Kegiatan tersebut dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari tahlilan keluarga, ziarah kubur, haul ulama, hingga kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Di Jombang, misalnya, pembacaan tahlil dan doa juga dilakukan oleh belasan ribu santri di kawasan makam KH Abdul Wahab Chasbullah dalam rangka Haul ke-55 Mbah Wahab pada Mei 2026.

Kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana tahlil menjadi bagian dari tradisi penghormatan dan doa bagi ulama yang telah wafat.

Menjelang Muktamar ke-35 NU, kegiatan keagamaan di Jombang juga diisi dengan rangkaian istighotsah, tahlil, dan selawat sebagai ikhtiar mendoakan kelancaran pelaksanaan forum tersebut.

Karena itu, bacaan tahlil NU tidak hanya dapat ditemui dalam acara setelah seseorang meninggal dunia.

Tahlil juga hadir dalam tradisi ziarah kubur, haul, pengajian, dan berbagai kegiatan keagamaan masyarakat.

Bagi warga NU, rangkaian tersebut menjadi salah satu bentuk doa, zikir, dan penghormatan kepada orang-orang yang telah wafat sekaligus pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa mengingat Allah SWT dan kehidupan setelah kematian.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Setelah Muktamar NU, Apa Gagasan Besar yang Dibawa Pulang?
Setelah Muktamar NU, Apa Gagasan Besar yang Dibawa Pulang?
Aktual
Mengenal Salat Istisqa, Lengkap dengan Niat, Tata Cara, dan Doanya
Mengenal Salat Istisqa, Lengkap dengan Niat, Tata Cara, dan Doanya
Doa dan Niat
Shalat Istisqa di Kaltim Hari Ini Digalar di 3 Lokasi: Samarinda, Balikpapan dan Kukar
Shalat Istisqa di Kaltim Hari Ini Digalar di 3 Lokasi: Samarinda, Balikpapan dan Kukar
Aktual
Shalat Istisqa Pontianak, KH Ahmad Zamroni Ajak Warga Introspeksi dan Hentikan Pembakaran Lahan
Shalat Istisqa Pontianak, KH Ahmad Zamroni Ajak Warga Introspeksi dan Hentikan Pembakaran Lahan
Aktual
Pemkot Palembang Gelar Sholat Istisqa di Tengah Kabut Asap dan Ancaman Karhutla
Pemkot Palembang Gelar Sholat Istisqa di Tengah Kabut Asap dan Ancaman Karhutla
Aktual
BAZNAS Distribusikan 15.000 Ayam Goreng di Muktamar NU ke-35
BAZNAS Distribusikan 15.000 Ayam Goreng di Muktamar NU ke-35
Aktual
Bacaan Tahlil NU Lengkap, Susunan, Arab, Latin, dan Terjemahannya
Bacaan Tahlil NU Lengkap, Susunan, Arab, Latin, dan Terjemahannya
Doa dan Niat
Dua Opsi Pemilihan Ketum PBNU Belum Temui Titik Temu, Muktamar Ke-35 NU Bawa ke Pleno
Dua Opsi Pemilihan Ketum PBNU Belum Temui Titik Temu, Muktamar Ke-35 NU Bawa ke Pleno
Aktual
Cerita Toleransi di Tengah Muktamar Ke-35 NU, Gereja Ikut Sediakan Penginapan Gratis untuk Peserta
Cerita Toleransi di Tengah Muktamar Ke-35 NU, Gereja Ikut Sediakan Penginapan Gratis untuk Peserta
Aktual
Shalat Istisqa Digelar di Korem 091 Samarinda, TNI-Polri dan Warga Berdoa Memohon Hujan untuk Atasi Karhutla
Shalat Istisqa Digelar di Korem 091 Samarinda, TNI-Polri dan Warga Berdoa Memohon Hujan untuk Atasi Karhutla
Aktual
Muktamar Ke-35 NU Sepakati Ketua Umum dan Rais Aam Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Muktamar Ke-35 NU Sepakati Ketua Umum dan Rais Aam Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Aktual
Ribuan Warga Pontianak Ikuti Shalat Istisqa di Tengah Kabut Asap, Berdoa Agar Hujan Turun
Ribuan Warga Pontianak Ikuti Shalat Istisqa di Tengah Kabut Asap, Berdoa Agar Hujan Turun
Aktual
Muktamar ke-35 NU Bahas I’anatun Nadzar untuk Kaji Ulang Keputusan PBNU
Muktamar ke-35 NU Bahas I’anatun Nadzar untuk Kaji Ulang Keputusan PBNU
Aktual
Sekjen Golkar Ajak Warga NU Hayati Qanun Asasi untuk Perkuat Persatuan
Sekjen Golkar Ajak Warga NU Hayati Qanun Asasi untuk Perkuat Persatuan
Aktual
Tim Sisir Semut Disiagakan untuk Jaga Kebersihan Lokasi Muktamar ke-35 NU
Tim Sisir Semut Disiagakan untuk Jaga Kebersihan Lokasi Muktamar ke-35 NU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar