KOMPAS.com — Puasa Senin Kamis merupakan salah satu puasa sunah yang dapat diamalkan umat Islam secara rutin setiap pekan. Sesuai namanya, puasa ini dilakukan pada hari Senin dan Kamis dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, puasa Senin Kamis merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW diketahui memberikan perhatian khusus terhadap kedua hari tersebut dan sering berpuasa pada Senin dan Kamis.
Puasa Senin Kamis adalah puasa sunah yang dikerjakan setiap hari Senin dan Kamis. Berbeda dengan puasa Ramadhan yang hukumnya wajib, puasa Senin Kamis merupakan ibadah sunah. Artinya, orang yang mengerjakannya mendapatkan pahala, sedangkan orang yang tidak mengerjakannya tidak berdosa.
Baca juga: Puasa Sunnah Maulid Nabi 12 Rabiul Awal: Niat, Hukum, Tata Cara, dan Manfaat
NU Online menjelaskan bahwa para ulama sepakat mengenai kesunahan puasa Senin dan Kamis. Amalan ini juga termasuk kebiasaan Rasulullah SAW yang menjadi salah satu dasar anjuran bagi umat Islam untuk mengerjakannya.
Puasa tersebut dapat dilakukan secara rutin setiap pekan, tetapi umat Muslim juga tidak harus memaksakan diri apabila memiliki kondisi yang membuatnya tidak mampu berpuasa.
Waktu pelaksanaan puasa Senin dan Kamis pada dasarnya sama dengan puasa sunah lainnya. Puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Selama waktu tersebut, orang yang berpuasa harus menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan puasa.
Puasa Senin Kamis dapat dilakukan sepanjang tahun selama tidak bertepatan dengan hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa.
Beberapa waktu yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa, antara lain Idul Fitri, Idul Adha, serta hari tasyrik pada 11, 12, dan 13 Zulhijah.
Niat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan ibadah puasa. Untuk puasa sunah Senin, berikut bacaan niat yang dapat digunakan:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillāhi Ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah Ta'ala.”
Niat pada dasarnya dilakukan dalam hati. Untuk puasa sunah, niat dapat dilakukan pada malam hari hingga sebelum tergelincirnya matahari, selama sejak terbit fajar orang tersebut belum melakukan hal yang membatalkan puasa, seperti makan atau minum.
Sementara itu, bacaan niat puasa sunah pada hari Kamis adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil khamīsi sunnatan lillāhi Ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah Ta'ala.”
Seperti puasa Senin, niat puasa Kamis juga dapat dilakukan pada malam hari. Namun, terdapat kelonggaran untuk berniat pada pagi hari selama orang tersebut belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Tata cara puasa Senin Kamis pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan puasa sunah lainnya.
Berikut tahapannya:
1. Menentukan niat untuk berpuasa.
2. Melakukan sahur sebelum terbit fajar jika memungkinkan.
3. Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
4. Tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan menjaga perilaku dan ucapan.
5. Memperbanyak ibadah dan amal kebaikan selama berpuasa.
6. Berbuka setelah matahari terbenam.
Puasa tidak hanya berkaitan dengan menahan lapar dan haus. Seorang Muslim juga dianjurkan menjaga ucapan dan perbuatan selama menjalankan ibadah tersebut.
Karena merupakan puasa sunah, seseorang dapat memilih untuk mengerjakannya sesuai kemampuan. Tidak ada kewajiban untuk berpuasa setiap Senin dan Kamis secara terus-menerus.
Salah satu alasan puasa Senin dan Kamis dianjurkan adalah karena Rasulullah SAW terbiasa mengerjakannya.
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Aisyah RA disebutkan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ
Artinya: “Rasulullah SAW senantiasa memilih untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah).
Selain itu, terdapat hadis yang menjelaskan bahwa amal manusia diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis. Rasulullah SAW bersabda:
تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang apabila amalku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (HR Tirmidzi).
Hadis tersebut menjadi salah satu dasar keutamaan puasa pada kedua hari tersebut.
Sejumlah keutamaan puasa Senin Kamis berdasarkan hadis dan penjelasan para ulama.
Pertama, puasa Senin Kamis merupakan amalan yang biasa dilakukan Rasulullah SAW. Dengan mengerjakannya, umat Islam mengikuti salah satu kebiasaan ibadah Nabi Muhammad SAW.
Kedua, Senin dan Kamis merupakan hari ketika amal manusia diperlihatkan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW menyukai ketika amalnya diperlihatkan dalam keadaan sedang berpuasa.
Ketiga, terdapat hadis yang menjelaskan bahwa pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Dalam hadis riwayat Muslim, Allah memberikan ampunan kepada hamba yang tidak menyekutukan-Nya, kecuali orang yang masih memiliki permusuhan dengan saudaranya.
Keutamaan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar puasa tidak hanya dijadikan rutinitas menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Baca juga: 6 Jenis Puasa yang Dilarang dan Tidak Disyariatkan dalam Islam
Selain memiliki nilai ibadah, puasa dapat menjadi sarana melatih kesabaran dan kemampuan mengendalikan diri. MUI menjelaskan bahwa puasa Senin Kamis dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ketakwaan, melatih pengendalian hawa nafsu, dan memperbaiki akhlak.
Karena termasuk ibadah sunah, puasa Senin Kamis dapat diamalkan sesuai kemampuan masing-masing. Hal terpenting adalah menjaga niat dan menjalankannya dengan ikhlas karena Allah SWT.
Dengan memahami niat, waktu, tata cara, serta keutamaannya, umat Muslim dapat menjadikan puasa Senin Kamis sebagai salah satu amalan sunah yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT