Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ucapkan Selamat ke Kiai Miftah dan Gus Kikin, Gus Yusuf: Saatnya Kembali Guyub

Kompas.com, 31 Agustus 2026, 12:09 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com - KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf menyampaikan selamat kepada KH Miftachul Akhyar (Kiai Mif) dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) atas amanah yang diterima dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Amanah dan Tanggung Jawab

Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, tersebut menyatakan bahwa amanah ini merupakan tanggung jawab besar.

“Selamat kepada Kiai Mif (KH Miftachul Akyar) dan Gus Kikin. Amanah ini merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga marwah jam’iyah, merawat persatuan, serta membawa NU semakin kuat dan bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujar Gus Yusuf dalam pernyataan tertulis, Senin (31/8/2026).

Baca juga: Muktamar NU Memanas, Massa Gus Yusuf Coba Terobos Arena Sidang Usai Keputusan Iddah

Ia juga mengajak seluruh Nahdliyin untuk menerima hasil muktamar dengan hati lapang, mengakhiri perbedaan pandangan dan dinamika yang terjadi dengan semangat persaudaraan.

“Muktamar telah selesai. Tidak boleh ada lagi kubu-kubuan. Saatnya kembali guyub, menyatukan seluruh kekuatan dan bekerja bersama untuk membesarkan NU,” katanya.

Komitmen dan Apresiasi

Gus Yusuf menegaskan akan tetap berkhidmat untuk NU dalam keadaan dan posisi apa pun, baik melalui jalur struktural maupun kultural.

Baginya, pengabdian kepada NU tidak ditentukan oleh jabatan, melainkan oleh ketulusan, kerja nyata, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Baca juga: Gus Yusuf Terima Dinamika Muktamar dengan Legawa, Ajak Pendukung Jaga Keutuhan NU

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh muktamirin, para kiai, panitia, aparat keamanan, relawan, serta masyarakat Jombang yang telah menjaga rangkaian muktamar tetap aman dan kondusif.

“Selamat dan terima kasih kepada keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Muktamar telah terselenggara dengan sukses. Semoga seluruh ikhtiar, pengorbanan, dan pelayanan kepada para muktamirin dicatat sebagai amal saleh dan membawa keberkahan bagi pesantren, Nahdlatul Ulama, serta bangsa Indonesia,” pungkas Gus Yusuf.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Baca tentang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar