Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dapat Kartu NU, Prabowo: Hari Ini Saya Diterima sebagai Anggota NU

Kompas.com, 31 Agustus 2026, 11:48 WIB
Farid Assifa

Penulis

JOMBANG, KOMPAS.com — Presiden Prabowo Subianto resmi menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya agar rakyat dapat memenuhi kebutuhan dasar secara layak tanpa bergantung pada pinjaman dari rentenir.

Prabowo juga menyebut dirinya telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar NU.

"Dan hari ini saya katakan diterima sebagai anggota NU, terima kasih," ujar Prabowo dalam pidato penutupan Muktamar ke-35 NU.

Menurut Prabowo, NU bersama seluruh rakyat Indonesia harus bekerja secara gotong royong untuk mengelola kekayaan yang dimiliki Indonesia agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

"Berarti NU bersama seluruh rakyat Indonesia secara gotong royong akan bekerja keras di semua bidang," katanya.

Baca juga: Muktamar Ke-35 NU Ditutup Hari Ini, Prabowo Dijadwalkan Hadir

Prabowo: Rakyat Tak Perlu Hidup seperti Negara Dunia Pertama

Prabowo menegaskan, pembangunan Indonesia tidak harus diarahkan agar masyarakat hidup seperti negara-negara yang selama ini disebut sebagai negara dunia pertama.
Menurut dia, tujuan utama yang harus dicapai adalah memastikan seluruh rakyat Indonesia memiliki kehidupan yang layak.

"Kita tidak beraspirasi untuk hidup seperti negara-negara katanya dunia pertama. Kita hanya ingin rakyat kita hidup dengan layak, baik, bisa makan dengan baik, punya rumah yang layak, hanya penghasilan tiap bulan layak cukup," ujar Prabowo.

Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat harus diperkuat agar rakyat tidak terjebak dalam utang kepada rentenir.

Prabowo pun memastikan pemerintah akan berupaya menghadirkan akses pembiayaan yang lebih lunak dengan memanfaatkan kekuatan ekonomi nasional.

"Kita yakinkan negara akan hadir di tengah-tengah rakyat sehingga rakyat kalau perlu dapat pinjaman lunak dari kekuatan kita sendiri, tidak usah dari tengkulak," katanya.

Prabowo mengatakan program tersebut akan diwujudkan dalam waktu dekat.

"Ini akan kita wujudkan dalam waktu dekat," ujar dia.

Apresiasi Muktamar NU Berjalan Damai

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pimpinan NU yang terpilih dalam Muktamar ke-35.

Ia mengapresiasi pelaksanaan muktamar yang dinilai berjalan sukses, guyub, dan tetap menjaga kompetisi secara sehat.

"Saya ucapkan selamat kepada pimpinan NU terpilih. Saya ucapkan selamat atas berjalannya Muktamar NU sukses, guyub," kata Prabowo.

Prabowo menilai NU telah memberikan contoh kepada bangsa Indonesia tentang bagaimana organisasi besar dapat menyelenggarakan forum permusyawaratan secara damai dan rukun.

Menurutnya, NU merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota mencapai puluhan juta orang, ribuan pesantren, serta puluhan ribu kiai.

"NU bisa beri contoh kepada bangsa bagaimana suatu organisasi yang anggotanya puluhan juta, pesantrennya ribuan, kiainya puluhan ribu, tapi bisa melaksanakan muktamar dengan sukses, damai, rukun," ujar Prabowo.

"Saya kira itu yang paling bisa saya sampaikan," lanjutnya.

Prabowo Resmi Tutup Muktamar ke-35 NU

Prabowo kemudian kembali menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Muktamar ke-35 NU.

Ia mengatakan, bangsa dan negara serta umat menanti kontribusi NU dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada masa mendatang.

"Selamat atas terlaksananya Muktamar ke-35. Negara, bangsa, dan umat menunggu darma bakti Nahdlatul Ulama di hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun yang akan datang," tutur Prabowo.

Baca juga: Muktamar NU Tetapkan 9 AHWA, Ini Daftar Lengkap dan Perolehan Suaranya

Di penghujung pidatonya, Prabowo secara resmi menyatakan Muktamar ke-35 NU ditutup.

Pernyataan tersebut kemudian ditandai dengan pemukulan kentongan beberapa kali sebagai simbol berakhirnya rangkaian Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.

Saat pemukulan kentongan tanda penutupan, Prabowo didampingi Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Cholil Yahya Staquf, dan Ketua OC Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Baca tentang


Terkini Lainnya
6 Prinsip dan Karakter Kepemimpinan Muhammadiyah Menurut Haedar Nashir
6 Prinsip dan Karakter Kepemimpinan Muhammadiyah Menurut Haedar Nashir
Aktual
Rais Aam PBNU Ungkap 3 Ayat Pijakan NU di Abad Kedua, dari Ekonomi hingga Ekologi
Rais Aam PBNU Ungkap 3 Ayat Pijakan NU di Abad Kedua, dari Ekonomi hingga Ekologi
Aktual
5 Amalan Sebelum Tidur dalam Islam, dari Berwudu hingga Membaca Doa
5 Amalan Sebelum Tidur dalam Islam, dari Berwudu hingga Membaca Doa
Aktual
Profil KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Ketum PBNU 2026-2031
Profil KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Ketum PBNU 2026-2031
Aktual
Donor ASI Diperbolehkan dalam Islam, Kejelasan Sumber dan Konsekuensi Kemahraman Jadi Perhatian
Donor ASI Diperbolehkan dalam Islam, Kejelasan Sumber dan Konsekuensi Kemahraman Jadi Perhatian
Aktual
Muktamar Ke-35 NU Selesai, Ini Sejumlah Keputusan Strategis yang Dihasilkan
Muktamar Ke-35 NU Selesai, Ini Sejumlah Keputusan Strategis yang Dihasilkan
Aktual
Ucapkan Selamat ke Kiai Miftah dan Gus Kikin, Gus Yusuf: Saatnya Kembali Guyub
Ucapkan Selamat ke Kiai Miftah dan Gus Kikin, Gus Yusuf: Saatnya Kembali Guyub
Aktual
Puasa Senin Kamis: Niat, Tata Cara, Waktu, dan Keutamaannya
Puasa Senin Kamis: Niat, Tata Cara, Waktu, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Dapat Kartu NU, Prabowo: Hari Ini Saya Diterima sebagai Anggota NU
Dapat Kartu NU, Prabowo: Hari Ini Saya Diterima sebagai Anggota NU
Aktual
Miftachul Akhyar dan Gus Kikin Pimpin PBNU, Apa Perbedaan Tugas Keduanya?
Miftachul Akhyar dan Gus Kikin Pimpin PBNU, Apa Perbedaan Tugas Keduanya?
Aktual
Gus Kikin Ingin PBNU Kembali ke Qanun Asasi, Apa Maksudnya?
Gus Kikin Ingin PBNU Kembali ke Qanun Asasi, Apa Maksudnya?
Aktual
Muhammadiyah Ucapkan Selamat ke Pimpinan Baru PBNU, Haedar: Perkuat Ukhuwah
Muhammadiyah Ucapkan Selamat ke Pimpinan Baru PBNU, Haedar: Perkuat Ukhuwah
Aktual
Profil Gus Kikin, Cicit Pendiri NU yang Kini Jadi Ketua Umum PBNU
Profil Gus Kikin, Cicit Pendiri NU yang Kini Jadi Ketua Umum PBNU
Aktual
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Aktual
Profil KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU, Apa Bedanya dengan Ketua Umum?
Profil KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU, Apa Bedanya dengan Ketua Umum?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar