Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Takbiran Idul Fitri 2026? Ini Penjelasan dan Bacaan Lengkapnya

Kompas.com, 19 Maret 2026, 13:52 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Islam mulai mengumandangkan takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Tradisi takbiran menjadi penanda berakhirnya bulan Ramadhan sekaligus menyambut hari kemenangan.

Takbir biasanya dilantunkan secara bersama-sama di masjid, mushala, hingga lingkungan masyarakat.

Selain sebagai syiar Islam, takbiran juga memperkuat suasana kebersamaan di malam Idul Fitri. Lalu, kapan sebenarnya takbiran Idul Fitri mulai dikumandangkan?

Baca juga: Bacaan Takbiran Idul Fitri Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Kapan Takbiran Idul Fitri Mulai Dikumandangkan?

Takbiran Idul Fitri dimulai sejak terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan atau malam 1 Syawal.

Waktu ini menandai berakhirnya kewajiban puasa dan dimulainya hari raya bagi umat Islam.

Takbir kemudian terus dikumandangkan hingga sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri.

Dalam rentang waktu tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sebagai bentuk syukur atas nikmat Ramadhan.

Baca juga: Makan Sebelum Sholat Idul Fitri, Boleh atau Tidak? Berikut Penjelasan Hukumnya

Pada tahun 2026, takbiran Idul Fitri bagi masyarakat Muhammadiyah bisa dimulai pada Kamis, 19 Maret 2026 setelah waktu Maghrib.

Hal ini karena PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H atau Lebaran Idul Fitri 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Keputusan ini berdasarkan metode hisab Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menetapkan Lebaran lebih awal dibandingkan perkiraan pemerintah.

Sementara, bagi masyarakat umum dan Nahdlatul Ulama bisa menunggu hasil keputusan rukyatul hilal dan sidang isbat yang akan berlangsung sore ini Kamis, 19 Maret 2026.

Apabila hilal tidak terlihat, maka 1 Syawal 1447 H atau Lebaran Idul Fitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Sehingga, takbiran Idul Fitri 2026 baru akan berlangsung pada Jumat, 20 Maret 2026 setelah waktu Maghrib.

Bacaan Takbiran Idul Fitri Arab, Latin, dan Artinya

Berikut bacaan takbiran Idul Fitri yang umum dilantunkan:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِـيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا
لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ،
لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ،
لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ،
اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Latin:
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.
La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamdu.
Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila,
La ilaha illallahu wa la na'budu illa iyyahu. Mukhlishina lahud dina wa law karihal kafirun,
La ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa a'azza jundahu wa hazamal ahzaba wahdah,
La ilaha illallahu wallahu akbar.
Allahu akbar walillahil hamdu.

Artinya:
"Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar.
Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.
Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore.
Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya.
Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh.
Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar.
Allah maha besar segala puji bagi-Nya."

Cara Mengumandangkan Takbiran Idul Fitri

Takbiran dapat dilakukan secara individu maupun berjamaah di berbagai tempat seperti masjid, mushala, rumah, maupun ruang publik. Tradisi ini juga kerap dilakukan dalam bentuk pawai takbiran di sejumlah daerah.

Bagi laki-laki dianjurkan mengeraskan suara saat bertakbir, sedangkan perempuan disarankan melafalkannya dengan suara lebih pelan.

Dikutip dari laman MUI SUlsel, H. M. Zakka Herry mengingatkan pentingnya membaca takbir dengan pelafalan yang tepat. Kesalahan tajwid dapat memengaruhi arti bacaan, terlebih jika dikumandangkan menggunakan pengeras suara.

"Orang ada yang bertakbir diakhir itu memakai kata "ilham" padahal yang benar itu "Hilhamd" ada qolqolah diujung bacaan" jelas Zakka

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Medan 20 Maret 2026
Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Medan 20 Maret 2026
Aktual
Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Bali 20 Maret 2026
Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Bali 20 Maret 2026
Aktual
Pesan Idul Fitri 2026 Muhammadiyah: Haedar Nashir Ajak Umat Bangun Kepedulian dan Persaudaraan
Pesan Idul Fitri 2026 Muhammadiyah: Haedar Nashir Ajak Umat Bangun Kepedulian dan Persaudaraan
Aktual
Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Tangsel 20 Maret 2026
Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Tangsel 20 Maret 2026
Aktual
Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Jaksel 20 Maret 2026
Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Jaksel 20 Maret 2026
Aktual
Kapan Malam Takbiran Idul Fitri 2026? Ini Penjelasan dan Bacaan Lengkapnya
Kapan Malam Takbiran Idul Fitri 2026? Ini Penjelasan dan Bacaan Lengkapnya
Aktual
Kisah Mudik Lebaran: Istri Tertinggal di Rest Area Tol Cipali, Berakhir Diantar Polisi Naik Motor Susul Keluarga
Kisah Mudik Lebaran: Istri Tertinggal di Rest Area Tol Cipali, Berakhir Diantar Polisi Naik Motor Susul Keluarga
Aktual
Warga Afghanistan Sambut Idul Fitri di Tengah Sanksi AS dan Kemiskinan
Warga Afghanistan Sambut Idul Fitri di Tengah Sanksi AS dan Kemiskinan
Aktual
Hilal Tak Terlihat, Lebaran 2026 Diprediksi 21 Maret, Ramadan Berpotensi 30 Hari
Hilal Tak Terlihat, Lebaran 2026 Diprediksi 21 Maret, Ramadan Berpotensi 30 Hari
Aktual
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Pesan MUI tentang Ketahanan Umat di Tengah Krisis Global
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Pesan MUI tentang Ketahanan Umat di Tengah Krisis Global
Aktual
MUI Imbau Umat Rayakan Idul Fitri Sesuai Keyakinan, Hilal Belum Penuhi Kriteria
MUI Imbau Umat Rayakan Idul Fitri Sesuai Keyakinan, Hilal Belum Penuhi Kriteria
Aktual
Niat Zakat Fitrah untuk Keluarga 2026: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Besarannya
Niat Zakat Fitrah untuk Keluarga 2026: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Besarannya
Aktual
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Pesan Damai, Kepedulian Sosial, dan Persatuan Umat
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Pesan Damai, Kepedulian Sosial, dan Persatuan Umat
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Kamis 19 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Kamis 19 Maret 2026
Aktual
 Jadwal Buka Puasa Kota Bekasi Hari Ini, Kamis 19 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Bekasi Hari Ini, Kamis 19 Maret 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com