Editor
KOMPAS.com - Masjid merupakan tempat suci yang dimuliakan oleh Allah SWT sekaligus menjadi pusat ibadah dan aktivitas keagamaan umat Islam.
Di masjid, umat Muslim melaksanakan salat berjamaah, membaca Al-Qur'an, berzikir, menuntut ilmu, dan menjalankan berbagai kegiatan yang bernilai ibadah.
Karena itu, terdapat sejumlah adab yang perlu diperhatikan, termasuk membaca doa masuk masjid dan mendahulukan kaki kanan ketika memasukinya.
Baca juga: Niat Shalat Tahiyatul Masjid Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Bacaan doa masuk masjid dapat diamalkan ketika seseorang hendak memasuki tempat ibadah. Berikut bacaan doa masuk masjid dalam tulisan Arab, Latin, beserta artinya yang dapat digunakan sebagai panduan.
Bacaan doa masuk masjid dalam tulisan Arab adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Doa masuk masjid dalam tulisan Latin dapat dibaca:
Allāhumma iftaḥ lī abwāba raḥmatik
Artinya: "Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatmu."
Doa tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar membuka pintu rahmat-Nya ketika seseorang memasuki masjid. Membaca doa ini menjadi bagian dari adab seorang Muslim ketika hendak masuk ke tempat ibadah.
Selain bacaan doa masuk masjid yang umum digunakan, terdapat pula bacaan yang lebih singkat serta doa dengan bacaan yang lebih panjang. Kedua bacaan berikut dapat menjadi rujukan bagi umat Muslim sesuai dengan bacaan yang hendak diamalkan.
Bacaan doa masuk masjid versi pendek adalah:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Allāhumma iftaḥ lī abwāba raḥmatik
Artinya: "Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatmu."
Selain bacaan singkat tersebut, terdapat doa yang lebih panjang sebagaimana sabda Rasulullah Saw:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ إِلَى الصَّلَاةِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ وَأَسْأَلُكَ بِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً وَخَرَجْتُ اتِّقَاءَ سُخْطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُعِيذَنِي مِنْ النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ أَقْبَلَ اللَّهُ عَلَيْهِ بِوَجْهِهِ وَاسْتَغْفَرَ لَهُ سَبْعُونَ أَلْفِ مَلَكٍ
Rasulullah Saw., bersabda, “Barang Siapa keluar dari rumahnya untuk shalat (ke masjid), maka berdoalah “Ya Allah aku meminta kepada-Mu dengan hak peminta kepada-Mu, dan aku juga meminta dengan hak jalan ku ini. Sesungguhnya aku keluar bukan untuk keburukan, bukan untuk kesombongan, bukan untuk riya’ dan bukan untuk dipuji. Aku keluar agar terhindar dari murka-Mu dan mengharap ridha-Mu. Maka aku meminta agar engkau melindungi ku dari siksa neraka dan mengampuni dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau”.
Doa masuk masjid versi pendek bermakna permohonan kepada Allah SWT agar seseorang memperoleh rahmat-Nya ketika memasuki masjid. Sementara itu, doa versi panjang berisi permohonan perlindungan dari murka dan siksa neraka, pengampunan dosa, serta harapan memperoleh ridha Allah SWT.
Setelah selesai beribadah dan hendak meninggalkan masjid, umat Muslim juga dianjurkan memperhatikan adab ketika keluar. Salah satunya dengan membaca doa keluar masjid yang dapat dipelajari melalui bacaan berikut.
Bacaan doa keluar masjid dalam tulisan Arab adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Doa keluar masjid dalam tulisan Latin dapat dibaca:
Allāhumma innī as'aluka min faḍlik
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keutamaan darimu."
Doa keluar masjid tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan keutamaan-Nya setelah seseorang meninggalkan tempat ibadah. Bacaan ini dapat diamalkan sebagai bagian dari adab ketika keluar dari masjid.
Doa masuk dan keluar masjid memiliki bacaan serta waktu pengamalan yang berbeda. Untuk membedakannya, perhatikan bacaan dan makna masing-masing doa berikut.
Ketika memasuki masjid, umat Muslim dapat membaca:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Allāhumma iftaḥ lī abwāba raḥmatik
Artinya: "Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatmu."
Ketika keluar dari masjid, bacaan yang dapat diamalkan adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Allāhumma innī as'aluka min faḍlik
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keutamaan darimu."
Doa masuk masjid berisi permohonan agar Allah SWT membukakan pintu rahmat-Nya, sedangkan doa keluar masjid berisi permohonan atas keutamaan dari Allah SWT. Keduanya menjadi bentuk doa yang mengiringi aktivitas seorang Muslim ketika memasuki dan meninggalkan masjid.
Selain membaca doa, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika memasuki masjid. Adab tersebut mencakup cara berpakaian, sikap ketika berjalan, penggunaan kaki kanan, serta perilaku selama berada di dalam masjid yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, ketika menyisir rambut,dan ketika bersuci, juga dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari,no. 186 dan Muslim,no. 268). Yang dimaksud tarojjul dalam hadits–kata Ibnu Hajar–adalah menyisir dan meminyaki rambut, sebagaimana disebut dalam Fath Al-Bari, 1:270.
Ketika hendak menuju masjid, seorang Muslim perlu memperhatikan kebersihan dan kesucian pakaian serta memastikan aurat tertutup. Hal ini sejalan dengan kedudukan masjid sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berjalan menuju masjid sebaiknya dilakukan dengan tenang dan niat yang ikhlas untuk beribadah kepada Allah SWT. Sikap tersebut juga membantu seseorang mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum melaksanakan ibadah di masjid.
Salah satu adab ketika memasuki masjid adalah mendahulukan kaki kanan. Ketika keluar dari masjid, kaki kiri didahulukan.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Termasuk sunnah, jika engkau memasuki masjid, hendaklah engkau memulai dengan kaki kanan. Lalu jika keluar, hendaklah engkau memulai dengan kaki kiri.” (HR. Al-Hakim, 1:218 dan Al-Baihaqi, 2:442.
Selama berada di masjid, umat Muslim perlu menjaga sikap dan menghormati orang lain yang sedang beribadah. Suasana masjid sebaiknya tetap dijaga agar tenang sehingga tidak mengganggu orang yang sedang salat, membaca Al-Qur'an, berzikir, atau melakukan ibadah lainnya.
Setelah memasuki masjid, umat Muslim dapat melanjutkan dengan ibadah sebelum duduk. Salah satu ibadah yang berkaitan dengan adab memasuki masjid adalah sholat Tahiyatul Masjid.
Rasulullah Saw bersabda: “Apabila kalian masuk masjid, jangan duduk, sampai salat dua rakaat.” (HR. Muslim).
Sholat Tahiyatul Masjid adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika seseorang memasuki masjid sebelum duduk. Ibadah ini menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap masjid.
Sholat Tahiyatul Masjid dilakukan setelah seseorang memasuki masjid dan sebelum duduk. Pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi ketika seseorang datang ke masjid untuk menjalankan ibadah.
Berdasarkan hadis tersebut, seseorang yang memasuki masjid dianjurkan tidak langsung duduk, tetapi melaksanakan salat dua rakaat terlebih dahulu. Karena itu, Tahiyatul Masjid dapat dilakukan sebelum seseorang duduk untuk menunggu waktu salat atau mengikuti kegiatan keagamaan di masjid.
Masjid tidak hanya menjadi tempat untuk melaksanakan salat berjamaah, tetapi juga dapat digunakan untuk berbagai aktivitas ibadah. Beberapa amalan berikut dapat dilakukan ketika seseorang berada di dalam masjid dengan tetap memperhatikan ketenangan dan kehormatan tempat ibadah.
Berzikir dan bersholawat dapat menjadi amalan yang dilakukan ketika berada di masjid. Keduanya dapat dilakukan sambil tetap menjaga ketenangan dan tidak mengganggu umat Muslim lain yang sedang beribadah.
Waktu antara adzan dan iqamah dapat dimanfaatkan untuk berdoa kepada Allah SWT. Seseorang dapat menggunakan waktu tersebut untuk memanjatkan permohonan sesuai kebutuhan dan tetap menjaga suasana masjid agar kondusif.
Selain salat wajib, umat Muslim dapat mengerjakan berbagai sholat sunnah ketika berada di masjid sesuai dengan waktu dan ketentuannya. Salah satunya adalah Tahiyatul Masjid yang dikerjakan setelah memasuki masjid sebelum duduk.
Menjaga ketenangan merupakan bagian penting dari adab berada di masjid. Setiap orang perlu menghindari perilaku yang dapat mengganggu jamaah lain dan tetap menghormati fungsi masjid sebagai tempat ibadah.
Adab tidak hanya diperhatikan ketika seseorang memasuki masjid, tetapi juga ketika hendak meninggalkan tempat ibadah. Beberapa hal berikut dapat dilakukan agar seseorang tetap menjaga tata krama setelah selesai berada di masjid.
Sebelum meninggalkan masjid, umat Muslim dapat membaca doa keluar masjid sebagai bagian dari adab setelah selesai beribadah. Bacaan yang dapat diamalkan adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Allāhumma innī as'aluka min faḍlik
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keutamaan darimu."
Ketika keluar dari masjid, seseorang perlu tetap menjaga ketertiban dan tidak mengganggu jamaah lain. Kaki kiri didahulukan ketika keluar dari masjid sebagai bagian dari adab yang disebutkan dalam riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.
Sebagai tempat ibadah, masjid perlu dijaga kesucian, ketenangan, dan kehormatannya. Karena itu, terdapat sejumlah aktivitas dan perilaku yang sebaiknya dihindari agar tidak mengganggu fungsi masjid maupun orang lain yang sedang beribadah.
Kegiatan jual beli di dalam masjid sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah. Aktivitas yang dilakukan di lingkungan masjid hendaknya tetap memperhatikan kesopanan serta tujuan utama tempat tersebut.
Setiap orang yang berada di masjid perlu menjaga suara dan perilakunya agar tidak mengganggu jamaah lain. Berbicara dengan suara keras atau melakukan aktivitas yang mengalihkan perhatian orang yang sedang beribadah perlu dihindari.
Membaca doa masuk dan keluar masjid dapat menjadi kebiasaan yang mengiringi aktivitas seorang Muslim di tempat ibadah. Untuk memahami pengamalannya, berikut beberapa hal yang dapat menjadi perhatian ketika membiasakan doa tersebut.
Membaca doa ketika memasuki masjid membantu mengawali aktivitas di tempat ibadah dengan mengingat Allah SWT. Doa masuk masjid juga berisi permohonan agar Allah SWT membukakan pintu rahmat-Nya.
Doa yang dibaca ketika memasuki dan keluar masjid menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT. Melalui doa tersebut, seorang Muslim memohon rahmat, keutamaan, perlindungan, dan pengampunan sesuai dengan bacaan yang diamalkan.
Membaca doa masuk dan keluar masjid dapat menjadi bagian dari kebiasaan menjaga adab di tempat ibadah. Kebiasaan tersebut dapat dilengkapi dengan menjaga kebersihan, ketenangan, pakaian, serta sikap selama berada di masjid.
Pertanyaan mengenai doa masuk masjid umumnya berkaitan dengan bacaan, arti, serta tata cara ketika memasuki tempat ibadah. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat membantu memahami bacaan doa dan adab masuk masjid.
Bacaan doa masuk masjid adalah:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Allāhumma iftaḥ lī abwāba raḥmatik
Artinya: "Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatmu."
Arti doa masuk masjid adalah permohonan kepada Allah SWT agar membukakan pintu-pintu rahmat-Nya. Doa tersebut dibaca ketika seorang Muslim hendak memasuki masjid.
Ada bacaan doa masuk masjid versi pendek, yaitu "Allāhumma iftaḥ lī abwāba raḥmatik". Selain itu, terdapat pula bacaan yang lebih panjang sebagaimana disebutkan dalam bagian sebelumnya.
Ketika memasuki masjid, kaki kanan didahulukan. Sementara itu, ketika keluar dari masjid, kaki kiri didahulukan.
Doa keluar masjid yang dapat dibaca adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Allāhumma innī as'aluka min faḍlik
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keutamaan darimu."
Rasulullah Saw bersabda: “Apabila kalian masuk masjid, jangan duduk, sampai salat dua rakaat.” (HR. Muslim). Karena itu, sholat Tahiyatul Masjid dapat dilaksanakan setelah masuk masjid sebelum duduk.
Membaca doa masuk dan keluar masjid merupakan bagian dari adab yang dapat dibiasakan oleh umat Muslim dalam aktivitas sehari-hari.
Selain menghafalkan bacaannya, penting untuk memahami tata cara masuk, berada di dalam, dan keluar dari masjid dengan tetap menjaga ketenangan serta kehormatan tempat ibadah.
Dengan demikian, aktivitas di masjid dapat berlangsung dengan tertib dan tetap mencerminkan penghormatan terhadap rumah ibadah.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.