Editor
KOMPAS.com – Doa merupakan salah satu ibadah yang paling utama dalam Islam. Melalui doa, seorang hamba mengungkapkan harapan, rasa syukur, permohonan perlindungan, hingga pengakuan atas kelemahan dirinya di hadapan Allah SWT.
Rasulullah SAW mengajarkan banyak doa yang dapat diamalkan dalam berbagai keadaan, mulai dari memohon kebaikan dunia dan akhirat, menghadapi kesulitan, meminta kesembuhan, memohon perlindungan dari bahaya, hingga memohon ampunan atas dosa.
Berikut lima doa mustajab yang diajarkan Rasulullah SAW beserta tulisan Arab, latin, dan artinya.
Baca juga: 3 Doa Hari Asyura yang Dianjurkan Ulama, Lengkap dengan Arab dan Keutamaannya
Doa ini merupakan salah satu doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW. Isinya mencerminkan keseimbangan hidup seorang muslim, yakni memohon kebahagiaan di dunia sekaligus keselamatan di akhirat.
Arab:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin:
Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā 'ażāban-nār.
Artinya:
"Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).
Doa ini sangat dianjurkan dibaca setelah salat maupun dalam berbagai kesempatan sebagai permohonan agar Allah memberikan kebahagiaan yang seimbang di dunia dan akhirat.
Dalam menjalani kehidupan, setiap orang pasti menghadapi ujian. Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut agar seorang muslim memperoleh ketenangan hati dan kekuatan menghadapi berbagai persoalan.
Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Latin:
Allāhumma innī a'ūdzu bika minal-hammi wal-ḥazan, wal-'ajzi wal-kasal, wal-jubni wal-bukhl, wa ḍala'id-dayni wa ghalabatir-rijāl.
Artinya:
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan utang dan penindasan manusia." (HR. Abu Dawud).
Doa ini menjadi pengingat bahwa ketenangan batin sejati berasal dari pertolongan Allah SWT.
Islam mengajarkan agar seorang muslim tetap berikhtiar secara medis ketika sakit, sekaligus memohon kesembuhan kepada Allah SWT melalui doa.
Arab:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Latin:
Allāhumma Rabban-nās, adzhibil-ba'sa, isyfi Antasy-Syāfī, lā syifā'a illā syifā'uka, syifā'an lā yugādiru saqaman.
Artinya:
"Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit." (HR. Bukhari dan Muslim).
Doa ini dapat dibaca untuk diri sendiri maupun untuk mendoakan orang yang sedang sakit.
4. Doa Memohon Perlindungan dari Bahaya
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa perlindungan yang dianjurkan dibaca pada pagi dan petang agar Allah menjaga seorang muslim dari berbagai keburukan.
Arab:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin:
Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma'asmihi syai'un fil-arḍi wa lā fis-samā'i wa Huwas-Samī'ul-'Alīm.
Artinya:
"Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan di bumi maupun di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Membiasakan membaca doa ini menjadi salah satu bentuk tawakal kepada Allah dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
5. Sayyidul Istighfar, Doa Memohon Ampunan
Di antara doa yang paling utama diajarkan Rasulullah SAW adalah Sayyidul Istighfar, yang disebut sebagai penghulu istighfar.
Arab:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ،
وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin:
Allāhumma anta Rabbī, lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa ana 'abduka, wa ana 'alā 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'ūdzu bika min syarri mā shana'tu, abū'u laka bini'matika 'alayya, wa abū'u bidzanbī, faghfir lī fa innahu lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.
Artinya:
"Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berpegang pada janji dan perjanjian kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah kuperbuat. Aku mengakui segala nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau." (HR. Bukhari).
Baca juga: Doa Naik Mobil: Amalan Rasulullah SAW Agar Perjalanan Penuh Berkah
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk membiasakan membaca Sayyidul Istighfar setiap pagi dan petang sebagai bentuk penghambaan sekaligus permohonan ampun kepada Allah SWT.
Kelima doa tersebut menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap keadaan. Baik ketika memohon kebahagiaan, menghadapi kesulitan, sakit, menghindari bahaya, maupun memohon ampunan, doa menjadi sarana mendekatkan diri kepada-Nya sekaligus memperkuat keyakinan bahwa hanya Allah tempat bergantung dan memohon pertolongan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang