Editor
KOMPAS.com – Hari Asyura, yang jatuh setiap 10 Muharram, merupakan salah satu hari yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Sejak masa para nabi terdahulu, hari ini dikenal sebagai waktu yang dimuliakan dan dipenuhi keberkahan.
Selain dianjurkan melaksanakan puasa Asyura yang memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah lain, seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quddus al-Makki asy-Syafi'i dalam kitab Kanzun Najah wa as-Sururmenjelaskan bahwa menghidupkan malam Asyura termasuk amalan yang sangat dianjurkan karena menjadi waktu turunnya limpahan rahmat dan pertolongan Allah.
اعْلَمْ: أَنَّ مِنَ الْمَطْلُوبِ فِي عَاشُورَاءَ إِحْيَاءَ لَيْلَتِهِ؛ فَهُوَ مِنْ أَعْظَمِ مَا حَثَّ عَلَيْهِ الشَّارِعُ؛ لِمَا فِيهَا مِنَ الْإِمْدَادَاتِ الرَّبَّانِيَّةِ وَالْفُيُوضَاتِ الْإِحْسَانِيَّةِ،
وَلَا سِيَّمَا بِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ أَوْ سَمَاعِهِ، وَبِمَا وَرَدَ مِنَ الْأَدْعِيَةِ وَالْأَذْكَارِ
Artinya, menghidupkan malam Asyura dengan membaca Al-Qur'an, memperbanyak doa, dan dzikir merupakan salah satu amalan yang paling dianjurkan karena pada malam tersebut Allah melimpahkan berbagai karunia dan pertolongan kepada hamba-Nya.
Baca juga: Amalan Hari Asyura Bagi Muslimah Haid: Tetap Raih Berkah Tanpa Puasa
Merujuk sejumlah kitab turats, terdapat tiga doa Hari Asyura yang cukup masyhur diamalkan para ulama saleh terdahulu.
Syekh Nawawi al-Bantani dalam Nihayah az-Zain mengutip keterangan Imam Ibn Hajar al-Asqalani bahwa terdapat doa yang apabila dibaca pada Hari Asyura, hati seseorang tidak akan mati.
Syekh Sulaiman al-Jamal juga menukil pendapat sebagian kalangan sufi yang menyebut doa tersebut sebagai amalan yang telah terbukti manfaatnya di kalangan para pengamalnya. Meski demikian, keterangan tersebut dipahami sebagai pengalaman spiritual sebagian ulama, bukan sebagai jaminan yang bersifat pasti.
Doa tersebut berbunyi:
سُبْحَانَ اللَّهِ مِلْءَ الْمِيزَانِ، وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا، وَزِنَةَ الْعَرْشِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ الْمِيزَانِ، وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا، وَزِنَةَ الْعَرْشِ، وَاللَّهُ
أَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيزَانِ، وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا، وَزِنَةَ الْعَرْشِ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ. سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ، وَعَدَدَ كَلِمَاتِ
اللَّهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ، وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا، وَاللَّهُ أَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ
كُلِّهَا. أَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Doa ini berisi tasbih, tahmid, takbir, permohonan keselamatan, serta pengakuan bahwa tidak ada tempat berlindung selain kepada Allah SWT.
2. Doa Hari Asyura yang Diamalkan Syekh Abdul Hamid Quddus al-Makki
Dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur, Syekh Abdul Hamid Quddus al-Makki juga meriwayatkan doa yang berisi permohonan kepada Allah dengan menyebut berbagai pertolongan-Nya kepada para nabi.
Doa tersebut berbunyi:
اللهم يَا مُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ، وَيَا مُخْرِجَ ذِي النُّونِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا جَامِعَ شَمْلِ يَعْقُوبَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا غَافِرَ ذَنْبِ دَاوُودَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا كَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوبَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا سَامِعَ دَعْوَةِ مُوسَى وَهَارُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا خَالِقَ رُوحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَبِيبِهِ
وَمُصْطَفَاهُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَا إِلَهِ إِلَّا أَنْتَ؛ اقْضِ حَاجَتِي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَأَطِلْ عُمْرِي فِي طَاعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ
وَرِضَاكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَأَحْيِنِي حَيَاةً طَيِّبَةً، وَتَوَفَّنِي عَلَى الإِسْلَامِ وَالإِيمَانِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Isi doa ini memohon agar Allah memenuhi kebutuhan dunia dan akhirat, memberikan umur yang diberkahi dalam ketaatan, kehidupan yang baik, serta diwafatkan dalam keadaan Islam dan iman.
Doa ketiga dikutip dari Syekh Ibrahim al-Aththar asy-Syami. Nuansanya sarat dengan pengakuan seorang hamba yang penuh kekurangan di hadapan Allah Yang Maha Pengasih.
Lafaz doanya adalah:
اللهم يَا مُحْسِنُ قَدْ جَاءَكَ الْمُسِيءُ، وَقَدْ أَمَرْتَ يَا مُحْسِنُ بِالتَّجَاوُزِ عَنِ الْمُسِيءِ؛ فَأَنْتَ الْمُحْسِنُ وَأَنَا الْمُسِيءُ، فَتَجَاوَزْ عَنْ قَبِيحِ مَا عِنْدِي بِجَمِيلِ مَا عِنْدَكَ؛ فَأَنْتَ بِالْبِرِّ مَعْرُوفٌ، وَبِالْإِحْسَانِ مَوْصُوفٌ، أَنِلْنِي مَعْرُوفَكَ، وَأَغْنِنِي بِهِ عَنْ مَعْرُوفِ مَنْ سِوَاكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللهُ
تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيماً كَثِيراً إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
Doa ini mengajarkan kerendahan hati seorang hamba yang memohon agar Allah mengampuni segala kekurangan, mencukupkan kebutuhan dengan karunia-Nya, serta tidak menggantungkan harapan kepada selain-Nya.
Baca juga: Doa Naik Kendaraan Laut Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Hari Asyura bukan hanya momentum untuk berpuasa, tetapi juga kesempatan memperbanyak doa, dzikir, dan membaca Al-Qur'an. Tradisi ini telah diwariskan oleh para ulama saleh selama berabad-abad sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan menghidupkan Hari Asyura melalui amalan-amalan tersebut, umat Islam berharap memperoleh keberkahan, ketenangan hati, limpahan rahmat, serta ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. Karena itu, momentum 10 Muharram layak dijadikan sarana memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT melalui ibadah yang diajarkan para ulama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang