Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MUI Ingatkan DPR Jangan Ucapkan Sesuatu yang Menyinggung Masyarakat

Kompas.com, 31 Agustus 2025, 10:20 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Ketua MUI Bidang Infokom, KH Masduki Baidlowi, mengingatkan anggota DPR RI untuk berhati-hati dalam bersikap dan berbicara, agar tidak menyinggung perasaan masyarakat yang saat ini tengah menghadapi kesulitan ekonomi.

“Kepada para Anggota DPR-RI, MUI mengharapkan jangan menimbulkan atau mengucapkan sesuatu hal yang menyinggung masyarakat,” kata Kiai Masduki dilansir dari MUIDigital, Minggu (31/8/2025).

Ia menekankan bahwa masyarakat sedang menghadapi tekanan hidup akibat persoalan ekonomi.

“Masyarakat saat ini sangat menderita di bawah karena ekonomi, pekerjaan susah,” ujarnya.

Baca juga: Ustaz Derry Sulaiman Ingatkan Pedemo Jangan Nodai Perjuangan dengan Menjarah

Sebagai wakil rakyat, lanjutnya, DPR seharusnya lebih memahami penderitaan yang dialami rakyat.

Karena itu, MUI menegaskan agar DPR tidak mengeluarkan pernyataan maupun tindakan yang justru menambah ketersinggungan di masyarakat.

Selain itu, Masduki juga mengingatkan aparat penegak hukum yang bertugas mengamankan aksi agar lebih mengedepankan pendekatan persuasif.

“Tolong rasa kesabaran, emosi, dan semuanya harus ditahan benar-benar. Kalau misalnya menimbulkan bentrok pendemo dan aparat, justru yang runyam langkah berikutnya kita semua,” katanya.

Menurutnya, bentrokan hanya akan merugikan bangsa secara keseluruhan. Ia berharap demonstrasi bisa berlangsung dengan baik tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

“MUI sadar sepenuhnya demo adalah hak warga negara, tetapi ketika sudah menimbulkan kerusakan, keresahan, dan kesusahan bagi publik, saya kira mesti dihentikan,” tegasnya.

Masduki juga meminta massa aksi mempertimbangkan kondisi masyarakat yang sedang sulit secara ekonomi.

Baca juga: Muhammadiyah Serukan Semua Pihak Tahan Diri dan Hentikan Kekerasan

“Sebaiknya para pendemo bisa pulang ke rumahnya masing-masing, sehingga tidak menimbulkan kesusahan bagi masyarakat lain. Saat ini ekonomi masyarakat sangat susah. Apabila demo terus berlangsung seperti ini, justru akan menyusahkan masyarakat, terutama masyarakat di bawah,” pungkasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com