Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gerhana Bulan Total 7 September 2025: Islam Patahkan Mitos Jahiliah

Kompas.com, 8 September 2025, 07:24 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber MUIDigital

KOMPAS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gerhana bulan total akan berlangsung pada Ahad (7/9/2025) malam hingga Senin (8/9/2025) pagi.

Fenomena ini sejak zaman dahulu kerap dihubungkan dengan berbagai mitos. Pada masa awal Islam, sebagian orang memaknainya sebagai pertanda kematian tokoh besar atau terjadinya sebuah peristiwa penting.

Namun, Islam justru menegaskan bahwa gerhana adalah tanda kebesaran Allah SWT, bukan pertanda musibah. Di momen tersebut, disyariatkan melaksanakan shalat sunnah gerhana bulan atau shalat khusuf.

Baca juga: Dari Mitos ke Tauhid: Pandangan Islam tentang Fenomena Gerhana

Mitos Jahiliah dan Penegasan Rasulullah SAW

Sebelum Islam hadir, masyarakat Arab meyakini bahwa gerhana berkaitan dengan kematian orang penting. Keyakinan ini ditepis Rasulullah SAW sebagaimana riwayat Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya:

فإن رجالًا يزعمون أن كسوف هذه الشمس وكسوف هذا القمر، وزوال هذه النجوم من مطالعها، لموت رجال عظماء من أهل الأرض، إنهم قد كذبوا. ولكنها آيات من آيات الله عز وجل

Artinya: “Orang-orang menduga bahwa gerhana matahari atau bulan dan fenomena bintang jatuh disebabkan kematian seorang tokoh pembesar di muka bumi, sungguh mereka telah berbohong. Padahal, gerhana adalah salah satu dari sekian tanda kebesaran Allah SWT…” (Sahih Ibnu Hibban, juz 7 hlm 101 no Hadis 2856).

Bahkan, ketika Ibrahim, putra Nabi Muhammad SAW dari Mariah al-Qibtiyyah, wafat bersamaan dengan gerhana matahari, Rasulullah SAW menegaskan:

كَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ ... فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ

Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka shalat dan berdoalah kalian kepada Allah.” (HR al-Bukhari no Hadis 985).

Awal Pensyariatan Shalat Gerhana

Ulama berbeda pendapat soal awal pensyariatan shalat gerhana. Syekh Yusuf al-Qaradawi menyebut ibadah ini pertama kali dilaksanakan pada tahun kesepuluh Hijriah, bertepatan dengan wafatnya Ibrahim, putra Nabi.

Sementara ulama Madzhab Syafi’i berpendapat, shalat gerhana matahari pertama kali disyariatkan pada tahun kedua Hijriah, sedangkan gerhana bulan pada tahun kelima Hijriah. (Lihat al-Fiqh al-Manhaji ‘Ala Madzhab al-Imam as-Syafi’i, juz 1 hlm 239).

Hikmah di Balik Gerhana

Rasulullah SAW menjelaskan hikmah fenomena ini dalam sabdanya:

 إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلَكِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ

Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan keduanya tidak akan mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Akan tetapi, dengan peristiwa itu Allah ingin membuat para hamba-Nya takut.”

Dengan demikian, pensyariatan shalat gerhana tidak hanya sebagai ibadah khusus, tetapi juga upaya mematahkan mitos jahiliyyah dan mendorong masyarakat memahami fenomena ini secara ilmiah.

Baca juga: Kumpulan Doa Saat Gerhana Bulan Total 7–8 September 2025

Waktu Kejadian Gerhana Bulan Total 2025

Menurut BMKG, gerhana bulan total akan dapat diamati hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Wilayah Indonesia Barat

  • 22.28 WIB: awal gerhana penumbra
  • 23.27 WIB: awal gerhana sebagian
  • 00.30 WIB: gerhana total mulai
  • 01.52 WIB: gerhana total berakhir
  • 02.56 WIB: akhir gerhana sebagian
  • 03.55 WIB: gerhana penumbra selesai

Wilayah Indonesia Tengah

  • 23.56 Wita: awal penumbra
  • 00.26 Wita: awal gerhana sebagian
  • 01.30 Wita: gerhana total mulai
  • 02.11 Wita: puncak gerhana
  • 02.53 Wita: gerhana total berakhir
  • 03.56 Wita: gerhana sebagian berakhir
  • 04.56 Wita: penumbra selesai

Fenomena langka ini sekaligus menjadi momentum umat Islam untuk meningkatkan keimanan dengan melaksanakan shalat gerhana, berdoa, dan mengingat kebesaran Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com