Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan Niat Sholat Gerhana: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya

Kompas.com, 5 September 2025, 16:24 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Niat sholat Gerhana adalah bacaan niat sebelum melaksanakan sholat gerhana, baik itu sholat gerhana bulan maupun gerhana matahari.

Gerhana merupakan fenomena astronomi yang terjadi karena matahari atau bulan tertutup objek sehingga sinarnya tidak sampai ke bumi.

Fenomena gerhana akan terjadi pada tanggal 7 September 2025, yaitu gerhana bulan total. Gerhana ini akan berlangsung selama beberapa jam.

Gerhana bulan akan dimulai pada pukul 21.00 dan mencapai puncak pada Senin, 8 September 2025. Puncak gerhana diperkirakan terjadi antara pukul 01.30 – 02.30.

Ketika terjadi gerhana, baik itu gerhana bulan maupun gerhana matahari, Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk melaksanakan sholat gerhana.

Baca juga: Bacaan Niat Sholat Isyraq: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Perintah Sholat Gerhana

Berikut ini perintah Rasulullah SAW untuk melaksanakan sholat gerhana.

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِمَا عِبَادَهُ ، وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُم

Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua tanda diantara tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah menjadikan keduanya untuk menakut-nakuti hamba-hamba-Nya. Dan sungguh tidaklah keduanya terjadi gerhana karena kematian atau kelahiran seorang manusia pun. Apabila kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka sholatlah dan berdoalah kepada Allah hingga gerhana tersebut hilang dari kalian.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Menurut kesepakatan para ulama, sholat gerhana hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.

Bacaan Niat Sholat Gerhana

Sholat gerhana bulan disebut sholat khusuf, sedangkan gerhana matahari disebut dengan sholat kusuf. Berikut ini bacaan niat untuk kedua sholat tersebut.

Niat Sholat Gerhana Matahari (Kusuf)

Arab:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ إِمَامًا/مَأمُومًا رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Ushollii sunnatal likusuufisy syamsi rak’ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta’aala.

Artinya:

Saya niat sholat sunnah gerhana matahari dua rakaat sebagai imam / makmum karena Allah Ta’ala.

Baca juga: Bacaan Niat Sholat Dhuha Lengkap dengan Tata Cara dan Doanya

Niat Sholat Gerhana Bulan (Khusuf)

Arab:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Ushollii sunnatal khusuufi rak‘ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta‘aala.

Artinya:

Saya sholat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam / makmum karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Sholat Gerhana

Secara umum, tata cara sholat gerhana bulan maupun gerhana matahari sama. Hanya berbeda pada waktu pelaksanaan dan niatnya.

Sholat gerhana sedikit berbeda dengan sholat sunnah pada umumnya. Berikut tata cara sholat gerhana:

1. Sholat ini dianjurkan untuk melaksanakan secara jamaah, meskipun bisa juga dilaksanakan secara munfarid atau sendiri

2. Sebelum sholat dilaksanakan, jamaah diseru untuk melaksanakan sholat dengan panggilan 'As Sholaatu jaami'ah'

3. Sholat gerhana dilaksanakan sebanyak dua rakaat, setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku', dua kali membaca surat Al Fatihah dan surat atau ayat-ayat Al Quran, dan dua kali sujud.

4. Sholat diawali dengan melafalkan niat sholat gerhana sesuai dengan gerhana yang terjadi

5. Kemudian lanjut takbiratul ihram, membaca doa iftitah, taawudz, surat Al Fatihah dan surat atau ayat-ayat dari Al Quran

6. Bacaan imam jahr atau dikeraskan saat membaca surat Al Fatihah dan surat atau ayat-ayat dalam Al Quran

7. Setelah itu ruku’ dilanjutkan i’tidal. Setelah i’tidal tidak dilanjutkan dengan sujud melainkan kembali membaca surat Al Fatihah dan surat atau ayat-ayat dalam Al Quran. Surat atau ayat pada bacaan kedua ini lebih pendek dari bacaan yang pertama

8. Dilanjutkan dengan ruku’ yang kedua dan i’tidal, baru setelah itu sujud seperti sholat biasa

9. Kemudian dilanjutkan rakaat kedua sama dengan rakaat pertama, yaitu dua ruku’ dan dua kali membaca surat Al Fatihah dan Surat atau ayat-ayat Al Quran

10. Sholat diakhiri dengan salam

11. Setelah sholat selesai dilanjutkan dengan khutbah, dianjurkan untuk mendengarkan khutbah tersebut.

Baca juga: Bacaan Niat Sholat Jumat Imam dan Makmum: Arab, Latin, dan Artinya

Untuk teknis detail tata cara pelaksanaan sholat gerhana, Rasulullah Muhammad SAW menyampaikan dalam haditsnya.


خَسَفَتْ الشَّمْسُ فِي حَيَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَصَفَّ النَّاسُ وَرَاءَهُ ، فَكَبَّرَ ، فَاقْتَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِرَاءَةً طَوِيلَةً ، ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا ، ثُمَّ قَالَ : سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ. فَقَامَ وَلَمْ يَسْجُدْ ، وَقَرَأَ قِرَاءَةً طَوِيلَةً ، هِيَ أَدْنَى مِنْ الْقِرَاءَةِ الْأُولَى . ثُمَّ كَبَّرَ وَرَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا ، وَهُوَ أَدْنَى مِنْ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ . ثُمَّ قَالَ : سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ. ثُمَّ سَجَدَ ، ثُمَّ قَالَ فِي الرَّكْعَةِ الْآخِرَةِ مِثْلَ ذَلِكَ . فَاسْتَكْمَلَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ ، فِي أَرْبَعِ سَجَدَاتٍ

Artinya: “Terjadi gerhana matahari pada saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, kemudian Beliau keluar menuju masjid untuk melaksanakan sholat, dan para sahabat berdiri dibelakang Beliau membuat barisan shof sholat, lalu Beliau bertakbir dan membaca surat yang panjang, kemudian bertakbir dan ruku’ dengan ruku’ yang lama, lalu bangun dan mengucapkan : ‘sami’allahu liman hamidah’. Kemudian bangkit dari ruku’ dan tidak dilanjutkan dengan sujud, lalu membaca lagi dengan surat yang panjang yang bacaannya lebih singkat dari bacaan yang pertama tadi. Kemudian bertakbir, lantas ruku’ sambil memanjangkannya, yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ yang pertama. Lalu mengucapkan : ‘sami’allahu liman hamidah, rabbanaa wa lakal hamd’, kemudian sujud. Beliau melakukan pada raka’at yang terakhir seperti itu pula maka sempurnalah empat kali ruku’ pada empat kali sujud.” (H.R. Bukhari).

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
DPR Ingatkan Kemenhaj: Jangan Sampai Kuota Haji 2026 Tersisa, Harus Nol Tak Terpakai
DPR Ingatkan Kemenhaj: Jangan Sampai Kuota Haji 2026 Tersisa, Harus Nol Tak Terpakai
Aktual
Asnaf Zakat: 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat dan Penjelasannya
Asnaf Zakat: 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat dan Penjelasannya
Aktual
Biaya Makan Jemaah Haji Turun, Kemenhaj Pastikan Gizinya Tetap Terjaga
Biaya Makan Jemaah Haji Turun, Kemenhaj Pastikan Gizinya Tetap Terjaga
Aktual
Futur dalam Islam: Pengertian, Tanda-Tanda, dan Cara Mengatasinya
Futur dalam Islam: Pengertian, Tanda-Tanda, dan Cara Mengatasinya
Doa dan Niat
Ketika Wapres Gibran Bawa Payung Sendiri Lindungi Kiai dari Hujan, Kesantunan yang Membekas di Cipasung
Ketika Wapres Gibran Bawa Payung Sendiri Lindungi Kiai dari Hujan, Kesantunan yang Membekas di Cipasung
Aktual
Kumpulan Doa Harian Pendek yang Wajib Dihafal: Arab, latin, dan Artinya
Kumpulan Doa Harian Pendek yang Wajib Dihafal: Arab, latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Makna Julukan Bulan Syaban dan Keistimewaannya Menurut Ulama
Makna Julukan Bulan Syaban dan Keistimewaannya Menurut Ulama
Aktual
Doa Setelah Bersedekah agar Berkah dan Rezeki Berlimpah
Doa Setelah Bersedekah agar Berkah dan Rezeki Berlimpah
Doa dan Niat
Bagaimana Izrail Mengetahui Ajal Manusia? Ini Penjelasan Islam
Bagaimana Izrail Mengetahui Ajal Manusia? Ini Penjelasan Islam
Doa dan Niat
Ayyamul Bidh: Definisi, Keutamaan Puasa, dan Hikmah Spiritual di Tengah Bulan Hijriyah
Ayyamul Bidh: Definisi, Keutamaan Puasa, dan Hikmah Spiritual di Tengah Bulan Hijriyah
Doa dan Niat
Antrean Jamaah Haji Indonesia 5,6 Juta Orang, Masa Tunggu 26 Tahun
Antrean Jamaah Haji Indonesia 5,6 Juta Orang, Masa Tunggu 26 Tahun
Aktual
Rangkuman Isra Miraj: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Semalam dan Maknanya bagi Umat Islam
Rangkuman Isra Miraj: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Semalam dan Maknanya bagi Umat Islam
Aktual
Doa Memohon Keberkahan di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan
Doa Memohon Keberkahan di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan
Doa dan Niat
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tahajud dan Qiyamul Lail
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tahajud dan Qiyamul Lail
Doa dan Niat
Dzikir Ringan Penenang Hati dan Pembuka Pintu Rezeki
Dzikir Ringan Penenang Hati dan Pembuka Pintu Rezeki
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com