Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudik Gratis Pelni 2026 Dibuka, Simak Cara Daftar, Syarat, dan Rutenya

Kompas.com, 14 Februari 2026, 15:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Program mudik gratis kembali menjadi kabar yang dinanti masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Tahun ini, pemerintah melalui sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menghadirkan program bertajuk “Mudik Aman Berbagi Harapan”, termasuk dari PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni yang menyediakan perjalanan laut gratis bagi masyarakat di sejumlah rute strategis.

Berikut ulasan lengkap mengenai jadwal, rute, syarat, serta cara daftar Mudik Gratis Pelni 2026.

Mudik Gratis BUMN 2026: Komitmen Pelni Layani Masyarakat

Sebagai perusahaan pelayaran milik negara, PT Pelayaran Nasional Indonesia memiliki peran penting dalam konektivitas antarpulau di Indonesia. Momentum Lebaran menjadi periode dengan lonjakan mobilitas tertinggi setiap tahun.

Dilansir dari unggahan akun Instagram resmi @pelni162 (14/2/2026), pendaftaran mudik gratis bersama Pelni dibuka mulai 13 Februari 2026 dengan kuota terbatas sebanyak 800 tiket.

Program ini menjadi bagian dari kebijakan BUMN untuk mendukung kelancaran arus mudik sekaligus meringankan beban biaya perjalanan masyarakat.

Dalam konteks sosial, mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga ritual kultural yang mempererat hubungan keluarga.

Dalam buku Mudik dan Dinamika Sosial Masyarakat Indonesia karya Prof. Dr. Haryono Suyono dijelaskan bahwa tradisi mudik merupakan bentuk mobilitas sirkuler tahunan yang mengandung nilai ekonomi, religius, dan sosial yang kuat.

Baca juga: Pemprov DKI Buka Mudik Gratis 2026, Ini Syaratnya

Jadwal dan Kuota Mudik Gratis Pelni 2026

Tahun ini, Pelni menyediakan dua rute pelayaran dengan total kuota 800 penumpang. Masing-masing kapal mengangkut 400 peserta mudik gratis.

1. KM Dorolonda

Rute: Balikpapan – Surabaya
Keberangkatan: 14 Maret 2026
Kuota: 400 tiket

2. KM Kelimutu

Rute: Kumai – Semarang
Keberangkatan: 15 Maret 2026
Kuota: 400 tiket

Kapal yang digunakan adalah:

  • KM Dorolonda
  • KM Kelimutu

Perlu dicatat, jadwal keberangkatan dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi terbaru dapat diakses melalui kanal resmi Pelni maupun aplikasi PELNI Mobile.

Syarat Mudik Gratis Pelni 2026

Program ini terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia dengan sejumlah ketentuan administratif. Calon peserta wajib:

  • Memiliki identitas resmi berisi NIK (KTP untuk dewasa, Kartu Keluarga atau KIA untuk anak di bawah 17 tahun).
  • Memiliki akun pada aplikasi PELNI Mobile.
  • Mendaftarkan anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga.
  • Mengisi formulir pendaftaran sesuai jumlah peserta.
  • Tidak melakukan pendaftaran ganda (1 NIK hanya untuk 1 kali pendaftaran).

Karena kuota terbatas, proses seleksi dilakukan melalui verifikasi data oleh tim Pelni.

Baca juga: Mudik Gratis Klaten 2026 Dibuka, Warga Jabodetabek Bisa Pulang Kampung Tanpa Biaya

Cara Daftar Mudik Gratis Pelni 2026

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan resmi sesuai rute keberangkatan. Informasi ini juga dilansir dari unggahan akun Instagram resmi @pelni162:

Tahapan pendaftaran:

  • Mengakses tautan resmi sesuai rute pilihan.
  • Mengisi formulir online sesuai data identitas.
  • Menunggu proses verifikasi dari tim Pelni.
  • Peserta yang lolos verifikasi akan menerima notifikasi melalui WhatsApp resmi Pelni.
  • Penukaran tiket dilakukan langsung di Kantor Cabang Pelni sesuai rute keberangkatan (Kumai atau Balikpapan).
  • Penukaran wajib dilakukan maksimal H-2 sebelum keberangkatan dengan membawa identitas asli dan fotokopi.
  • Tiket dengan kode booking harus ditukar menjadi boarding pass pada hari keberangkatan.

Penukaran tiket tidak dapat diwakilkan dan harus sesuai dengan nama yang terdaftar.

Makna Mudik dalam Perspektif Religi dan Sosial

Lebaran dan mudik memiliki hubungan yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Islam Nusantara karya Azyumardi Azra, dijelaskan bahwa tradisi mudik menjadi bagian dari ekspresi spiritual sekaligus penguatan nilai silaturahmi dalam Islam.

Program mudik gratis seperti yang diselenggarakan Pelni tidak hanya membantu aspek ekonomi, tetapi juga mendukung kelancaran ibadah sosial menjelang Idul Fitri.

Dengan fasilitas kapal laut, perjalanan jarak jauh antarpulau menjadi lebih aman dan terorganisir.

Tips Agar Lolos dan Tidak Kehabisan Kuota

Mengingat kuota hanya 800 tiket, calon pemudik disarankan:

  • Mendaftar segera setelah pendaftaran dibuka.
  • Memastikan seluruh dokumen lengkap sebelum mengisi formulir.
  • Menggunakan nomor WhatsApp aktif untuk menerima notifikasi.
  • Memantau informasi terbaru melalui akun resmi dan aplikasi PELNI Mobile.

Baca juga: Mudik Gratis BUMN 2026 Dibuka, Catat Jadwal, Cara Daftar, & Rutenya

Program Mudik Gratis Pelni 2026 menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa terbebani biaya transportasi.

Dengan dua rute utama dan sistem pendaftaran daring, program ini diharapkan mampu mendukung arus mudik yang aman, tertib, dan penuh harapan.

Bagi masyarakat yang berencana mengikuti program ini, pastikan memahami jadwal, rute, syarat, dan tata cara pendaftaran agar tidak terlewat kesempatan.

Mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi perjalanan kembali kepada keluarga, akar budaya, dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi inti perayaan Idul Fitri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Anies Baswedan Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh, Jakarta Disebut Rujukan Transportasi Publik
Anies Baswedan Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh, Jakarta Disebut Rujukan Transportasi Publik
Aktual
Catat! Arab Saudi Resmi Tetapkan Hari Arafah 26 Mei dan Idul Adha 27 Mei 2026
Catat! Arab Saudi Resmi Tetapkan Hari Arafah 26 Mei dan Idul Adha 27 Mei 2026
Aktual
Kisah Mbah Painah: Berangkat Haji dari Jual Daun Pisang 14 Tahun
Kisah Mbah Painah: Berangkat Haji dari Jual Daun Pisang 14 Tahun
Aktual
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Puasa 10 Hari Pertama Zulhijah & Niatnya
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Puasa 10 Hari Pertama Zulhijah & Niatnya
Aktual
61 Pesantren NU di Purworejo Belajar Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi
61 Pesantren NU di Purworejo Belajar Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi
Aktual
Niat Puasa Zulhijah 1-9, Lengkap dengan Dalil dan Keutamaannya
Niat Puasa Zulhijah 1-9, Lengkap dengan Dalil dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Menatap Abad Kedua NU: Catatan dari PMKNU, Pabrik Pemimpin NU
Menatap Abad Kedua NU: Catatan dari PMKNU, Pabrik Pemimpin NU
Aktual
Pembayaran Dam Harus Aman, Resmi, dan Sesuai Keyakinan Fikih Jemaah
Pembayaran Dam Harus Aman, Resmi, dan Sesuai Keyakinan Fikih Jemaah
Aktual
Jadwal Ibadah Sunnah Idul Adha 2026: Puasa, Larangan Potong Kuku dan Rambut, serta Hari Tasyrik
Jadwal Ibadah Sunnah Idul Adha 2026: Puasa, Larangan Potong Kuku dan Rambut, serta Hari Tasyrik
Aktual
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Sama dengan Muhammadiyah
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Sama dengan Muhammadiyah
Aktual
Arab Saudi Bangun RS Darurat Raksasa di Mina untuk Haji 2026
Arab Saudi Bangun RS Darurat Raksasa di Mina untuk Haji 2026
Aktual
Layanan Makkah Route Dinilai Bantu Jemaah Haji Bisa Langsung Fokus Ibadah Saat Tiba di Arab Saudi
Layanan Makkah Route Dinilai Bantu Jemaah Haji Bisa Langsung Fokus Ibadah Saat Tiba di Arab Saudi
Aktual
Arab Saudi Umumkan Jadwal Musim Umrah 2026-2027, Visa Mulai Dibuka 31 Mei
Arab Saudi Umumkan Jadwal Musim Umrah 2026-2027, Visa Mulai Dibuka 31 Mei
Aktual
Manajemen Struktur Kloter Jadi Kunci Pelayaan Jemaah Haji Mandiri
Manajemen Struktur Kloter Jadi Kunci Pelayaan Jemaah Haji Mandiri
Aktual
Layanan Makkah Route Percepat Pemeriksaan Imigrasi Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi
Layanan Makkah Route Percepat Pemeriksaan Imigrasi Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com