Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jabal Rahmah, Sejarah Bukit di Arafah yang Jadi Simbol Kasih Sayang dan Pengampunan

Kompas.com, 1 April 2026, 18:34 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com – Jabal Rahmah merupakan salah satu situs bersejarah dalam Islam yang berada di Padang Arafah, sekitar 20 kilometer dari Kota Mekkah, Arab Saudi.

Bukit ini dikenal sebagai tempat yang memiliki nilai spiritual dan historis penting bagi umat Islam.

Jabal Rahmah sering dikaitkan dengan simbol kasih sayang dan pengampunan Allah kepada hamba-Nya.

Selain itu, lokasi ini juga berkaitan dengan sejumlah peristiwa besar dalam sejarah Islam yang masih dikenang hingga kini.

Baca juga: Kisah Abdullah bin Mubarak, Ulama Ahli Hadits yang Ibadah Hajinya Digantikan Malaikat

Dalam praktik ibadah haji, Jabal Rahmah menjadi bagian dari kawasan Arafah yang dikunjungi jemaah saat wukuf, salah satu rukun utama haji.

Keberadaan bukit ini tidak hanya menjadi penanda geografis, tetapi juga mengandung makna religius yang mendalam.

Dilansir dari laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sejumlah riwayat menyebutkan bahwa peristiwa penting para nabi terjadi di tempat ini. Oleh karena itu, Jabal Rahmah menjadi salah satu lokasi yang dihormati oleh umat Islam dari berbagai penjuru dunia.

Baca juga: 3 Macam Pelaksanaan Ibadah Haji: Ifrad, Tamattu, dan Qiran, Ini Perbedaannya

Apa Itu Jabal Rahmah?

Jabal Rahmah adalah bukit yang terletak di Padang Arafah. Secara bahasa, “Jabal” berarti gunung atau bukit, sedangkan “Rahmah” berarti kasih sayang, sehingga Jabal Rahmah dimaknai sebagai “Bukit Kasih Sayang.”

Di puncaknya terdapat monumen batu berbentuk persegi panjang yang diyakini sebagai penanda titik pertemuan Nabi Adam dan Hawa.

Bagi umat Islam, tempat ini memiliki makna simbolis sebagai lokasi turunnya kasih sayang dan ampunan Allah.

Selain itu, Jabal Rahmah juga menjadi salah satu titik yang sering dikunjungi jemaah haji saat berada di Arafah.

3 Peristiwa Penting di Jabal Rahmah

Dalam beberapa riwayat, diceritakan bahwa ada beberapa peristiwa penting yang pernyah terjadi di tempat ini, meliputi:

1. Pertemuan Nabi Adam dan Hawa

Salah satu peristiwa yang paling dikenal adalah pertemuan Nabi Adam dan Hawa setelah diturunkan dari surga.

Dalam ajaran Islam, keduanya sempat terpisah dalam waktu yang lama setelah diturunkan ke bumi.

Setelah melalui masa penyesalan dan tobat, Allah mempertemukan kembali Nabi Adam dan Hawa di Jabal Rahmah.

Peristiwa ini dipandang sebagai simbol pengampunan Allah sekaligus awal kehidupan manusia di bumi.

2. Tempat Turunnya Wahyu Terakhir

Jabal Rahmah juga dikaitkan dengan turunnya wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad saw., yaitu Surat Al-Maidah ayat 3.

Ayat ini menegaskan bahwa agama Islam telah sempurna dan diridhai Allah sebagai pedoman hidup manusia.

Turunnya wahyu ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian wahyu yang diterima Rasulullah selama masa kenabiannya. P

esan tersebut menegaskan bahwa ajaran Islam telah lengkap, mencakup aspek ibadah, akhlak, hingga hubungan sosial.

3. Lokasi Khotbah Wada’ Rasulullah

Peristiwa penting lainnya adalah penyampaian Khotbah Wada’ oleh Rasulullah saw. di Padang Arafah. Khotbah ini disampaikan saat haji terakhir Rasulullah sebelum wafat.

Dalam Khotbah Wada’, Rasulullah menyampaikan pesan tentang persatuan umat, keadilan, serta perlindungan hak-hak manusia, termasuk hak perempuan.

Pesan tersebut menjadi pedoman penting dalam kehidupan umat Islam hingga saat ini.

Makna Jabal Rahmah dalam Sejarah Islam

Jabal Rahmah tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga makna spiritual yang mendalam.

Bukit ini menjadi simbol luasnya kasih sayang dan pengampunan Allah bagi hamba yang bertobat.

Pertemuan Nabi Adam dan Hawa mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Selain itu, Jabal Rahmah juga menyiratkan pesan persatuan umat manusia yang berasal dari satu leluhur yang sama.

Khotbah Wada’ yang disampaikan Rasulullah di kawasan ini semakin menegaskan pentingnya keadilan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama manusia.

Jabal Rahmah menjadi simbol pengampunan, kasih sayang, dan petunjuk Allah bagi umat Islam.

Nilai sejarah dan makna spiritual yang terkandung di Jabal Rahmah menjadikan bukit ini sebagai pengingat akan pentingnya tobat, persaudaraan, dan keadilan dalam kehidupan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Aktual
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Aktual
Doa Agar Dagangan Laris dan Berkah, Lengkap Arab, Latin, serta Amalan Pembuka Rezeki
Doa Agar Dagangan Laris dan Berkah, Lengkap Arab, Latin, serta Amalan Pembuka Rezeki
Doa dan Niat
Kemenhaj Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Apa Dampaknya bagi Jamaah?
Kemenhaj Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Apa Dampaknya bagi Jamaah?
Aktual
5 Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari Umat Muslim Saat Adzan Berkumandang
5 Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari Umat Muslim Saat Adzan Berkumandang
Aktual
Doa Mustajab Malam Jumat agar Keinginan Dikabulkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Mustajab Malam Jumat agar Keinginan Dikabulkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut di Rumah, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut di Rumah, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Kemenag Ubah Metode Bimbingan Perkawinan, Materi Disesuaikan dengan Usia Calon Pengantin
Kemenag Ubah Metode Bimbingan Perkawinan, Materi Disesuaikan dengan Usia Calon Pengantin
Aktual
Gaji dan Tunjangan ASN Kemenag Dibayar Lewat PPP Mulai Agustus 2026
Gaji dan Tunjangan ASN Kemenag Dibayar Lewat PPP Mulai Agustus 2026
Aktual
Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya
Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya
Aktual
Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Aktual
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji untuk Kurangi Kepadatan di Juanda
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji untuk Kurangi Kepadatan di Juanda
Aktual
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Aktual
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal MUI Terkait Kripto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal MUI Terkait Kripto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar
Aktual
Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar