KOMPAS.com - Hari Jumat merupakan hari yang dimuliakan Allah SWT dan memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
Pada hari inilah umat Islam berkumpul di rumah-rumah Allah untuk melaksanakan shalat Jumat, mendengarkan nasihat agama, memperbanyak dzikir, serta mendekatkan diri kepada-Nya.
Jumat bukan sekadar hari ibadah rutin mingguan, tetapi juga momentum untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, dan menjemput ampunan serta keberkahan dari Allah SWT.
Di tengah kesibukan dunia yang sering melalaikan manusia dari mengingat Allah, hari Jumat hadir sebagai pengingat agar umat Islam kembali menguatkan iman dan ketakwaan.
Banyak keutamaan yang Allah limpahkan pada hari ini, mulai dari dikabulkannya doa, dihapuskannya dosa-dosa, hingga dilipatgandakannya pahala amal kebaikan.
Oleh karena itu, seorang Muslim seharusnya memanfaatkan hari Jumat dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Melalui khutbah berjudul “Menjemput Ampunan dan Keberkahan di Hari Jumat” ini, jamaah diajak untuk memahami sejarah, kemuliaan, serta keutamaan hari Jumat sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari.
Dengan memahami makna agung hari Jumat, diharapkan tumbuh kesadaran untuk memuliakannya, menjaga shalat Jumat, dan menjadikan hari penuh berkah ini sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca juga: Melalui Khutbah Arafah 2026, Imam Masjid Nabawi Serukan Persatuan dan Tolak Slogan Politik Saat Haji
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat yang tidak pernah putus dalam kehidupan kita. Nikmat iman, kesehatan, umur panjang, keluarga, rezeki, dan kesempatan menghadiri shalat Jumat pada hari ini merupakan karunia besar yang tidak ternilai harganya. Tidak semua manusia diberikan kesempatan untuk duduk di rumah Allah, mendengarkan nasihat agama, dan memperbaiki diri menuju ketakwaan.
Karena itu, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Syukur sejati tampak dari kesungguhan menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, menjaga akhlak, memperbaiki ibadah, serta memperbanyak amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Pada hari yang mulia ini, marilah kita bersama-sama merenungi salah satu hari paling agung dalam Islam, yaitu hari Jumat. Banyak kaum Muslimin telah terbiasa melaksanakan shalat Jumat setiap pekan, tetapi belum semuanya memahami betapa besar sejarah, kedudukan, dan keutamaan hari tersebut di sisi Allah SWT.
Hari Jumat bukan sekadar pergantian hari dalam hitungan kalender. Jumat adalah hari yang dimuliakan Allah, hari berkumpulnya umat Islam, hari penuh rahmat dan ampunan, serta hari yang menjadi simbol persatuan kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia.
Dalam sejarah Arab sebelum datangnya Islam, hari Jumat belum dikenal dengan nama “Jumat”. Sebagian ulama menjelaskan bahwa masyarakat Arab Jahiliyah dahulu menyebutnya dengan istilah “‘Arubah”. Pada hari itu mereka berkumpul untuk membanggakan status sosial, memperlihatkan kekuatan suku, memamerkan perdagangan, hingga mempertontonkan syair dan hiburan.
Namun setelah Islam datang, Allah SWT mengubah tradisi jahiliyah tersebut menjadi hari yang suci dan penuh keberkahan. Hari yang dahulu digunakan untuk kebanggaan duniawi berubah menjadi hari dzikir, ibadah, persaudaraan, dan penghambaan kepada Allah SWT.
Karena itulah Allah SWT memerintahkan kaum beriman agar meninggalkan kesibukan dunia ketika azan Jumat dikumandangkan. Firman Allah SWT:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah: 9).
Baca juga: Menggetarkan Hati, Inilah Isi Khutbah Terakhir Rasulullah SAW di Hari Arafah
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa urusan akhirat harus lebih diutamakan dibanding urusan dunia. Ketika panggilan Allah telah terdengar, maka seluruh aktivitas perdagangan, pekerjaan, dan kesibukan dunia hendaknya dihentikan demi memenuhi panggilan ibadah.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Hari Jumat memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam hingga disebut sebagai “Sayyidul Ayyam”, yaitu penghulu segala hari. Rasulullah SAW bersabda:
سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ
Artinya: “Penghulu seluruh hari di sisi Allah adalah hari Jumat.”
Keutamaan hari Jumat begitu besar karena pada hari itulah banyak peristiwa penting terjadi dalam sejarah kehidupan manusia. Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Nabi Adam AS diciptakan pada hari Jumat, dimasukkan ke surga pada hari Jumat, diturunkan ke bumi pada hari Jumat, dan wafat pada hari Jumat.
Selain itu, hari kiamat pun kelak akan terjadi pada hari Jumat. Oleh sebab itu seluruh makhluk Allah, baik langit, bumi, gunung, maupun malaikat memiliki rasa takut terhadap datangnya hari Jumat karena khawatir terjadinya kiamat.
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa di hari Jumat terdapat satu waktu mustajab yang apabila seorang hamba memanjatkan doa kepada Allah SWT, maka doanya akan dikabulkan selama bukan untuk perbuatan dosa atau memutus tali silaturahim.
Karena itu para ulama menganjurkan kaum Muslimin memperbanyak doa, istighfar, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW pada hari Jumat.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Salah satu amalan utama pada hari Jumat adalah membaca Surah Al-Kahfi. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah akan memberikan cahaya di antara dua Jumat.
Selain itu, dianjurkan pula memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW. Sebab hari Jumat adalah hari terbaik untuk bershalawat. Rasulullah bersabda:
أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ
“Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat.”
Ini menunjukkan betapa istimewanya hari Jumat dalam Islam. Hari Jumat bukan hanya hari ibadah rutin mingguan, melainkan momentum memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Shalat Jumat juga memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda:
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ
Artinya: “Shalat lima waktu dan Jumat ke Jumat berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya selama dosa besar dijauhi.”
Hadits ini menunjukkan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Setiap pekan Allah menyediakan kesempatan bagi kaum Muslimin untuk membersihkan dosa dan memperbaiki diri melalui ibadah Jumat.
Namun sangat disayangkan apabila ada orang yang meremehkan shalat Jumat. Rasulullah SAW memberikan peringatan keras kepada mereka yang meninggalkan shalat Jumat tanpa alasan syar’i. Bahkan hati seseorang dapat tertutup akibat sering meninggalkan Jumat.
Karena itu, jangan sampai hari Jumat berlalu tanpa nilai ibadah. Jangan hanya menjadikan Jumat sebagai rutinitas mingguan semata, tetapi jadikan Jumat sebagai sarana muhasabah dan memperkuat ketakwaan.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Hari Jumat juga mengajarkan pentingnya persatuan umat Islam. Pada hari itu kaum Muslimin berkumpul tanpa membedakan status sosial, jabatan, kekayaan, maupun kedudukan. Semua berdiri dalam satu saf, menghadap kiblat yang sama, mendengarkan khutbah yang sama, dan menyembah Tuhan yang sama.
Inilah pelajaran besar dari hari Jumat bahwa Islam mengajarkan persaudaraan, persatuan, dan kesetaraan di hadapan Allah SWT. Kemuliaan seseorang bukan terletak pada hartanya, tetapi pada ketakwaannya.
Mudah-mudahan kita termasuk hamba Allah yang mampu memuliakan hari Jumat, menjaga adab-adabnya, memperbanyak amal saleh di dalamnya, serta menjadikan Jumat sebagai momentum memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Baca juga: Ini Isi Khutbah Wukuf di Arafah Hari Ini
الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَإِنَّ الْمُتَّقِيْنَ هُمُ الْفَائِزُوْنَ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita jadikan hari Jumat sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat ibadah, dan memperbanyak amal kebaikan. Jangan sampai kemuliaan hari Jumat berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas dalam hati dan kehidupan kita.
Mari kita biasakan datang lebih awal ke masjid, memperbanyak dzikir dan doa, membaca Al-Qur’an, bersedekah, menjaga silaturahim, serta memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang memuliakan syiar Islam dan mendapatkan keberkahan hari Jumat.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا.
اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيْسِيَا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ وَفِتْنَةٍ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang