Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tarhib Ramadhan: Menyambut Bulan Suci dengan Hati yang Bersih dan Jiwa yang Siap

Kompas.com, 27 Januari 2026, 08:26 WIB
Add on Google
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan sebentar lagi akan tiba. Kurang dari sebulan, bulan Suci akan kembali hadir menyapa umat Islam seluruh dunia. Bulan mulia tersebut harus disambut dengan persiapan yang matang dan penuh kegembiraan. Tradisi penyambutan inilah yang dikenal dengan istilah Tarhib Ramadhan.

Tarhib Ramadhan bukan ritual seremonial belaka, melainkan proses spiritual untuk menyiapkan hati, pikiran, dan amal agar Ramadhan dijalani secara optimal. Tarhib Ramadhan sudah dimulai sejak bulan Rajab dan mencapai puncaknya di bulan Sya'ban.

Baca juga: Inilah Cara Rasulullah Menghidupkan Ramadhan dengan Akhlak Mulia

Tarhib Ramadhan dilakukan agar saat masuk ke bulan Ramadhan, dapat mengoptimalkan amal ibadah sehingga mendapatkan pahala berlipat ganda, ampunan, dan derajat takwa.

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفَتَحُ فِيهِ أَبوَابُ الْجَنَّةِ، وُتُغَلَّقُ فِيهِ أَبوَابُ النَّارِ، وَتُغَْلَّ فيهِ الْشَّيَاطِينُ، فَيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Artinya: "Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kepada kamu sekalian untuk berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka Jahanam dikunci, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka siapa yang tidak berusaha untuk mendapatkan kebaikannya, maka luputlah semua kebaikannya." (Muttafaq 'Alaih)

Makna Tarhib Ramadhan

Secara bahasa, tarhib berasal dari kata Arab رَحَّبَ – يُرَحِّبُ yang berarti menyambut dengan lapang, penuh kegembiraan, dan penghormatan.

Sedangkan secara istilah, Tarhib Ramadhan berarti menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan rasa senang, kesiapan diri, dan kesungguhan untuk beribadah.

Para ulama menjelaskan bahwa menyambut Ramadhan termasuk bagian dari mengagungkan syiar Allah, sebagaimana firman-Nya:

وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ

Artinya: “Barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu berasal dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32).

Baca juga: Tanda Puasa Ramadhan Diterima Allah, Cek dari Amal Ini

Cara Mengamalkan Tarhib Ramadhan

Berikut ini beberapa cara mengamalkan TArhib Ramadhan

1. Doa Menyambut Ramadhan

Rasulullah SAW berdoa ketika melihat hilal:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ

Artinya: “Ya Allah, tampakkanlah bulan ini kepada kami dengan keberkahan, keimanan, keselamatan, dan Islam.” (HR. Tirmidzi)

2. Persiapan Ramadhan

Persiapan Ramadhan meliputi beberapa hal, yaitu:

  • Persiapan ruhiyah dengan memperbanyak taubat dan istighfar.
  • Persiapan Ilmu dengan banyak membaca referensi tentang Ramadhan.
  • Persiapan fisik dengan olah raga dan mengatur pola makan.
  • Persiapan amal dengan memperbaiki sholat, memperbanyak bacaan Al Quran, dan ibadah-ibadah lainnya.
  • Persiapan harta agar bisa lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah Ramadhan.

Baca juga: Kapan Puasa 2026? Yuk Kenali Ramadhan, Bulan Penuh Ampunan

Hikmah Tarhib Ramadhan

Adanya tarhib Ramadhan mengajarkan berbagai hal kepada umat Islam, antara lain:

  • Ibadah terbaik perlu dipersiapkan
  • Ramadhan terlalu mulia untuk dijalani secara biasa-biasa saja
  • Kesuksesan Ramadhan ditentukan dari persiapan yang dilakukan.

Orang yang menyambut Ramadhan dengan serius, insya Allah akan keluar dari Ramadhan sebagai pribadi yang lebih bertakwa.

Penutup

Tarhib Ramadhan bukan tradisi kosong, melainkan manifestasi cinta seorang hamba kepada bulan penuh ampunan. Menyambut Ramadhan dengan ilmu, niat yang lurus, dan persiapan yang matang adalah kunci agar Ramadhan benar-benar mengubah hidup kita.

Semoga Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan sehat, beriman, dan siap meraih keberkahan. Aamiin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kisah Al-Jazari: Bapak Robotika Muslim, Pencipta Cikal Bakal Robot Modern
Kisah Al-Jazari: Bapak Robotika Muslim, Pencipta Cikal Bakal Robot Modern
Aktual
Hari ke-8 Haji 2026: 40.796 Jemaah Berangkat, Layanan Kesehatan Diperkuat
Hari ke-8 Haji 2026: 40.796 Jemaah Berangkat, Layanan Kesehatan Diperkuat
Aktual
Saat Duka Mendalam, Ini Doa untuk Ketenangan dan Keikhlasan Hati
Saat Duka Mendalam, Ini Doa untuk Ketenangan dan Keikhlasan Hati
Doa dan Niat
Benarkah Korban Kecelakaan Termasuk Syahid? Ini Kata Ulama
Benarkah Korban Kecelakaan Termasuk Syahid? Ini Kata Ulama
Aktual
Arab Saudi Tambah 566.000 Tempat Tidur Baru untuk Jemaah Haji 2026
Arab Saudi Tambah 566.000 Tempat Tidur Baru untuk Jemaah Haji 2026
Aktual
Bahaya Jika Lupa! Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat Keluar Hotel
Bahaya Jika Lupa! Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat Keluar Hotel
Aktual
Waktu Mustajab! Doa di Antara Adzan dan Iqamah Tak Tertolak
Waktu Mustajab! Doa di Antara Adzan dan Iqamah Tak Tertolak
Aktual
Gus Ipul Respons Desakan PWNU: Muktamar NU Agustus, Panitia Sudah Rampung
Gus Ipul Respons Desakan PWNU: Muktamar NU Agustus, Panitia Sudah Rampung
Aktual
5 Doa Pelunas Utang dan Pembuka Pintu Rezeki Halal
5 Doa Pelunas Utang dan Pembuka Pintu Rezeki Halal
Doa dan Niat
Proyek Kereta Saudi–Turki: Hubungkan Makkah, Madinah hingga Istanbul
Proyek Kereta Saudi–Turki: Hubungkan Makkah, Madinah hingga Istanbul
Aktual
2 Pesawat Haji Tertunda Akibat Kendala Teknis, Ratusan Jemaah Terdampak
2 Pesawat Haji Tertunda Akibat Kendala Teknis, Ratusan Jemaah Terdampak
Aktual
Cuti Bersama Idul Adha 2026: Cek Jadwal Libur & Potensi Long Weekend 6 Hari
Cuti Bersama Idul Adha 2026: Cek Jadwal Libur & Potensi Long Weekend 6 Hari
Aktual
Forum Ketua PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Juli-Agustus 2026 atau Hadapi Mosi Tidak Percaya
Forum Ketua PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Juli-Agustus 2026 atau Hadapi Mosi Tidak Percaya
Aktual
Gelisah dan Overthinking? Baca Doa Ini, Amalan Sunnah Penenang Hati
Gelisah dan Overthinking? Baca Doa Ini, Amalan Sunnah Penenang Hati
Doa dan Niat
Amalan Sebelum Tidur: Dzikir & Doa Malam Sunnah yang Menenangkan Hati
Amalan Sebelum Tidur: Dzikir & Doa Malam Sunnah yang Menenangkan Hati
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com