Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nisfu Syaban Kapan? Ini Tanda Malam Penuh Rahmat Allah

Kompas.com, 27 Januari 2026, 07:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Malam Nisfu Sya’ban menempati posisi istimewa dalam kalender spiritual umat Islam.

Malam pertengahan bulan Sya’ban ini diyakini sebagai salah satu momentum turunnya rahmat, pengampunan, dan perhatian khusus Allah kepada hamba-Nya.

Tidak heran jika para ulama klasik hingga kontemporer mendorong umat Islam untuk menghidupkan malam ini dengan ibadah.

Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dalam kitab Ma Dza fi Sya’ban menjelaskan bahwa malam Nisfu Sya’ban bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan bagian dari warisan amaliyah ulama yang berakar pada nilai spiritual Islam.

Di malam ini, manusia diajak untuk menata ulang relasi dengan Allah sekaligus membersihkan hati menjelang Ramadhan.

Baca juga: Mengapa Nisfu Syaban Baca Yasin 3 Kali? Ini Penjelasannya

Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban dalam Literatur Ulama

Sejumlah hadis menjelaskan bahwa Allah memberikan perhatian khusus pada malam Nisfu Sya’ban.

Dalam riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa Allah mengampuni makhluk-Nya pada malam tersebut, kecuali orang yang masih menyimpan permusuhan dan kesyirikan.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyebut Nisfu Sya’ban sebagai salah satu malam utama setelah Lailatul Qadar dan dua malam Id.

Menurutnya, malam ini adalah momentum evaluasi diri sebelum memasuki bulan Ramadhan yang sarat dengan latihan spiritual.

Keistimewaan ini juga selaras dengan firman Allah:

يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

Yamḥullāhu mā yashā’u wa yutsbitu wa ‘indahū ummul-kitāb.

Artinya: “Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Ar-Ra’d: 39)

Ayat ini sering dikaitkan para ulama dengan malam-malam istimewa, termasuk Nisfu Sya’ban, sebagai simbol terbukanya pintu takdir, ampunan, dan perubahan nasib melalui doa dan taubat.

Baca juga: Keutamaan Doa Nabi Yunus di Malam Nisfu Syaban, Ini Rahasianya

Membaca Surah Yasin Tiga Kali dengan Niat Berbeda

Salah satu amalan yang populer di kalangan umat Islam Indonesia adalah membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali. Praktik ini dijelaskan oleh Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dalam Ma Dza fi Sya’ban.

Bacaan pertama diniatkan untuk memohon panjang umur dalam ketaatan. Ulama menjelaskan bahwa umur panjang bukan diukur dari jumlah tahun, melainkan keberkahan amal yang terus mengalir.

Bacaan kedua diniatkan untuk memohon keselamatan dari bala dan musibah. Dalam perspektif tasawuf, doa ini menjadi bentuk tawakal agar Allah menjaga hamba dari bencana lahir maupun batin.

Bacaan ketiga diniatkan agar hati tidak bergantung kepada manusia. Ketergantungan kepada makhluk sering menimbulkan kekecewaan, sementara bersandar kepada Allah menghadirkan ketenangan spiritual yang lebih kokoh.

Shalat Tasbih, Ibadah yang Sangat Dianjurkan

Syaikh Abdul Hamid dalam kitab Kanzun Najah wa Surur menegaskan bahwa salah satu amalan utama pada malam Nisfu Sya’ban adalah shalat tasbih. Shalat ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada pamannya, Sayyidina Abbas.

Shalat tasbih terdiri dari empat rakaat dengan bacaan tasbih sebanyak 300 kali. Tujuannya bukan sekadar memperbanyak dzikir, tetapi melatih kesadaran ruhani agar hati selalu terhubung dengan Allah.

Dalam tradisi fiqih, shalat ini dapat dilakukan dengan satu salam atau dua salam, dan dianjurkan bagi mereka yang ingin memaksimalkan malam Nisfu Sya’ban sebagai momentum pembersihan dosa.

Baca juga: Nisfu Syaban Kapan? Ini Waktu dan Keutamaan Doa Usai Baca Yasin

Membaca Doa Nisfu Sya’ban: Memohon Takdir Terbaik

Doa Nisfu Sya’ban yang diriwayatkan dalam Kanzun Najah wa Surur dan Ma Dza fi Sya’ban menjadi bagian penting dari amalan malam ini.

Doa tersebut berisi permohonan agar Allah menghapus catatan buruk, menggantinya dengan kebahagiaan, kelapangan rezeki, dan taufik dalam kebaikan.

Para ulama menekankan bahwa membaca doa ini bukan sekadar ritual lisan, melainkan harus disertai kesadaran batin dan niat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih taat.

Memperbanyak Istighfar dan Shalawat

Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa malam-malam utama dianjurkan diisi dengan istighfar dan shalawat.

Nisfu Sya’ban menjadi momentum yang tepat untuk memperbanyak permohonan ampun, mengingat Ramadhan semakin dekat.

Shalawat juga menjadi jembatan spiritual yang memperkuat hubungan umat dengan Rasulullah SAW.

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa shalawat membuka pintu rahmat dan mempercepat terkabulnya doa.

Puasa di Siang Hari Nisfu Sya’ban

Selain menghidupkan malamnya, sebagian ulama juga menganjurkan puasa pada siang hari tanggal 15 Sya’ban.

Dalam kitab Subulus Salam karya Imam Ash-Shan’ani dijelaskan bahwa puasa sunnah di bulan Sya’ban merupakan latihan spiritual sebelum Ramadhan.

Puasa ini membantu membersihkan jiwa, menyiapkan fisik, sekaligus membiasakan diri dengan ritme ibadah Ramadhan yang intens.

Baca juga: Nisfu Syaban Kapan 2026? Cek Jadwal Lengkap dan Hitungannya

Momentum Persiapan Menuju Ramadhan

Malam Nisfu Sya’ban sejatinya bukan tujuan akhir, melainkan pintu pembuka menuju Ramadhan.

Ulama menilai bahwa siapa pun yang mampu menghidupkan malam ini dengan ibadah, akan lebih siap secara mental dan spiritual menghadapi bulan suci.

Dalam perspektif dakwah modern, Nisfu Sya’ban dapat dimaknai sebagai ruang refleksi: sudah sejauh mana hubungan kita dengan Allah, seberapa serius kita memperbaiki akhlak, dan sejauh mana kesiapan menyambut Ramadhan sebagai bulan perubahan.

Malam ini tidak hanya mengajarkan ritual, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap hamba diberi kesempatan memperbaiki takdirnya melalui doa, taubat, dan amal saleh.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
MBG Tetap Jalan Saat Ramadhan, Ini Menu Tahan Lama yang Disiapkan
MBG Tetap Jalan Saat Ramadhan, Ini Menu Tahan Lama yang Disiapkan
Aktual
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan 1447 H
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan 1447 H
Aktual
170.000 Jemaah Haji Indonesia Risiko Tinggi, Sebagian Penyakit Komorbid
170.000 Jemaah Haji Indonesia Risiko Tinggi, Sebagian Penyakit Komorbid
Aktual
Tarhib Ramadhan: Menyambut Bulan Suci dengan Hati yang Bersih dan Jiwa yang Siap
Tarhib Ramadhan: Menyambut Bulan Suci dengan Hati yang Bersih dan Jiwa yang Siap
Doa dan Niat
Niat Puasa Mengganti Puasa Ramadhan karena Haid: Bacaan Arab, Arti, dan Ketentuannya Menurut Fikih
Niat Puasa Mengganti Puasa Ramadhan karena Haid: Bacaan Arab, Arti, dan Ketentuannya Menurut Fikih
Doa dan Niat
Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur Puasa Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur Puasa Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Aktual
Inilah Cara Rasulullah Menghidupkan Ramadhan dengan Akhlak Mulia
Inilah Cara Rasulullah Menghidupkan Ramadhan dengan Akhlak Mulia
Aktual
Kemenhaj Dorong Beras Lokal untuk Konsumsi Haji 2026, Kurangi Ketergantungan Impor
Kemenhaj Dorong Beras Lokal untuk Konsumsi Haji 2026, Kurangi Ketergantungan Impor
Aktual
Wamenhaj Minta Fatwa MUI: Haji Ilegal dan Haji dari Uang Korupsi Dinyatakan Haram
Wamenhaj Minta Fatwa MUI: Haji Ilegal dan Haji dari Uang Korupsi Dinyatakan Haram
Aktual
Nisfu Syaban Kapan? Ini Tanda Malam Penuh Rahmat Allah
Nisfu Syaban Kapan? Ini Tanda Malam Penuh Rahmat Allah
Aktual
Tanda Puasa Ramadhan Diterima Allah, Cek dari Amal Ini
Tanda Puasa Ramadhan Diterima Allah, Cek dari Amal Ini
Aktual
170.000 Jamaah Haji Indonesia Masuk Kategori Risiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Kesiapan Petugas
170.000 Jamaah Haji Indonesia Masuk Kategori Risiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Kesiapan Petugas
Aktual
Beramal Tanpa Ilmu dalam Islam: Antara Niat Baik dan Kesalahan Fatal
Beramal Tanpa Ilmu dalam Islam: Antara Niat Baik dan Kesalahan Fatal
Doa dan Niat
Kapan Puasa 2026? Yuk Kenali Ramadhan, Bulan Penuh Ampunan
Kapan Puasa 2026? Yuk Kenali Ramadhan, Bulan Penuh Ampunan
Aktual
Tanda Kiamat Datang Beruntun? Ini Peringatan Nabi yang Mengejutkan
Tanda Kiamat Datang Beruntun? Ini Peringatan Nabi yang Mengejutkan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com