Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanda Kiamat Datang Beruntun? Ini Peringatan Nabi yang Mengejutkan

Kompas.com, 26 Januari 2026, 19:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Nabi Muhammad SAW tidak hanya mengabarkan bahwa kiamat pasti terjadi, tetapi juga memberikan peta peringatan berupa tanda-tanda yang akan muncul sebelum hari akhir tiba.

Menariknya, dalam beberapa riwayat sahih disebutkan bahwa sebagian tanda kiamat tidak datang secara terpisah, melainkan muncul beruntun, saling menguatkan, dan berlangsung dalam tempo yang cepat.

Fenomena ini menggambarkan fase akhir peradaban manusia, ketika kerusakan moral, krisis kepemimpinan, serta kekacauan sosial terjadi hampir bersamaan.

Ulama menyebut fase ini sebagai masa tanda-tanda wustha menuju kubra, yaitu tahap menjelang peristiwa besar kiamat.

Baca juga: Fenomena Emas di Sungai Eufrat: Tanda Kiamat atau Sekadar Mineral?

Hadits tentang Tanda Kiamat yang Muncul Berantai

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi, Rasulullah SAW menjelaskan rangkaian tanda akhir zaman yang akan muncul hampir bersamaan.

Hadits ini dihimpun oleh Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam kitab Asyratus Sa’ah al-Hasyr wa Qiyamus Sa’ah.

Rasulullah SAW bersabda bahwa tanda-tanda itu dimulai dari rusaknya amanah, ilmu yang dipelajari bukan untuk agama, zakat dianggap beban, pemimpin dipegang orang fasik, suara gaduh di masjid, hingga merebaknya minuman keras dan hiburan maksiat. Beliau kemudian menegaskan:

“Maka pada saat itu hendaklah mereka menantikan tanda-tanda kiamat yang datang susul-menyusul seperti untaian manik-manik yang terputus talinya.” (HR At-Tirmidzi)

Perumpamaan “manik-manik yang putus” menunjukkan bahwa tanda-tanda tersebut jatuh berturut-turut tanpa jeda panjang. Begitu satu tanda muncul, tanda lain segera menyusul.

Baca juga: Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi

Penjelasan Ulama: Mengapa Tanda Kiamat Bisa Datang Bersamaan?

Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi menjelaskan bahwa tanda-tanda ini tidak berdiri sendiri. Dalam bukunya ia menerangkan, sebagian peristiwa akhir zaman akan saling menyebabkan dan mempercepat terjadinya tanda lain.

Sebagai contoh, bencana alam besar dapat memicu krisis ekonomi, lumpuhnya transportasi, kekacauan sosial, hingga meningkatnya kejahatan.

Dalam kondisi seperti ini, masyarakat hidup dalam ketakutan, kehilangan stabilitas, dan mudah terjerumus dalam fitnah.

Kondisi tersebut sejalan dengan penjelasan Imam Al-Qurthubi dalam At-Tadzkirah fi Ahwalil Mauta wal Akhirah, bahwa menjelang kiamat manusia akan mengalami fase ujian berat yang membuat dunia terasa sempit, penuh kecemasan, dan kehilangan rasa aman.

Fenomena Orang Ingin Mati: Tanda Krisis Akhir Zaman

Salah satu tanda yang disebut Nabi SAW adalah munculnya kondisi psikologis ekstrem, di mana manusia berharap kematian karena beratnya kehidupan. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak akan terjadi kiamat hingga seseorang melewati kuburan, lalu berkata: ‘Seandainya aku berada di tempatnya.’” (HR Bukhari dan Muslim)

Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi menjelaskan bahwa hadits ini bukan menggambarkan kondisi normal, melainkan situasi ketika fitnah merajalela, kezaliman merata, dan kaum beriman tertekan. Keadaan ini membuat sebagian manusia kehilangan harapan terhadap dunia.

Fenomena ini juga ditegaskan oleh Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fi al-Fitan wal Malahim, bahwa menjelang kiamat, tekanan hidup, konflik, dan ketidakadilan mencapai titik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Salju Turun di Arab Saudi: Benarkah Tanda Kiamat atau Hanya Perubahan Iklim Global?

Kesesuaian dengan Isyarat Alquran

Alquran telah lebih dulu memberikan gambaran tentang fase kegoncangan besar menjelang hari akhir. Allah SWT berfirman:

“Idzā zulzilatil-arḍu zilzālahā.”

Artinya: “Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat.” (QS Az-Zalzalah: 1)

Ayat ini bukan sekadar berbicara tentang gempa fisik, tetapi juga keguncangan tatanan kehidupan manusia.

Para mufasir seperti Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa guncangan tersebut mencakup perubahan besar dalam struktur sosial dan moral umat manusia.

Tanda Beruntun sebagai Peringatan, Bukan Sekadar Prediksi

Dalam perspektif Islam, tanda-tanda kiamat bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti semata, melainkan sebagai peringatan agar manusia memperbaiki diri.

Syekh Yusuf Al-Qaradawi dalam bukunya Al-Iman wal Hayah menegaskan bahwa pembahasan akhir zaman harus melahirkan kesadaran spiritual, bukan sekadar rasa cemas.

Ketika tanda-tanda itu semakin nyata, pesan utamanya adalah agar umat Islam memperkuat iman, menjaga akhlak, dan tidak hanyut dalam arus kerusakan zaman.

Baca juga: Kiamat Menurut Islam: Antara Dalil Ilahi dan Prediksi Sains

Apa yang Harus Dilakukan Umat Islam?

Para ulama sepakat bahwa menghadapi fase akhir zaman, sikap terbaik adalah kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah.

Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menekankan pentingnya menjaga ibadah, memperbanyak istighfar, serta menjauhi fitnah lisan dan perpecahan.

Rasulullah SAW sendiri memberikan nasihat:

“Beramallah kalian sebelum datang fitnah seperti malam yang gelap gulita.” (HR Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa masa depan akan penuh ujian yang datang bertubi-tubi. Amal saleh menjadi benteng utama agar umat Islam tetap teguh.

Tanda yang Kian Terasa, Kesadaran yang Harus Diperkuat

Tanda-tanda kiamat yang datang beruntun bukan sekadar narasi masa depan, melainkan realitas yang perlahan terlihat dalam kehidupan modern.

Krisis moral, ketidakadilan, bencana, dan kegelisahan manusia menjadi cerminan bahwa dunia sedang bergerak menuju fase akhir.

Di tengah situasi ini, Islam mengajarkan satu sikap utama, yaitu bersiap, bukan panik. Dengan memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan menjaga hubungan dengan Allah SWT, umat Islam diharapkan mampu menghadapi gelombang akhir zaman dengan keteguhan dan harapan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bagaimana Jika Jemaah Haji yang Meninggal di Tanah Suci? Ini Tahapan Lengkap dan Lokasi Makamnya
Bagaimana Jika Jemaah Haji yang Meninggal di Tanah Suci? Ini Tahapan Lengkap dan Lokasi Makamnya
Aktual
Apa Itu Mati Syahid? Simak Pengertian, Keutamaan, Jenis-Jenis, dan Aturan Memandikan Jenazahnya
Apa Itu Mati Syahid? Simak Pengertian, Keutamaan, Jenis-Jenis, dan Aturan Memandikan Jenazahnya
Aktual
Kisah Al-Jazari: Bapak Robotika Muslim, Pencipta Cikal Bakal Robot Modern
Kisah Al-Jazari: Bapak Robotika Muslim, Pencipta Cikal Bakal Robot Modern
Aktual
Hari ke-8 Haji 2026: 40.796 Jemaah Berangkat, Layanan Kesehatan Diperkuat
Hari ke-8 Haji 2026: 40.796 Jemaah Berangkat, Layanan Kesehatan Diperkuat
Aktual
Saat Duka Mendalam, Ini Doa untuk Ketenangan dan Keikhlasan Hati
Saat Duka Mendalam, Ini Doa untuk Ketenangan dan Keikhlasan Hati
Doa dan Niat
Benarkah Korban Kecelakaan Termasuk Syahid? Ini Kata Ulama
Benarkah Korban Kecelakaan Termasuk Syahid? Ini Kata Ulama
Aktual
Arab Saudi Tambah 566.000 Tempat Tidur Baru untuk Jemaah Haji 2026
Arab Saudi Tambah 566.000 Tempat Tidur Baru untuk Jemaah Haji 2026
Aktual
Bahaya Jika Lupa! Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat Keluar Hotel
Bahaya Jika Lupa! Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat Keluar Hotel
Aktual
Waktu Mustajab! Doa di Antara Adzan dan Iqamah Tak Tertolak
Waktu Mustajab! Doa di Antara Adzan dan Iqamah Tak Tertolak
Aktual
Gus Ipul Respons Desakan PWNU: Muktamar NU Agustus, Panitia Sudah Rampung
Gus Ipul Respons Desakan PWNU: Muktamar NU Agustus, Panitia Sudah Rampung
Aktual
5 Doa Pelunas Utang dan Pembuka Pintu Rezeki Halal
5 Doa Pelunas Utang dan Pembuka Pintu Rezeki Halal
Doa dan Niat
Proyek Kereta Saudi–Turki: Hubungkan Makkah, Madinah hingga Istanbul
Proyek Kereta Saudi–Turki: Hubungkan Makkah, Madinah hingga Istanbul
Aktual
2 Pesawat Haji Tertunda Akibat Kendala Teknis, Ratusan Jemaah Terdampak
2 Pesawat Haji Tertunda Akibat Kendala Teknis, Ratusan Jemaah Terdampak
Aktual
Cuti Bersama Idul Adha 2026: Cek Jadwal Libur & Potensi Long Weekend 6 Hari
Cuti Bersama Idul Adha 2026: Cek Jadwal Libur & Potensi Long Weekend 6 Hari
Aktual
Forum Ketua PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Juli-Agustus 2026 atau Hadapi Mosi Tidak Percaya
Forum Ketua PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Juli-Agustus 2026 atau Hadapi Mosi Tidak Percaya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com