Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Lailatul Qadar yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 15 Maret 2026, 10:58 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Malam tersebut dikenal sebagai malam penuh keberkahan yang memiliki keutamaan luar biasa dalam ajaran Islam.

Dalam Alquran disebutkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan, sehingga amal ibadah yang dilakukan pada malam itu memiliki nilai pahala yang sangat besar.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa pada malam-malam terakhir Ramadan dengan harapan meraih keutamaan Lailatul Qadar.

Baca juga: Kapan Lailatul Qadar Terjadi? Ini Tanda dan Keutamaannya

Dilansir dari laman MUI, malam Lailatul Qadar dipahami sebagai waktu ketika pahala amal ibadah dilipatgandakan oleh Allah SWT. Ibadah yang dilakukan pada malam tersebut diyakini memiliki nilai yang melebihi ibadah selama puluhan tahun.

Oleh sebab itu, kaum muslimin dianjurkan menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai bentuk ibadah seperti shalat, membaca Alquran, serta memperbanyak doa.

Doa Lailatul Qadar yang Diajarkan Rasulullah

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa ketika berharap bertemu dengan malam Lailatul Qadar, terutama doa untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.

Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، مَا أَدْعُو بِهِ؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, ia pernah bertanya: Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai Lailatul Qadar, bagaimana doa yang harus kubaca? Rasulullah SAW lalu menjawab: Bacalah ‘Allahumma innaka ’afuwwun karimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.’” (HR at-Tirmizi)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa memohon ampun kepada Allah SWT merupakan salah satu amalan utama pada malam Lailatul Qadar.

Baca juga: Dzikir di 10 Malam Terakhir Ramadhan, Kunci Mendapat Lailatul Qadar

Penjelasan Ulama tentang Keutamaan Berdoa

Para ulama menjelaskan bahwa memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar memiliki kedudukan yang sangat istimewa.

Imam Ibn Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) dalam kitabnya menerangkan bahwa di antara amalan yang dianjurkan pada malam tersebut adalah berdoa dengan sungguh-sungguh.

Ia juga mengutip pendapat salah seorang ulama tabi’in, Imam Sufyan ats-Tsauri, yang menyatakan bahwa berdoa pada malam Lailatul Qadar lebih ia sukai dibandingkan mendirikan shalat.

وَأَمَّا الْعَمَلُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، قَالَ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ: الدُّعَاءُ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ. قَالَ: وَإِذَا كَانَ يَقْرَأُ وَهُوَ يَدْعُو وَيَرْغَبُ إِلَى اللَّهِ فِي الدُّعَاءِ وَالْمَسْأَلَةِ لَعَلَّهُ يُوَافِقُ. انْتَهَى. وَمُرَادُهُ أَنَّ كَثْرَةَ الدُّعَاءِ أَفْضَلُ مِنَ الصَّلَاةِ الَّتِي لَا يُكْثِرُ فِيهَا الدُّعَاءَ، وَإِنْ قَرَأَ وَدَعَا كَانَ حَسَنًا

“Adapun amalan pada malam Lailatul Qadar, Sufyan ats-Tsauri berkata: ‘Berdoa pada malam Lailatul Qadar lebih aku sukai daripada shalat.’ Beliau berkata: ‘Jika seseorang membaca Alquran sambil berdoa dan memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka mudah-mudahan ia mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar.’ Yang beliau maksud, adalah bahwa memperbanyak doa lebih utama daripada shalat yang di dalamnya tidak banyak doa. Namun jika seseorang membaca Alquran sekaligus berdoa, maka itu sesuatu yang baik.” (Lathaif al-Ma’arif [Beirut: al-Maktab al-Islami], vol. 1, h. 359)

Bacaan Doa Lailatul Qadar

Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca ketika seorang muslim berharap mendapatkan malam Lailatul Qadar.

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ’afuwwun karimun tuhibbul ’afwa fa’fu ’anni

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Dalam redaksi lain yang diriwayatkan oleh lima imam hadis selain Abu Dawud, doa tersebut juga disebutkan dengan redaksi yang sedikit berbeda:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka afuwwun tuhibbul ’afwa fa’fu ’anni

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Lailatul Qadar pada Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

Tidak ada yang dapat memastikan secara pasti kapan malam Lailatul Qadar terjadi. Namun berdasarkan petunjuk Rasulullah SAW, malam tersebut diyakini berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada periode ‘asyrul awakhir, termasuk membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW tersebut.

Doa Lailatul Qadar mengandung makna permohonan ampun seorang hamba kepada Allah SWT, sekaligus harapan untuk memperoleh rahmat dan kasih sayang-Nya.

Membaca doa tersebut sepanjang bulan Ramadan, khususnya pada sepuluh malam terakhir, diharapkan dapat menjadi jalan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar