Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Tingkat Manusia dalam Al-Qur’an dan Lonjakan PBB yang Beratkan Petani

Kompas.com, 15 Agustus 2025, 15:57 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Gunawan Budiyanto, mengupas gejolak sosial di Indonesia melalui perspektif kemanusiaan dalam Al-Qur’an.

Dalam ceramah di Masjid KH Ahmad Dahlan UMY, Kamis (14/8/2025), ia membedah tiga istilah kunci yang menggambarkan tingkatan manusia, sekaligus menyoroti beban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang melonjak hingga 200 persen.

Gunawan memulai pembahasan dengan menyinggung kerusuhan dan ketegangan di sejumlah daerah seperti Pati, Banyuwangi, dan Walimandar.

Menurutnya, peristiwa ini menunjukkan retaknya hubungan antarmanusia (ḥablun min al-nās).

Baca juga: MUI: Pajak Tidak Bisa Disamakan dengan Zakat atau Wakaf

“Jika cara pendekatannya keliru, ini bisa memicu gerakan yang lebih besar,” ujarnya.

Ia lalu menjelaskan tiga tingkatan manusia yang disebut dalam Al-Qur’an.

1. Al-Basyar (ٱلْبَشَر)

Disebut 36 kali dalam 26 surah, istilah ini mengacu pada manusia dalam dimensi biologis, dibedakan dari makhluk lain secara fisik dan pola hidup.

2. Al-Nās (ٱلنَّاس)

Muncul 241 kali dalam 55 surah, menggambarkan manusia dengan akal budi, cipta, karya, dan karsa.

Namun, dorongan karsa sering membuat manusia mengambil lebih dari yang dibutuhkan.

Seekor monyet hanya mengambil tiga pisang untuk kenyang, tapi manusia cenderung memilih gaji lebih besar meski kebutuhannya sama. Tanpa kendali agama, nafsu bisa menjadi liar.

"Bukan karena kebutuhan, melainkan dorongan nafsu. Tanpa kendali agama, nafsu dapat menjadi liar, memicu kemunafikan dan ketidakselarasan sosial,” jelasnya.

3. Al-Insān (ٱلْإِنسَان)

Disebut 65 kali dalam 43 surah, yakni manusia yang mampu mengendalikan nafsu melalui akal yang diterangi tauhid dan syariat.

Gunawan menyoroti lonjakan PBB yang menurutnya paling memberatkan petani.

“Petani paling merasakan dampaknya karena hidup mereka bergantung pada tanah,” tegasnya, membandingkan penghasilan petani yang jauh di bawah profesi lain seperti dosen.

Mengutip Surah al-Tīn ayat 4–5, ia mengingatkan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk terbaik (aḥsani taqwīm) tetapi bisa jatuh ke derajat terendah (asfala sāfilīn) jika gagal mengendalikan hawa nafsu.

Ia mengatakan, banyak pelaku kriminal masih berada pada tingkat al-basyar, hanya berbeda dari hewan secara fisik.

Baca juga: Menag: Mencegah Intoleransi Butuh Cinta, Bukan Hanya Peraturan

Gunawan menutup ceramah dengan pesan agar umat Islam senantiasa berada di derajat al-insān.

“Mudah-mudahan dengan ibadah yang kita jalankan, kita tetap berada di kamar al-insān, sebagaimana disampaikan dalam Surah al-Tīn,” tutupnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com